alexametrics
28.6 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Angkat Kearifan Lokal Desa Menawan dengan Pasar Minggu Wage

KUDUS – Desa Menawan, Kecamatan Gebog, menunjukkan inovasi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kali ini, gelaran kesenian budaya yang mengangkat kearifan lokal dilakukan berbarengan dengan Pasar Minggu Wage (Sarguge).

Kegiatan dilaksanakan atas inisiasi pemerintah desa dengan merangkul organisasi pemuda dan usaha kecil menengah (UKM) desa. Masyarakat Desa Menawan sangat antusias menyambut acara tersebut, setelah dua tahun tidak ada kegiatan serupa.


Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Mutrikah menyampaikan Pemdes Menawan dalam membangun potensi lokal didukung dengan kekompakan antara pemdes, dan masyarakat. Sehingga dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain. Karena pada akhirnya desa yang unggul akan membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya sendiri.

”Potensi di Desa Menawan sangat banyak, khusunya budayanya. Ditambah lagi, produk unggulan jambu citra yang pasarnya sampai ke kota-kota besar. Atas gotong royong semua elemen masyarakat, acara berjalan lancer,” imbuhnya.

Mengenai Desa Menawan, Bupati Kudus Hartopo menyampaikan pesan agar masyarakat selalu menjaga kerukunan untuk bersama-sama membangun desa. Termasuk dalam melestarikan budaya kearifan lokal supaya tidak luntur tergerus zaman.

”Jaga kerukunan guyub rukun demi membangun Desa Menawan yang semakin menawan. Produk lokal terus dikembangkan dan budaya tetap dipertahankan,” ungkapnya.

Kepala Desa Menawan Tri Lestari mengatakan dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menjadi pemacu masyarakat di desanya agar terus mengembangkan potensi desa. Dia mengungkapkan, kegiatan dilakukan dari, oleh, dan untuk masyarakat desa. Seluruh elemen ikut terlibat baik dalam pertunjukan seni ataupun mempromosikan produk-produk unggulan lokal.

Baca Juga :  Mukhasiron Dilantik Jadi Wakil, Ilwani Jabat Ketua Komisi D DPRD Kudus 

”Semua warga masyarakat tumplek blek di sini (Desa Menawan, Red) dengan menjaga prokes. Ini adalah wujud guyub rukun kita semua, tanpa semua dukungan tersebut acara ini tidak akan terselenggara. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat,” tuturnya.

Sementara itu salah satu pelaku UMKM Nurul Mariyati mengaku senang bisa ikut berpartisipasi memeriahkan Pasar Sarguge. Ia adalah produsen olahan jamur hasil budidaya sendiri di rumah. Selama lebih dari empat tahun, berbagai kripik jamur dijual ke tempat-tempat wisata lokal. Nurul berencana untuk memperluas pemasaran ketika izin PIRT sudah keluar.

”Untuk PIRT sudah dalam proses, sehingga sementara ini saya jual di sekitar sini saja. Setor ke tempat-tempat wisata,” katanya.

Dalam pagelaran seni dua dimensi, Desa Menawan secara khusus melibatkan budayawan asal Pati. Wawan, sapaan akrabnya sudah bertahun-tahun menekuni seni mozaik dengan memanfaatkan media lukis dengan biji-bijian.

Ia mengaku sudah beberapa kali dilibatkan mengisi acara di Desa Menawan untuk menularkan keterampilannya. Misalnya dalam kegiatan Menawan Mantu dipamerkan berbagai karya asli dirinya maupun hasil pelatihan-pelatihan bersama warga desa.

”Ini seni mozaik dan bisa dibilang juga seni lukis. Pakai pakan burung (biji- bijian) yang ditempel satu-persatu membentuk sketsa wajah. Sudah sering dilibatkan acara pelatihan di Desa Menawan,” jelasnya. (san/zen/adv)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Desa Menawan, Kecamatan Gebog, menunjukkan inovasi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kali ini, gelaran kesenian budaya yang mengangkat kearifan lokal dilakukan berbarengan dengan Pasar Minggu Wage (Sarguge).

Kegiatan dilaksanakan atas inisiasi pemerintah desa dengan merangkul organisasi pemuda dan usaha kecil menengah (UKM) desa. Masyarakat Desa Menawan sangat antusias menyambut acara tersebut, setelah dua tahun tidak ada kegiatan serupa.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Mutrikah menyampaikan Pemdes Menawan dalam membangun potensi lokal didukung dengan kekompakan antara pemdes, dan masyarakat. Sehingga dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain. Karena pada akhirnya desa yang unggul akan membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya sendiri.

”Potensi di Desa Menawan sangat banyak, khusunya budayanya. Ditambah lagi, produk unggulan jambu citra yang pasarnya sampai ke kota-kota besar. Atas gotong royong semua elemen masyarakat, acara berjalan lancer,” imbuhnya.

Mengenai Desa Menawan, Bupati Kudus Hartopo menyampaikan pesan agar masyarakat selalu menjaga kerukunan untuk bersama-sama membangun desa. Termasuk dalam melestarikan budaya kearifan lokal supaya tidak luntur tergerus zaman.

”Jaga kerukunan guyub rukun demi membangun Desa Menawan yang semakin menawan. Produk lokal terus dikembangkan dan budaya tetap dipertahankan,” ungkapnya.

Kepala Desa Menawan Tri Lestari mengatakan dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menjadi pemacu masyarakat di desanya agar terus mengembangkan potensi desa. Dia mengungkapkan, kegiatan dilakukan dari, oleh, dan untuk masyarakat desa. Seluruh elemen ikut terlibat baik dalam pertunjukan seni ataupun mempromosikan produk-produk unggulan lokal.

Baca Juga :  Discukcapil Kudus "Jemput Bola" Layanan Perekaman E-KTP bagi Remaja

”Semua warga masyarakat tumplek blek di sini (Desa Menawan, Red) dengan menjaga prokes. Ini adalah wujud guyub rukun kita semua, tanpa semua dukungan tersebut acara ini tidak akan terselenggara. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat,” tuturnya.

Sementara itu salah satu pelaku UMKM Nurul Mariyati mengaku senang bisa ikut berpartisipasi memeriahkan Pasar Sarguge. Ia adalah produsen olahan jamur hasil budidaya sendiri di rumah. Selama lebih dari empat tahun, berbagai kripik jamur dijual ke tempat-tempat wisata lokal. Nurul berencana untuk memperluas pemasaran ketika izin PIRT sudah keluar.

”Untuk PIRT sudah dalam proses, sehingga sementara ini saya jual di sekitar sini saja. Setor ke tempat-tempat wisata,” katanya.

Dalam pagelaran seni dua dimensi, Desa Menawan secara khusus melibatkan budayawan asal Pati. Wawan, sapaan akrabnya sudah bertahun-tahun menekuni seni mozaik dengan memanfaatkan media lukis dengan biji-bijian.

Ia mengaku sudah beberapa kali dilibatkan mengisi acara di Desa Menawan untuk menularkan keterampilannya. Misalnya dalam kegiatan Menawan Mantu dipamerkan berbagai karya asli dirinya maupun hasil pelatihan-pelatihan bersama warga desa.

”Ini seni mozaik dan bisa dibilang juga seni lukis. Pakai pakan burung (biji- bijian) yang ditempel satu-persatu membentuk sketsa wajah. Sudah sering dilibatkan acara pelatihan di Desa Menawan,” jelasnya. (san/zen/adv)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/