alexametrics
25.5 C
Kudus
Thursday, May 26, 2022

Waduh, Lima Hari Lagi 20 Ribu AstraZenecca di Kudus Kedaluwarsa

KUDUS – Sebanyak 20 ribu vaksin jenis AstraZeneca akan segera kedaluwarsa pada (29/10). Jika tak segera disuntikkan bisa mubazir.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo melalui Kasi Survalens Aniq Fuad mengaku vaksin Sinovac terus digelontorkan. Namun AstraZeneca masih banyak dan nyaris kedaluwarsa. “Kami dapat 40 ribu AstraZeneca. Separuhnya sudah kami gunakan,” terangnya.

Solusinya, DKK mengeluarkan AstraZenecca untuk dosis satu. Setelah mendekati habis Sinovac baru dikeluarkan.


“Mau tidak mau kami kirim ke Puskesmas, klinik, dan RSUD dr. Loekmono Hadi,” katanya.

Dia mengaku, vaksin satu ini memang  banyak ditolak karena permasalahan KIPI. Nah, kebetulan, kata dia, Kudus sulit mendapatkan vaksin. Kemenkes pun akhirnya menawarkan AstraZeneca. “Kami menerima karena mengejar target. Ternyata kadaluarsa pada 29 Oktober ini,” ungkapanya.

Baca Juga :  Tak Ada Barongsai saat Tahun Baru Imlek, Warga yang Berdatangan Kecewa

Aniq mengatakan,  masa kedaluwarsa AstraZeneca dan Sinovac memang cepat. Maksimal 1,5 bulan. Tapi rata-rata satu bulan.

Saat ini, kata dia, pihaknya masih memiliki vaksin Sinovac. Ada 12 ribuan dosis. Tetapi digunakan untuk vaksin lansia dan dosis kedua. “Untuk pekan ini memang menggunakan AstraZeneca terlebih dahulu,” katanya. (mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Sebanyak 20 ribu vaksin jenis AstraZeneca akan segera kedaluwarsa pada (29/10). Jika tak segera disuntikkan bisa mubazir.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo melalui Kasi Survalens Aniq Fuad mengaku vaksin Sinovac terus digelontorkan. Namun AstraZeneca masih banyak dan nyaris kedaluwarsa. “Kami dapat 40 ribu AstraZeneca. Separuhnya sudah kami gunakan,” terangnya.

Solusinya, DKK mengeluarkan AstraZenecca untuk dosis satu. Setelah mendekati habis Sinovac baru dikeluarkan.

“Mau tidak mau kami kirim ke Puskesmas, klinik, dan RSUD dr. Loekmono Hadi,” katanya.

Dia mengaku, vaksin satu ini memang  banyak ditolak karena permasalahan KIPI. Nah, kebetulan, kata dia, Kudus sulit mendapatkan vaksin. Kemenkes pun akhirnya menawarkan AstraZeneca. “Kami menerima karena mengejar target. Ternyata kadaluarsa pada 29 Oktober ini,” ungkapanya.

Baca Juga :  Warga Kudus Kembali Gugat Hotel Sato, Minta Bangunan Dibongkar

Aniq mengatakan,  masa kedaluwarsa AstraZeneca dan Sinovac memang cepat. Maksimal 1,5 bulan. Tapi rata-rata satu bulan.

Saat ini, kata dia, pihaknya masih memiliki vaksin Sinovac. Ada 12 ribuan dosis. Tetapi digunakan untuk vaksin lansia dan dosis kedua. “Untuk pekan ini memang menggunakan AstraZeneca terlebih dahulu,” katanya. (mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/