alexametrics
31.1 C
Kudus
Monday, July 4, 2022

BP Jamsostek Cabang Kudus

Teken Kerjasama 20 Rumah Sakit dan Serahkan PLKK Award 2021

KUDUS – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek Kantor Cabang Kudus melakukan penandatanganan kerja sama untuk Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) dengan Rumah Sakit dan Klinik. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Gripta, Kamis (23/12).

Penandatanganan perjanjian kerjasama ini adalah perpanjangan dari kerjasama yang sudah dijalin sebelumnya. Antara BP Jamsostek Cabang Kudus dengan Rumah Sakit dan KLinik PLKK, serta penandatanganan kerja sama baru. Ada 19 Rumah Sakit dan Klinik yang hadir untuk perpanjangan kerjasama dan 1 Klinik yang melakukan perjanjian kerjasama.

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Kudus Multanti, mengatakan, saat ini pihaknya sudah bekerja sama dengan 38 PLKK yang terdiri dari 25 Rumah Sakit dan 13 Klinik yang ada di wilayah kerja BP Jamsostek Cabang Kudus. Meliputi Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, Rembang dan Blora.


Multanti menjelaskan, PLKK merupakan pintu pertama penanganan bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja. Untuk mendapatkan pelayanan di PLKK, peserta cukup menunjukan kartu kepesertaan, peserta langsung mendapat layanan medis tanpa mengeluarkan biaya, karena biaya sudah ditanggung BP Jamsostek.

Dalam kegiatan ini juga diberikan penghargaan atau PLKK Award kepada RS Mardi Rahayu Kudus dan RS Keluarga Sehat Pati.

“Penghargaan ini kami berikan kepada PLKK dengan utilisasi kunjungan pasien JKK terbesar. Juga telah menjalin kerjasama dan kepesertaan BP Jamsostek minimal 1 tahun. Tersedia sarana rahabilitasi medis, tertib pelaporan dan penagihan klaim. Serta mempunyai beberapa dokter spesialis bedah. Penghargaan ini sebagai wujud apresiasi BP Jamsostek kepada mitra PLKK yang telah memberikan pelayanan terbaik untuk peserta BP Jamsostek yang mengalami Kecelakaan Kerja,” Ujar Multanti.

Multanti berharap, dengan adanya kerja sama dan PLKK Award dapat meningkatkan pelayanan bagi para peserta BPJAMSOSTEK. Selain itu, BPJAMSOSTEK juga akan terus menambah mitra PLKK agar bisa lebih mempermudah peserta BP Jamsostek apabila mengalami kecelakaan kerja.

Baca Juga :  Sukseskan Vaksinasi, Gerindra Kudus Sediakan Seribu Dosis

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan santunan Penyakit Akibat Kerja meninggal dunia. Santunan diberikan kepada ahli waris almarhum G Hari Krisnamurti Widodo yaitu istri Heni Kristina Widhiastuti.

Penyerahan santunan yang diterima dengan total Rp 254.625.332,- adapun rincianya adalah santunan Penyakit Akibat Kerja meninggal dunia sebesar Rp 235.119.792,-, Jaminan Hati Tua Rp 16.323.140,- dan Jaminan Pensiun Rp 3.209.400,- serta mendapatkan manfaat beasiswa untuk 2 orang anak yang masih sekolah sebesar Rp 145.500.000,-.

Dalam sambutanya, Kepala BPJAMSOSTEK Kudus memberikan apresiasi kepada mitra PLKK BPJAMSOSTEK yang telah mendukung program pemerintah Gerakan Nasional Lingkaran Perlindungan bagi Pekerja Rentan.

Rumah sakit yang telah mendaftarkan dan melindungi jaminan sosial untuk para pekerja rentan diantaranya adalah RSI Sultan Hadlirin Jepara mendaftarkan 50 pekerja rentan. RS Keluarga Sehat Pati mendaftarkan 10 pekerja rentan. RS. Bhina Bakti Husada Rembang mendaftarkan 100 pekerja rentan, dan RS Mardi Rahayu Kudus mendaftarakan 100 pekerja rentan.

“Terimakasih yang sebesar-besarnya bagi Rumah Sakit yang berkontribusi dan peduli terhadap pekerja rentan yang ada di lingkungan sekitar. Semoga perlindungan jaminan sosial untuk pekerja rentan dapat berkelanjutan dan Rumah Sakit atau Klinik yang lain juga bisa ikut perduli dengan pekerja rentan disekitarnya, sama-sama mendukung program pemerintah untuk mensejahterakan pekerja melalui perlindungan jaminan sosisal.” ungkap Multanti.

Sementara dari Januari s.d 22 Desember 2021 BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Kudus beserta jajaran telah membayarkan klaim mencapai Rp 386,3 miliar, angka tersebut yang merupakan angka total dari klaim Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp 296,3 miliar, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp 15,6 miliar, Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp 65,5 miliar, dan Jaminan Pensiun (JP) sebesar Rp 8,9 miliar. (lia)

KUDUS – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek Kantor Cabang Kudus melakukan penandatanganan kerja sama untuk Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) dengan Rumah Sakit dan Klinik. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Gripta, Kamis (23/12).

Penandatanganan perjanjian kerjasama ini adalah perpanjangan dari kerjasama yang sudah dijalin sebelumnya. Antara BP Jamsostek Cabang Kudus dengan Rumah Sakit dan KLinik PLKK, serta penandatanganan kerja sama baru. Ada 19 Rumah Sakit dan Klinik yang hadir untuk perpanjangan kerjasama dan 1 Klinik yang melakukan perjanjian kerjasama.

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Kudus Multanti, mengatakan, saat ini pihaknya sudah bekerja sama dengan 38 PLKK yang terdiri dari 25 Rumah Sakit dan 13 Klinik yang ada di wilayah kerja BP Jamsostek Cabang Kudus. Meliputi Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, Rembang dan Blora.

Multanti menjelaskan, PLKK merupakan pintu pertama penanganan bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja. Untuk mendapatkan pelayanan di PLKK, peserta cukup menunjukan kartu kepesertaan, peserta langsung mendapat layanan medis tanpa mengeluarkan biaya, karena biaya sudah ditanggung BP Jamsostek.

Dalam kegiatan ini juga diberikan penghargaan atau PLKK Award kepada RS Mardi Rahayu Kudus dan RS Keluarga Sehat Pati.

“Penghargaan ini kami berikan kepada PLKK dengan utilisasi kunjungan pasien JKK terbesar. Juga telah menjalin kerjasama dan kepesertaan BP Jamsostek minimal 1 tahun. Tersedia sarana rahabilitasi medis, tertib pelaporan dan penagihan klaim. Serta mempunyai beberapa dokter spesialis bedah. Penghargaan ini sebagai wujud apresiasi BP Jamsostek kepada mitra PLKK yang telah memberikan pelayanan terbaik untuk peserta BP Jamsostek yang mengalami Kecelakaan Kerja,” Ujar Multanti.

Multanti berharap, dengan adanya kerja sama dan PLKK Award dapat meningkatkan pelayanan bagi para peserta BPJAMSOSTEK. Selain itu, BPJAMSOSTEK juga akan terus menambah mitra PLKK agar bisa lebih mempermudah peserta BP Jamsostek apabila mengalami kecelakaan kerja.

Baca Juga :  Tujuh Kursi Kepala OPD di Pemkab Kudus Kosong, Begini Tanggapan Bupati

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan santunan Penyakit Akibat Kerja meninggal dunia. Santunan diberikan kepada ahli waris almarhum G Hari Krisnamurti Widodo yaitu istri Heni Kristina Widhiastuti.

Penyerahan santunan yang diterima dengan total Rp 254.625.332,- adapun rincianya adalah santunan Penyakit Akibat Kerja meninggal dunia sebesar Rp 235.119.792,-, Jaminan Hati Tua Rp 16.323.140,- dan Jaminan Pensiun Rp 3.209.400,- serta mendapatkan manfaat beasiswa untuk 2 orang anak yang masih sekolah sebesar Rp 145.500.000,-.

Dalam sambutanya, Kepala BPJAMSOSTEK Kudus memberikan apresiasi kepada mitra PLKK BPJAMSOSTEK yang telah mendukung program pemerintah Gerakan Nasional Lingkaran Perlindungan bagi Pekerja Rentan.

Rumah sakit yang telah mendaftarkan dan melindungi jaminan sosial untuk para pekerja rentan diantaranya adalah RSI Sultan Hadlirin Jepara mendaftarkan 50 pekerja rentan. RS Keluarga Sehat Pati mendaftarkan 10 pekerja rentan. RS. Bhina Bakti Husada Rembang mendaftarkan 100 pekerja rentan, dan RS Mardi Rahayu Kudus mendaftarakan 100 pekerja rentan.

“Terimakasih yang sebesar-besarnya bagi Rumah Sakit yang berkontribusi dan peduli terhadap pekerja rentan yang ada di lingkungan sekitar. Semoga perlindungan jaminan sosial untuk pekerja rentan dapat berkelanjutan dan Rumah Sakit atau Klinik yang lain juga bisa ikut perduli dengan pekerja rentan disekitarnya, sama-sama mendukung program pemerintah untuk mensejahterakan pekerja melalui perlindungan jaminan sosisal.” ungkap Multanti.

Sementara dari Januari s.d 22 Desember 2021 BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Kudus beserta jajaran telah membayarkan klaim mencapai Rp 386,3 miliar, angka tersebut yang merupakan angka total dari klaim Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp 296,3 miliar, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp 15,6 miliar, Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp 65,5 miliar, dan Jaminan Pensiun (JP) sebesar Rp 8,9 miliar. (lia)

Most Read

Artikel Terbaru

/