26.4 C
Kudus
Tuesday, February 7, 2023

Empat Pertashop di Kudus Terpaksa Tutup, Ini Gara-garanya

KUDUS – Harga BBM jenis Pertamax diketahui mengalami penurunan sejak (3/1) lalu. Dari harga Rp 13.900 turun jadi Rp 12.800. Meski dengan penurunan harga tersebut, empat Pertashop di Kudus justru tutup. Penurunan penjualan pertamax di pertashop hingga 50 persen.

Empat pertashop tutup itu 4P59301 – Singocandi, 4P59302 – Klumpit, 4P59303 – Bae (sejalur arah Dawe), 4P59306 – Prambatan Lor.

Penutupan itu diduga karena permintaan pertamax di pertashop turun. Imbas kenaikan BBM pada 2022. Selain itu jarak antar SPBU yang terlalu dekat. Sehingga pengendara memilih ke SPBU beli pertalite dibandingkan pertamax.


Wartawan koran ini memantau pertashop di empat titik itu. Pertama di Jalan Bae. Sejak wartawan koran ini datang pukul 11.00 kemarin, pertashop sudah tutup.

Pengelola Pertashop memasang rantai dari ujung satu ke ujung lainnya di depan halaman pertashop itu. Ditunggu beberapa jam, rantai maupun garasi pertashop tetap tidak dibuka.

Wartawan koran ini melanjutkan perjalanan ke Pertashop Singocandi. Hasilnya pun sama, yakni tutup. Tak ada kegiatan apapun yang nampak. Sedangkan pertashop di Karangsambung garasi pintunya buka. Menandakan pertashop itu buka. Tetapi keadaannya sepi, tak ada antrean isi bensin.

Area Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responbility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Brasto Galih Nugroho mengatakan untuk alasan mengenai tutupnya bisa konfirmasi terlebih dahulu dari pihak pemilik Pertashopnya.

Baca Juga :  Wisata River Tubing dan Perahu Desa Tanjungrejo Kudus Mulai Menggeliat

Case by case berbeda. Yang pasti 11 Pertashop di Kudus masih aktif. Informasi untuk pertashop di Prambatan Lor sendiri memang tutup. Informasi dari ownernya sudah beberapa hari tutup karena ada perbaikan jembatan dan gorong-gorong,” jelasnya.

Di Kudus ada sebelas titik pertashop, yakni Pertashop Singocandi, Klumpit, Bae, Bulungcangkring, Getas Pejaten, Prambatan Lor, Bae, Jepang, Honggosoco, Kandangmas, dan Samirejo.

Zakaria, selaku salah satu operator pertashop di Kudus, menyatakan, pertashop Singocandi itu dari pihak Pertamina. Jadi pihaknya sendiri, salah satu anggota kelompok operator pertashop di Kudus, tidak mengetahui alasannya kenapa tutup.

Sementara pertashop di Bae (arah Dawe itu) tutup karena operatornya sudah pindah ke sebuah pabrik di Gondang Manis.

”Kebetulan itu teman saya juga,” katanya.

Dia menjelaskan, meskipun harga Pertamax turun, belum ada kenaikan penjualan hingga 50 persen. ”Saya jaga sift dari pukul 12.30 sampai pukul 07.00,” terangnya.

Dia menjelaskan Pertashop di wilayah Klumpit juga tutup. Itu kebetulan juga operatornya temannya.

”Kami selaku operator pertashop di Kudus juga masih sering komunikasi. Sudah sekitar satu bulan pertashop Klumpit diliburkan, alasannya karena sepi penjualan,” imbuhnya. (ark/zen)






Reporter: Arika Khoiriya

KUDUS – Harga BBM jenis Pertamax diketahui mengalami penurunan sejak (3/1) lalu. Dari harga Rp 13.900 turun jadi Rp 12.800. Meski dengan penurunan harga tersebut, empat Pertashop di Kudus justru tutup. Penurunan penjualan pertamax di pertashop hingga 50 persen.

Empat pertashop tutup itu 4P59301 – Singocandi, 4P59302 – Klumpit, 4P59303 – Bae (sejalur arah Dawe), 4P59306 – Prambatan Lor.

Penutupan itu diduga karena permintaan pertamax di pertashop turun. Imbas kenaikan BBM pada 2022. Selain itu jarak antar SPBU yang terlalu dekat. Sehingga pengendara memilih ke SPBU beli pertalite dibandingkan pertamax.

Wartawan koran ini memantau pertashop di empat titik itu. Pertama di Jalan Bae. Sejak wartawan koran ini datang pukul 11.00 kemarin, pertashop sudah tutup.

Pengelola Pertashop memasang rantai dari ujung satu ke ujung lainnya di depan halaman pertashop itu. Ditunggu beberapa jam, rantai maupun garasi pertashop tetap tidak dibuka.

Wartawan koran ini melanjutkan perjalanan ke Pertashop Singocandi. Hasilnya pun sama, yakni tutup. Tak ada kegiatan apapun yang nampak. Sedangkan pertashop di Karangsambung garasi pintunya buka. Menandakan pertashop itu buka. Tetapi keadaannya sepi, tak ada antrean isi bensin.

Area Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responbility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Brasto Galih Nugroho mengatakan untuk alasan mengenai tutupnya bisa konfirmasi terlebih dahulu dari pihak pemilik Pertashopnya.

Baca Juga :  Tunggakan BPJS Kesehatan Capai Rp 133 Miliar

Case by case berbeda. Yang pasti 11 Pertashop di Kudus masih aktif. Informasi untuk pertashop di Prambatan Lor sendiri memang tutup. Informasi dari ownernya sudah beberapa hari tutup karena ada perbaikan jembatan dan gorong-gorong,” jelasnya.

Di Kudus ada sebelas titik pertashop, yakni Pertashop Singocandi, Klumpit, Bae, Bulungcangkring, Getas Pejaten, Prambatan Lor, Bae, Jepang, Honggosoco, Kandangmas, dan Samirejo.

Zakaria, selaku salah satu operator pertashop di Kudus, menyatakan, pertashop Singocandi itu dari pihak Pertamina. Jadi pihaknya sendiri, salah satu anggota kelompok operator pertashop di Kudus, tidak mengetahui alasannya kenapa tutup.

Sementara pertashop di Bae (arah Dawe itu) tutup karena operatornya sudah pindah ke sebuah pabrik di Gondang Manis.

”Kebetulan itu teman saya juga,” katanya.

Dia menjelaskan, meskipun harga Pertamax turun, belum ada kenaikan penjualan hingga 50 persen. ”Saya jaga sift dari pukul 12.30 sampai pukul 07.00,” terangnya.

Dia menjelaskan Pertashop di wilayah Klumpit juga tutup. Itu kebetulan juga operatornya temannya.

”Kami selaku operator pertashop di Kudus juga masih sering komunikasi. Sudah sekitar satu bulan pertashop Klumpit diliburkan, alasannya karena sepi penjualan,” imbuhnya. (ark/zen)






Reporter: Arika Khoiriya

Most Read

Artikel Terbaru