alexametrics
32.7 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Bupati Kudus Resmikan 4 Rintisan Desa Wisata

KUDUS – Pemkab Kudus memberikan surat keputusan (SK) kepada empat desa wisata sekaligus pada (23/12). Desa-desa itu yakni Pedawang, Kecamatan Bae, Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Desa Ngemplak dan Desa Karangrowo dari Kecamatan Undaan. Penetapan desa wisata baru itu berlangsung di Kebun Nanas Desa Pedawang.

Bupati Kudus Hartopo mengatakan, peresmian ini dilakukan untuk mengangkat potensi masing-masing desa. Harapannya banyak wisatawan datang, sehingga pendapatan asli desa (PADes) bertambah.

“Desa rintisan wisata ini harus dikembangkan. Jangan hanya dijadikan seremonial saja. Jadi harus ada progres atau peningkatan,” ucap Hartopo.


Dia mengatakan, masing-masing kepala desa harus bisa merangkul berbagai pihak untuk mengembangkan potensi yang ada di tiap desa wisata. Sehingga, desa wisata yang ada di desa bisa menarik perhatian dan dapat dinikmati wisatawan lokal maupun luar daerah.

Baca Juga :  Asyik! Sempat Vakum karena Pandemi, Car Free Day di Kudus Dibuka Lagi

“Ini akan kami pantau terus perkembangannya. Jika tidak ada progres dan tidak ada perkembangan sama sekali, SK desa wisata bisa kami cabut,” imbuhnya.

Kepala Desa Pedawang Sofian Alfianto mengatakan, konsep desa wisata Pedawang itu masuk jenis agrowisata rintisan. Pihaknya menjual kebun buah nanas dan olahannya.

“Tentunya kami perlu dukungan dari berbagai pihak untuk mengembangkan desa wisata rintisan ini. Kami menonjolkan buah nanas karena memang sudah merupakan potensi yang kami miliki di sini,” ucapnya. (ark/mal)

KUDUS – Pemkab Kudus memberikan surat keputusan (SK) kepada empat desa wisata sekaligus pada (23/12). Desa-desa itu yakni Pedawang, Kecamatan Bae, Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Desa Ngemplak dan Desa Karangrowo dari Kecamatan Undaan. Penetapan desa wisata baru itu berlangsung di Kebun Nanas Desa Pedawang.

Bupati Kudus Hartopo mengatakan, peresmian ini dilakukan untuk mengangkat potensi masing-masing desa. Harapannya banyak wisatawan datang, sehingga pendapatan asli desa (PADes) bertambah.

“Desa rintisan wisata ini harus dikembangkan. Jangan hanya dijadikan seremonial saja. Jadi harus ada progres atau peningkatan,” ucap Hartopo.

Dia mengatakan, masing-masing kepala desa harus bisa merangkul berbagai pihak untuk mengembangkan potensi yang ada di tiap desa wisata. Sehingga, desa wisata yang ada di desa bisa menarik perhatian dan dapat dinikmati wisatawan lokal maupun luar daerah.

Baca Juga :  Rawat Alam dalam Pergerakan Ekofeminisme Era Post Pandemi

“Ini akan kami pantau terus perkembangannya. Jika tidak ada progres dan tidak ada perkembangan sama sekali, SK desa wisata bisa kami cabut,” imbuhnya.

Kepala Desa Pedawang Sofian Alfianto mengatakan, konsep desa wisata Pedawang itu masuk jenis agrowisata rintisan. Pihaknya menjual kebun buah nanas dan olahannya.

“Tentunya kami perlu dukungan dari berbagai pihak untuk mengembangkan desa wisata rintisan ini. Kami menonjolkan buah nanas karena memang sudah merupakan potensi yang kami miliki di sini,” ucapnya. (ark/mal)


Most Read

Artikel Terbaru

/