alexametrics
23.5 C
Kudus
Thursday, July 7, 2022

SDN 2 Tenggeles Kudus Kemalingan, Laptop dan Uang BOS Raib

KUDUS – Penjaga SDN 2 Tenggeles, Mejobo, Kudus, Joko Arip, terkejut ketika membersihkan ruangan guru sekolah itu pukul 06.00 kemarin (23/2). Beberapa buku, alat-alat tulis, dan beberapa berkas berserakan di ruang itu. Ia mengecek. Plafon jebol dan uang bantuan operasional sekolah (BOS) Rp 600 ribu serta satu laptop raib.

Ternyata di ruangan lain dalam satu gedung pintu rusak. Di dalam ruangan itu satu laptop juga hilang.

Kapolsek Mejobo AKP Cipto menjelaskan dari keterangan saksi, pencuri tahu kondisi ruangan yang sebelumnya jadi ruang perpustakaan. Sebab pelaku memilih lewat plafon atas ketimbang masuk lewat jendela atau pintu.


”Karena pintu dan jendela sudah dilengkapi teralis, sehingga pelaku mencari jalan masuk dari sisi lain,” katanya.

Pelaku membobol ruangan dari atap bagian selatan. Tepat di bawah plafon jebol terdapat lemari loker yang diduga memudahkan pelaku turun usai membobol plafon.

Padahal bagian atap juga luas. Tetapi pelaku sangat pas memilih bagian yang dibobol. Sehingga memudahkan aksinya itu.

”Pelaku kemudian mengacak-acak loker dan seiisi ruangan. Hingga akhirnya mengambil satu laptop di atas meja berisi data-data bos,” jelasnya.

Baca Juga :  Sewa Kendaraan untuk Antar Siswa di Kudus Bisa Pakai Dana BOS

Pelaku juga mengambil uang tunai Rp 600 ribu yang disimpan di kotak penyimpanan berbahan plastik di atas meja. Uang itu merupakan uang BOS. Yang rencananya untuk beli alat tulis kantor (ATK).

Sementara satu laptop lainnya yang juga digasak maling berada di ruangan terpisah tapi dalam satu gedung. Di ruangan tersebut pelaku tak lagi lewat atap dan menjebol plafon. Melainkan langsung membuka pintu dan masuk.

Sebenarnya di ruangan guru itu juga ada laptop lain. Tetapi memang rusak. Ada kemungkinan pelaku menyalakan terlebih dahulu. Dan tahu jika rusak. Sehingga tak diambil.

“Tim kami telah datang memeriksa TKP sekaligus mengumpulkan keterangan dari para saksi. Sementara terkait pelaku identitasnya belum diketahui. Masih dalam penyelidikan,” terangnya.

Pihak sekolah sendiri juga telah melapor ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus. Itu dilakukan menyusul laptop yang hilang berisi data-data BOS. Termasuk di dalamnya file laporan penggunaan dana BOS. (zen)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Penjaga SDN 2 Tenggeles, Mejobo, Kudus, Joko Arip, terkejut ketika membersihkan ruangan guru sekolah itu pukul 06.00 kemarin (23/2). Beberapa buku, alat-alat tulis, dan beberapa berkas berserakan di ruang itu. Ia mengecek. Plafon jebol dan uang bantuan operasional sekolah (BOS) Rp 600 ribu serta satu laptop raib.

Ternyata di ruangan lain dalam satu gedung pintu rusak. Di dalam ruangan itu satu laptop juga hilang.

Kapolsek Mejobo AKP Cipto menjelaskan dari keterangan saksi, pencuri tahu kondisi ruangan yang sebelumnya jadi ruang perpustakaan. Sebab pelaku memilih lewat plafon atas ketimbang masuk lewat jendela atau pintu.

”Karena pintu dan jendela sudah dilengkapi teralis, sehingga pelaku mencari jalan masuk dari sisi lain,” katanya.

Pelaku membobol ruangan dari atap bagian selatan. Tepat di bawah plafon jebol terdapat lemari loker yang diduga memudahkan pelaku turun usai membobol plafon.

Padahal bagian atap juga luas. Tetapi pelaku sangat pas memilih bagian yang dibobol. Sehingga memudahkan aksinya itu.

”Pelaku kemudian mengacak-acak loker dan seiisi ruangan. Hingga akhirnya mengambil satu laptop di atas meja berisi data-data bos,” jelasnya.

Baca Juga :  Sopir Ngantuk, Truk Bermuatan Kayu Naik Trotoar, Lalu Terbalik di Kudus

Pelaku juga mengambil uang tunai Rp 600 ribu yang disimpan di kotak penyimpanan berbahan plastik di atas meja. Uang itu merupakan uang BOS. Yang rencananya untuk beli alat tulis kantor (ATK).

Sementara satu laptop lainnya yang juga digasak maling berada di ruangan terpisah tapi dalam satu gedung. Di ruangan tersebut pelaku tak lagi lewat atap dan menjebol plafon. Melainkan langsung membuka pintu dan masuk.

Sebenarnya di ruangan guru itu juga ada laptop lain. Tetapi memang rusak. Ada kemungkinan pelaku menyalakan terlebih dahulu. Dan tahu jika rusak. Sehingga tak diambil.

“Tim kami telah datang memeriksa TKP sekaligus mengumpulkan keterangan dari para saksi. Sementara terkait pelaku identitasnya belum diketahui. Masih dalam penyelidikan,” terangnya.

Pihak sekolah sendiri juga telah melapor ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus. Itu dilakukan menyusul laptop yang hilang berisi data-data BOS. Termasuk di dalamnya file laporan penggunaan dana BOS. (zen)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/