alexametrics
25.7 C
Kudus
Tuesday, June 7, 2022

PN Kudus Menangkan Gugatan Nasabah Bank Mandiri yang Dananya Hilang Rp 5,8 M

KUDUS – Pengadilan Negeri Kudus mengabulkan sebagian gugatan penggugat atas nama Imam Rofi’i atas kasus raibnya saldo rekening di Bank Mandiri. Putusan itu disampaikan pengadilan secara E Court pada Rabu (25/5) sore.

Dalam putusan atas perkara Nomor 59/Pdt.G/2021/PN.Kds ada beberapa poin putusan. Ketua Pengadilan Negeri Kudus Singgih Wahono menjelaskan pihak pengadilan mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian. Dan menyatakan bahwa tergugat atau Bank Mandiri telah melakukan perbuatan melawan hukum.

“Sehingga menghukum tergugat untuk membayar kerugian yang diderita penggugat atas pembobolan rekening penggugat sebesar Rp 5.800.090.000,” jelasnya.


Selanjutnya menolak gugatan penggugat yang lain dan selebihnya seperti soal kerugian imateril yang sempat diajukan. Serta menghukum tergugat untuk biaya perkara yang timbul dalam perkara ini sebesar Rp 399.500.

Baca Juga :  Tekan Kelangkaan, Pemkab Kudus Droping 16.800 Liter Migor ke Pelosok Desa

Terkait putusan tersebut, Singgih menjelaskan masih menunggu apakah ada banding dari kedua belah pihak. “Kami tunggu 14 hari. Kalau tak ada banding, artinya semua pihak menerima. Kalau ada banding berarti ada upaya hukum lagi,” tambahnya.

Kuasa Hukum penggugat (Imam Rofi’i) Nur Sholikhin menyebut pihaknya bersyukur karena pengadilan Negeri Kudus dalam putusannya mengabulkan tuntutan sesuai pokok perkara bahwa pihak Bank mandiri melakukan perbuatan melawan hukum.
“Maka konsekuensinya bank mandiri harus membayar kerugian atas pembobolan rekening bank klien kami,” terangnya.

Meski tak mengabulkan gugatan imateril, menurutnya putusan tersebut dinilai cukup adil dan fear. Sebab sesuai dengan fakta dan bukti Persidangan. (tos/lid)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Pengadilan Negeri Kudus mengabulkan sebagian gugatan penggugat atas nama Imam Rofi’i atas kasus raibnya saldo rekening di Bank Mandiri. Putusan itu disampaikan pengadilan secara E Court pada Rabu (25/5) sore.

Dalam putusan atas perkara Nomor 59/Pdt.G/2021/PN.Kds ada beberapa poin putusan. Ketua Pengadilan Negeri Kudus Singgih Wahono menjelaskan pihak pengadilan mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian. Dan menyatakan bahwa tergugat atau Bank Mandiri telah melakukan perbuatan melawan hukum.

“Sehingga menghukum tergugat untuk membayar kerugian yang diderita penggugat atas pembobolan rekening penggugat sebesar Rp 5.800.090.000,” jelasnya.

Selanjutnya menolak gugatan penggugat yang lain dan selebihnya seperti soal kerugian imateril yang sempat diajukan. Serta menghukum tergugat untuk biaya perkara yang timbul dalam perkara ini sebesar Rp 399.500.

Baca Juga :  Banjir di Wonosoco, Tiga Kepala Daerah dan Pemprov Wajib Cari Solusi

Terkait putusan tersebut, Singgih menjelaskan masih menunggu apakah ada banding dari kedua belah pihak. “Kami tunggu 14 hari. Kalau tak ada banding, artinya semua pihak menerima. Kalau ada banding berarti ada upaya hukum lagi,” tambahnya.

Kuasa Hukum penggugat (Imam Rofi’i) Nur Sholikhin menyebut pihaknya bersyukur karena pengadilan Negeri Kudus dalam putusannya mengabulkan tuntutan sesuai pokok perkara bahwa pihak Bank mandiri melakukan perbuatan melawan hukum.
“Maka konsekuensinya bank mandiri harus membayar kerugian atas pembobolan rekening bank klien kami,” terangnya.

Meski tak mengabulkan gugatan imateril, menurutnya putusan tersebut dinilai cukup adil dan fear. Sebab sesuai dengan fakta dan bukti Persidangan. (tos/lid)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/