alexametrics
21.9 C
Kudus
Thursday, June 30, 2022

Antisipasi Terorisme, Tiga Gereja di Kudus Jadi Prioritas Pengamanan

KUDUS – Antisipasi terorisme dan gangguan kamtibmas, tiga gereja di Kudus menjadi prioritas pengamanan. Ketiganya yakni Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Rayon I, dan GKMI Rayon II, dan Gereja Katolik Santo Yohanes Evangelista.

Kabag Ops Polres Kudus Kompol Catur Kusuma Adhi menyebut ada sejumlah ancaman yang harus diwaspadai saat perayaan ibadah Natal. Seperti kemungkinan tindak pidana terorisme, gangguan kamtibmas, pelanggaran protokol kesehatan.

”Mulai besok (red hari ini) kami sterilisasi gereja sebelum dilakukan ibadah. Akan kami lakukan pengawasan serta pengamanan ketat saat prosesi ibadah berlangsung,” ucapnya.


Menurutnya total ada 36 gereja di Kudusyang menyelenggarakan ibadah Natal. Semuanya akan tetap mendapatkan pengamanan agar prosesi ibadah berjalan lancar.

”Tetapi ada tiga gereja yang kami jadikan prioritas. Ini karena memperhitungkan letak geografis, besar-kecilnya gereja, hingga potensi gangguan teroris dan kamtibmas lainnya. Ketiga gereja itu yakni Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Rayon I, dan GKMI Rayon II, dan Gereja Katolik Santo Yohanes Evangelista,” terangnya.

Kabag Ops menjelaskan adanya pengamanan prioritas di tiga gereja tersebut bukan berarti akan mengabaikan pengamanan di gereja lain. Hanya saja gereja yang menjadi pengamanan prioritas akan diberi kekuatan personil pengamanan yang lebih, akan ada gabungan personil Polri, TNI, ormas dan dari pihak gereja.

Polres Kudus mengerahkan 250 personel untuk mengamankan jalannya Natal bersama ratusan personel gabungan dari TNI, Pemkab, dan Organisasi Masyarakat.

Sementara itu, jelang Operasi Lilin Candi 2021 yang dimulai hari ini (24/12), kemarin Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma bersama Bupati HM Hartopo dan Dandim Letkol Kav Indarto mengecek kesiapan personel dan perlengkapan.

Baca Juga :  Gonta-ganti Majikan dan Tak Pernah Dapat Upah

Pengecekan itu dilakukan sembari menggelar Apel Gelar Pasukan di Mapolres Kudus. Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma menyebut sesuai amanat Kapolri, Apel Gelar Pasukan diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran Polri. Mulai dari tingkat Mabes Polri hingga kesatuan kewilayahan. Tujuannya, sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Lilin 2021 dalam rangka pengamanan perayaan Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022.

”Pengecekan ini baik pada aspek personel maupun sarana prasarana. Serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda, dan Mitra Kamtibmas lainnya. Ini pengecekan akhir gelar pasukan sebelum pengamanan,” ucapnya.

Kapolres menambahkan perayaan Nataru oleh masyarakat yang biasanya diiringi dengan timbulnya aktivitas keramaian memicu gangguan Kamtibmas, gangguan Kamseltibcar lantas, dan pelanggaran protokol kesehatan Covid – 19.

Oleh karena itu, Polri menyelenggarakan Operasi Lilin 2021 yang akan dilaksanakan selama 10 hari. Dimulai dari tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan tanggal 2 Januari 2022 dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif secara humanis, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional.

“Pengamanan ini tidak boleh di anggap sebagai agenda rutin tahunan biasa. Sehingga menjadikan kita cenderung under estimate dan kurang waspada terhadap setiap dinamika perkembangan masyarakat. Apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini, kita harus lebih peduli,” jelasnya. (zen)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Antisipasi terorisme dan gangguan kamtibmas, tiga gereja di Kudus menjadi prioritas pengamanan. Ketiganya yakni Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Rayon I, dan GKMI Rayon II, dan Gereja Katolik Santo Yohanes Evangelista.

Kabag Ops Polres Kudus Kompol Catur Kusuma Adhi menyebut ada sejumlah ancaman yang harus diwaspadai saat perayaan ibadah Natal. Seperti kemungkinan tindak pidana terorisme, gangguan kamtibmas, pelanggaran protokol kesehatan.

”Mulai besok (red hari ini) kami sterilisasi gereja sebelum dilakukan ibadah. Akan kami lakukan pengawasan serta pengamanan ketat saat prosesi ibadah berlangsung,” ucapnya.

Menurutnya total ada 36 gereja di Kudusyang menyelenggarakan ibadah Natal. Semuanya akan tetap mendapatkan pengamanan agar prosesi ibadah berjalan lancar.

”Tetapi ada tiga gereja yang kami jadikan prioritas. Ini karena memperhitungkan letak geografis, besar-kecilnya gereja, hingga potensi gangguan teroris dan kamtibmas lainnya. Ketiga gereja itu yakni Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Rayon I, dan GKMI Rayon II, dan Gereja Katolik Santo Yohanes Evangelista,” terangnya.

Kabag Ops menjelaskan adanya pengamanan prioritas di tiga gereja tersebut bukan berarti akan mengabaikan pengamanan di gereja lain. Hanya saja gereja yang menjadi pengamanan prioritas akan diberi kekuatan personil pengamanan yang lebih, akan ada gabungan personil Polri, TNI, ormas dan dari pihak gereja.

Polres Kudus mengerahkan 250 personel untuk mengamankan jalannya Natal bersama ratusan personel gabungan dari TNI, Pemkab, dan Organisasi Masyarakat.

Sementara itu, jelang Operasi Lilin Candi 2021 yang dimulai hari ini (24/12), kemarin Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma bersama Bupati HM Hartopo dan Dandim Letkol Kav Indarto mengecek kesiapan personel dan perlengkapan.

Baca Juga :  Ketahuan Lempari Mobil Polisi, Lima Bocah di Bawah Umur di Kudus Dibina

Pengecekan itu dilakukan sembari menggelar Apel Gelar Pasukan di Mapolres Kudus. Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma menyebut sesuai amanat Kapolri, Apel Gelar Pasukan diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran Polri. Mulai dari tingkat Mabes Polri hingga kesatuan kewilayahan. Tujuannya, sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Lilin 2021 dalam rangka pengamanan perayaan Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022.

”Pengecekan ini baik pada aspek personel maupun sarana prasarana. Serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda, dan Mitra Kamtibmas lainnya. Ini pengecekan akhir gelar pasukan sebelum pengamanan,” ucapnya.

Kapolres menambahkan perayaan Nataru oleh masyarakat yang biasanya diiringi dengan timbulnya aktivitas keramaian memicu gangguan Kamtibmas, gangguan Kamseltibcar lantas, dan pelanggaran protokol kesehatan Covid – 19.

Oleh karena itu, Polri menyelenggarakan Operasi Lilin 2021 yang akan dilaksanakan selama 10 hari. Dimulai dari tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan tanggal 2 Januari 2022 dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif secara humanis, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional.

“Pengamanan ini tidak boleh di anggap sebagai agenda rutin tahunan biasa. Sehingga menjadikan kita cenderung under estimate dan kurang waspada terhadap setiap dinamika perkembangan masyarakat. Apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini, kita harus lebih peduli,” jelasnya. (zen)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/