26.4 C
Kudus
Tuesday, February 7, 2023

Pemkab Kudus Akui Kesulitan Tawarkan Dua Tanah Aset ke Investor, Ini Penyebabnya

KUDUS – Pemkab Kudus masih kesulitan menawarkan dua lahan aset yaitu Ngasirah dan eks-Matahari miliknya kepada sejumlah investor. Tetapi hingga kini investor belum ada yang tertarik di dua lahan itu. Mereka menganggap keduanya kurang memadai.

Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus Harso Widodo menyatakan pihaknya telah mencoba menawarkan kedua itu di pameran investasi. Namun belum ada investor yang tertarik di dua lahan itu.

Harso menyebut, beberapa investor tertarik di eks-Matahari. Dari segi lokasi berada di tengah kota.


”Namun luas lahannya kurang besar. Itu dianggap agak susah,” katanya.

Sedangkan di eks-Ngasirah, secara luas sudah representatif. Untuk pengembangan investasi. Akan tetapi secara lokasi berada di pinggiran kota. Sekaligus terlihat kumuh.

Baca Juga :  Bupati Hartopo Harap Dua Formasi JPT Pratama di Pemkab Kudus Harus Sesuai Bidang, Ini Alasannya

”Ketika dilihat sekarang kondisinya kurang terawat. Ditumbuhi rumput liar,” ungkapnya.

Selain itu, kata Harso investor mengalami kebingungan dalam kesepakatan nantinya. Lantaran sewa bangunan.

Untuk itu, Harso mengharapkan adanya perawatan di kedua lahan tersbut. Terutama di eks-Ngasirah. Rumput liar perlu dibabat habis.

”Ini untuk memoles lahan, agar investor tertarik di sana,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Kudus HM Hartopo masih berupaya menarik investor menanamkan modal ke Kudus. Sebelumnya sudah ada investor tertarik, namu hingga kini belum ada minat yang serius.

”Kami targetkan eks Ngasirah dan Matahari ada yang melirik,” harapnya. (gal/zen)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Pemkab Kudus masih kesulitan menawarkan dua lahan aset yaitu Ngasirah dan eks-Matahari miliknya kepada sejumlah investor. Tetapi hingga kini investor belum ada yang tertarik di dua lahan itu. Mereka menganggap keduanya kurang memadai.

Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus Harso Widodo menyatakan pihaknya telah mencoba menawarkan kedua itu di pameran investasi. Namun belum ada investor yang tertarik di dua lahan itu.

Harso menyebut, beberapa investor tertarik di eks-Matahari. Dari segi lokasi berada di tengah kota.

”Namun luas lahannya kurang besar. Itu dianggap agak susah,” katanya.

Sedangkan di eks-Ngasirah, secara luas sudah representatif. Untuk pengembangan investasi. Akan tetapi secara lokasi berada di pinggiran kota. Sekaligus terlihat kumuh.

Baca Juga :  Milad Ke-109, Muhammadiyah: Mari Bersatu dan Bangkit untuk Bangsa

”Ketika dilihat sekarang kondisinya kurang terawat. Ditumbuhi rumput liar,” ungkapnya.

Selain itu, kata Harso investor mengalami kebingungan dalam kesepakatan nantinya. Lantaran sewa bangunan.

Untuk itu, Harso mengharapkan adanya perawatan di kedua lahan tersbut. Terutama di eks-Ngasirah. Rumput liar perlu dibabat habis.

”Ini untuk memoles lahan, agar investor tertarik di sana,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Kudus HM Hartopo masih berupaya menarik investor menanamkan modal ke Kudus. Sebelumnya sudah ada investor tertarik, namu hingga kini belum ada minat yang serius.

”Kami targetkan eks Ngasirah dan Matahari ada yang melirik,” harapnya. (gal/zen)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru