alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Jelang Idul Adha, Kudus Masih Kekurangan Stok Hewan Kurban

KUDUS – Permintaan hewan kurban dipastikan meningkat tahun ini. Di sisi lain, saat ini sedang merebak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di sejumlah daerah. Stok hewan kurban di sejumlah daerah pun ada yang kekurangan, meski ada yang aman. Untuk mengatasi kekurangan itu, dengan mendatangkan dari luar kota.

Kekurangan stok hewan kurban itu, di antaranya terjadi di Kabupaten Kudus. Untuk memenuhi kekurangan itu, lalu lintas ternak dari luar Kudus dibuka.

Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus Agus Setiawan menyatakan, stok hewan kerbau di Kudus sangatlah mendesak. Saat ini, populasi untuk kurban kerbau hanya mencapai 2.800 ekor. Sedangkan permintaan dipastikan tidak mencukupi. ”Karena budaya di Kudus tidak menyembelih sapi. Yakni kerbau. Jadi sangat dibutuhkan. Permintaanya bisa di atas 2 ribuan,” terangnya.


Sementara untuk memenuhi permintaan tersebut, didatangkan dari luar kota. Namun, dari daerah yang rawan PMK, seperti Jawa Timur. Kerbau didatangkan dari Pemalang dan Pekalongan.

Baca Juga :  Antisipasi Penularan Covid-19, Sekolah di Kudus Tak Diizinkan Karya Wisata

Sedangkan untuk permintaan sapi tergolong cukup stabil dan mampu teratasi. ”Kalau memperkirakan permintaan sapi untuk kurban hanya 300 ekor,” katanya.

Untuk mendatangkan hewan ternak dari luar kota diawasi ketat. Hewan masuk ke Kudus harus mempunyai kartu keterangan sehat. Jika tidak, akan diputar balik. ”Hewan yang datang tidak boleh dicampur dengan hewan di kandang dulu. Harus diisolasi selama 14 hari,” katanya.

Pihak dinas telah berkoordinasi dengan takmir masjid di Kudus untuk mengedukasi memilih hewan kurban beserta cara pengolahannya. Disarankan untuk pengolahan daging tidak dicuci terlebih dahulu. Jika akan dimasak, daging harus direbus terlebih dahulu. Sementara jika ingin disimpan, dibekukan di dalam pendingin. ”Pilihlah hewan yang sehat. Awasi kakinya. Jika pincang jangan dibeli,” jelasnya.

Saat Idul Adha nanti, pihaknya akan memantau penyembelihan hewan kurban di masjid. Hal ini untuk memastikan daging kurban aman dikonsumsi. (gal/lin)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Permintaan hewan kurban dipastikan meningkat tahun ini. Di sisi lain, saat ini sedang merebak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di sejumlah daerah. Stok hewan kurban di sejumlah daerah pun ada yang kekurangan, meski ada yang aman. Untuk mengatasi kekurangan itu, dengan mendatangkan dari luar kota.

Kekurangan stok hewan kurban itu, di antaranya terjadi di Kabupaten Kudus. Untuk memenuhi kekurangan itu, lalu lintas ternak dari luar Kudus dibuka.

Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus Agus Setiawan menyatakan, stok hewan kerbau di Kudus sangatlah mendesak. Saat ini, populasi untuk kurban kerbau hanya mencapai 2.800 ekor. Sedangkan permintaan dipastikan tidak mencukupi. ”Karena budaya di Kudus tidak menyembelih sapi. Yakni kerbau. Jadi sangat dibutuhkan. Permintaanya bisa di atas 2 ribuan,” terangnya.

Sementara untuk memenuhi permintaan tersebut, didatangkan dari luar kota. Namun, dari daerah yang rawan PMK, seperti Jawa Timur. Kerbau didatangkan dari Pemalang dan Pekalongan.

Baca Juga :  Pelatihan Jurnalistik Ditutup dengan Printing Tour ke Percetakan

Sedangkan untuk permintaan sapi tergolong cukup stabil dan mampu teratasi. ”Kalau memperkirakan permintaan sapi untuk kurban hanya 300 ekor,” katanya.

Untuk mendatangkan hewan ternak dari luar kota diawasi ketat. Hewan masuk ke Kudus harus mempunyai kartu keterangan sehat. Jika tidak, akan diputar balik. ”Hewan yang datang tidak boleh dicampur dengan hewan di kandang dulu. Harus diisolasi selama 14 hari,” katanya.

Pihak dinas telah berkoordinasi dengan takmir masjid di Kudus untuk mengedukasi memilih hewan kurban beserta cara pengolahannya. Disarankan untuk pengolahan daging tidak dicuci terlebih dahulu. Jika akan dimasak, daging harus direbus terlebih dahulu. Sementara jika ingin disimpan, dibekukan di dalam pendingin. ”Pilihlah hewan yang sehat. Awasi kakinya. Jika pincang jangan dibeli,” jelasnya.

Saat Idul Adha nanti, pihaknya akan memantau penyembelihan hewan kurban di masjid. Hal ini untuk memastikan daging kurban aman dikonsumsi. (gal/lin)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/