alexametrics
26.3 C
Kudus
Thursday, May 19, 2022

Terdengar Desus Money Politics di Pilkades Kudus, Tapi Sulit Dibuktikan

KUDUS – Empat desa rampung menggelar pemilihan kepala desa melalui pengganti antar-waktu (PAW). Yakni Desa Jekulo, Jekulo; Desa Jati Wetan, Jati; Desa Cendono, Dawe; dan Desa Kauman, Kota.

Dari desas-desus, terdengar jika ada politik uang. Menurut sumber yang dihimpun, besarannya mencapai Rp 200 ribu, Rp 3 juta, hingga Rp 3,5 juta. Diberikan kepada satu orang pemilik hak pilih. Sayang, pengakuan dari salah satu sumber tak disertai bukti.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kudus Ardian menyebut, pihaknya memang mendengar adanya isu-isu itu. Tetapi, hingga kini belum ada bukti yang menguatkan. Jadi, hal itu urung untuk diproses lebih lanjut. ”Siapa yang memberi info, siapa yang menerima, dan mana bukti-buktinya masih belum kami temukan. Kami siap memproses lebih lanjut bila ditemukan bukti atau laporan dari masyarakat,” terangnya.


Kajari menuturkan, proses pemilihan kepala desa melalui PAW berjalan aman, tertib, dan lancar. Dia berpesan kepada kades terpilih agar amanah dalam menjalan tugasnya.

Sementara itu, hasil dari PAW memastikan empat kepala desa terpilih. Beberapa kepala desa terpilih merayakan kemenangan secara euforia. Diarak keliling desa dengan mobil. Pemandangan itu ditemukan di Desa Jekulo dan Jati Wetan. Di Jekulo, pemilihan dimenangkan calon kades (cakades) nomor urut 3 atas nama Anif Zjuhri. Yang memperoleh 125 suara. Mengalahkan pasangan nomor 1 Iswandi yang meraih 90 suara dan pasangan nomor urut 2 Sri Ismoyowati yang hanya memperoleh tiga suara.

Baca Juga :  Kemenag Kudus Adakan Beragam Lomba Meriahkan HAB ke-76

Usai dipastikan menang, Anif Zjuhri langsung diarak pendukungnya naik mobil Jeep. Diiringi rebana dan badut yang berkostum tokoh kartun. Mereka keliling jalan di desa hingga akhirnya melakukan syukuran di rumahnya.

Arak-arakan juga berlangsung di Desa Jati Wetan. Pemilihan dimenangkan Agus Susanto nomor urut 1. Memperoleh 76 suara. Mengalahkan Eko Budi Hartono nomor urut 2 yang mendapat 49 suara. Agus Susanto langsung diarak pendukungnya keliling desa menggunakan mobil Jeep. Dengan diiringi para pendukung menggunakan sepeda motor.

Di Desa Cendono, pemilihan diikuti lima cakades dengan berlangsung dua putaran. Pertama, menentukan tiga pasangan teratas. Yang akhirnya menempatkan Abrori, Bambang Saputro, dan H Umar. Pada putaran kedua, akhirnya memenangkan H Umar dengan perolehan 110 suara. Disusul Bambang Saputro dengan 91 suara dan Abrori 32 suara.

Terakhir di Desa Kauman, Kota, pemilihan dimenangkan nomor urut 1 M. Izzudin dengan 19 suara. Mengalahkan cakades nomor urut 2 Eka Satria yang hanya memperoleh satu suara. Dan nomor urut 3 Wawan Lestiono yang memperoleh dua suara.

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma menyebut, selama berjalannya pemilihan berlangsung kondusif. Tak ada gangguan keamanan, kecurangan, maupun kerusuhan yang dijumpai di lapangan. Sementara menindaklanjuti euforia dari kalangan pendukung kades terpilih, dia berpesan agar tidak berlebihan. Mengingat Kudus masih dalam PPKM level III. Selain itu, juga bisa mengganggu ketertiban. ”Kerumunan sebisa mungkin diminimalisasi,” tegasnya. (lin)

 






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Empat desa rampung menggelar pemilihan kepala desa melalui pengganti antar-waktu (PAW). Yakni Desa Jekulo, Jekulo; Desa Jati Wetan, Jati; Desa Cendono, Dawe; dan Desa Kauman, Kota.

Dari desas-desus, terdengar jika ada politik uang. Menurut sumber yang dihimpun, besarannya mencapai Rp 200 ribu, Rp 3 juta, hingga Rp 3,5 juta. Diberikan kepada satu orang pemilik hak pilih. Sayang, pengakuan dari salah satu sumber tak disertai bukti.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kudus Ardian menyebut, pihaknya memang mendengar adanya isu-isu itu. Tetapi, hingga kini belum ada bukti yang menguatkan. Jadi, hal itu urung untuk diproses lebih lanjut. ”Siapa yang memberi info, siapa yang menerima, dan mana bukti-buktinya masih belum kami temukan. Kami siap memproses lebih lanjut bila ditemukan bukti atau laporan dari masyarakat,” terangnya.

Kajari menuturkan, proses pemilihan kepala desa melalui PAW berjalan aman, tertib, dan lancar. Dia berpesan kepada kades terpilih agar amanah dalam menjalan tugasnya.

Sementara itu, hasil dari PAW memastikan empat kepala desa terpilih. Beberapa kepala desa terpilih merayakan kemenangan secara euforia. Diarak keliling desa dengan mobil. Pemandangan itu ditemukan di Desa Jekulo dan Jati Wetan. Di Jekulo, pemilihan dimenangkan calon kades (cakades) nomor urut 3 atas nama Anif Zjuhri. Yang memperoleh 125 suara. Mengalahkan pasangan nomor 1 Iswandi yang meraih 90 suara dan pasangan nomor urut 2 Sri Ismoyowati yang hanya memperoleh tiga suara.

Baca Juga :  RS Mardirahayu Raih Apresiasi Pelayanan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja

Usai dipastikan menang, Anif Zjuhri langsung diarak pendukungnya naik mobil Jeep. Diiringi rebana dan badut yang berkostum tokoh kartun. Mereka keliling jalan di desa hingga akhirnya melakukan syukuran di rumahnya.

Arak-arakan juga berlangsung di Desa Jati Wetan. Pemilihan dimenangkan Agus Susanto nomor urut 1. Memperoleh 76 suara. Mengalahkan Eko Budi Hartono nomor urut 2 yang mendapat 49 suara. Agus Susanto langsung diarak pendukungnya keliling desa menggunakan mobil Jeep. Dengan diiringi para pendukung menggunakan sepeda motor.

Di Desa Cendono, pemilihan diikuti lima cakades dengan berlangsung dua putaran. Pertama, menentukan tiga pasangan teratas. Yang akhirnya menempatkan Abrori, Bambang Saputro, dan H Umar. Pada putaran kedua, akhirnya memenangkan H Umar dengan perolehan 110 suara. Disusul Bambang Saputro dengan 91 suara dan Abrori 32 suara.

Terakhir di Desa Kauman, Kota, pemilihan dimenangkan nomor urut 1 M. Izzudin dengan 19 suara. Mengalahkan cakades nomor urut 2 Eka Satria yang hanya memperoleh satu suara. Dan nomor urut 3 Wawan Lestiono yang memperoleh dua suara.

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma menyebut, selama berjalannya pemilihan berlangsung kondusif. Tak ada gangguan keamanan, kecurangan, maupun kerusuhan yang dijumpai di lapangan. Sementara menindaklanjuti euforia dari kalangan pendukung kades terpilih, dia berpesan agar tidak berlebihan. Mengingat Kudus masih dalam PPKM level III. Selain itu, juga bisa mengganggu ketertiban. ”Kerumunan sebisa mungkin diminimalisasi,” tegasnya. (lin)

 






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/