alexametrics
31.6 C
Kudus
Tuesday, May 17, 2022

Aksi Tawuran Air antar Pemuda di Kudus Jelang Sahur Bikin Resah Warga

KUDUS – Kericuhan antarpemuda terjadi ketika menjelang sahur di Desa Ploso, Kecamatan Jati, Minggu (24/4) dini hari. Para pemuda saling baku hantam dengan air yang dikemas dengan plastik. Kondisi tersebut membuat warga sekitar resah.

Dari video yang beredar berdurasi 49 detik, para pemuda berkelahi di Jalan Mayor Basuna Desa Ploso, Jati. Para pemuda memadati jalan tersebut. Terpantau pula aksi saling lempar air yang dikemas dengan plastik.

Aksi kian memanas ketika ada seseorang pengendara motor datang mendekati kerumunan. Pemuda itu saling adu jotos satu sama lain. Banyaknya pemuda yang memadati jalan tersebut, membuat lalu lintas tersendat.


Dikonfirmasi adanya video tersebut, Kepala Desa Ploso Mas’ud membenarkan adanya kericuhan yang terjadi di wilayahnya. Tawuran antarpemuda itu terjadi pada Minggu (24/4) pukul 02.30. Warganya yang di sekitar lokasi mengaku resah dan melapor kejadian itu kepadanya.

”Saya saat itu sedang berada di luar desa dan dilapori warga ada kericuhan di timur Kantor Pajak. Saya bergegas ke sana untuk membubarkan kerusahan tersebut,” terangnya.

Sesampainya di lokasi, pemuda yang mengetahui rombongan Mas’ud kocar-kocir. Mas’ud berhasil mengamankan satu orang pemuda pelaku tawuran tersebut. Saat dimintai keterangan, pemuda tersebut berasal dari Desa Pasuruan. Sementara lawan bentrokannya diduga dari lain desa.

Baca Juga :  Tambah Biaya Karantina, Tarif Umrah di Kudus Naik Rp 15 Juta

Dari keterangan lanjutan, kata Mas’ud, kericuhan tersebut bukan karena tongtek. Murni tawuran air antarpemuda. Selain itu, para pemuda sempat beradu jotos satu sama lain. Semua pelaku tawuran itu murni dari luar Desa Ploso.

”Pemuda itu langsung saya suruh jalan jongkok dan push up. Ini maksudnya agar mereka jera dan tidak melakukan perbuatan yang negatif lagi,” katanya.

Pemerintah Desa (Pemdes) Ploso mengaku selalu rutin melakukan patroli wilayah saat malam hari. Kegiatan dintensifkan ketika awal Ramadan hingga sekarang. ”Patroli wilayah itu, bekerja sama dengan aparat keamanan maupun warga sekitar. Sedangkan tawuran tersebut, baru terjadi kali pertama ini,” terangnya.

Atas terjadinya kejadian itu, Mas’ud mengimbau semua stakeholder terlibat langsung melakukan pengawasan wilayah. ”Hal ini merupakan tanggung jawab bersama untuk menciptakan kondusivitas desa,” imbuhny. (gal/lin)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Kericuhan antarpemuda terjadi ketika menjelang sahur di Desa Ploso, Kecamatan Jati, Minggu (24/4) dini hari. Para pemuda saling baku hantam dengan air yang dikemas dengan plastik. Kondisi tersebut membuat warga sekitar resah.

Dari video yang beredar berdurasi 49 detik, para pemuda berkelahi di Jalan Mayor Basuna Desa Ploso, Jati. Para pemuda memadati jalan tersebut. Terpantau pula aksi saling lempar air yang dikemas dengan plastik.

Aksi kian memanas ketika ada seseorang pengendara motor datang mendekati kerumunan. Pemuda itu saling adu jotos satu sama lain. Banyaknya pemuda yang memadati jalan tersebut, membuat lalu lintas tersendat.

Dikonfirmasi adanya video tersebut, Kepala Desa Ploso Mas’ud membenarkan adanya kericuhan yang terjadi di wilayahnya. Tawuran antarpemuda itu terjadi pada Minggu (24/4) pukul 02.30. Warganya yang di sekitar lokasi mengaku resah dan melapor kejadian itu kepadanya.

”Saya saat itu sedang berada di luar desa dan dilapori warga ada kericuhan di timur Kantor Pajak. Saya bergegas ke sana untuk membubarkan kerusahan tersebut,” terangnya.

Sesampainya di lokasi, pemuda yang mengetahui rombongan Mas’ud kocar-kocir. Mas’ud berhasil mengamankan satu orang pemuda pelaku tawuran tersebut. Saat dimintai keterangan, pemuda tersebut berasal dari Desa Pasuruan. Sementara lawan bentrokannya diduga dari lain desa.

Baca Juga :  Bupati Pastikan Pasar Dandangan Kudus Tak Dilaksanakan, Ini Alasannya

Dari keterangan lanjutan, kata Mas’ud, kericuhan tersebut bukan karena tongtek. Murni tawuran air antarpemuda. Selain itu, para pemuda sempat beradu jotos satu sama lain. Semua pelaku tawuran itu murni dari luar Desa Ploso.

”Pemuda itu langsung saya suruh jalan jongkok dan push up. Ini maksudnya agar mereka jera dan tidak melakukan perbuatan yang negatif lagi,” katanya.

Pemerintah Desa (Pemdes) Ploso mengaku selalu rutin melakukan patroli wilayah saat malam hari. Kegiatan dintensifkan ketika awal Ramadan hingga sekarang. ”Patroli wilayah itu, bekerja sama dengan aparat keamanan maupun warga sekitar. Sedangkan tawuran tersebut, baru terjadi kali pertama ini,” terangnya.

Atas terjadinya kejadian itu, Mas’ud mengimbau semua stakeholder terlibat langsung melakukan pengawasan wilayah. ”Hal ini merupakan tanggung jawab bersama untuk menciptakan kondusivitas desa,” imbuhny. (gal/lin)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/