alexametrics
31.6 C
Kudus
Friday, May 13, 2022

PGRI Kecamatan Kota Kudus Bentuk PGRI Cabang untuk Maksimalkan Kinerja

KUDUS – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Kota membentuk PGRI cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus. Pembentukan ini dilakukan untuk memaksimalkan kinerja pengurus, sekaligus mengurangi beban kerja.

Ketua PGRI Kabupaten Kudus Ahadi Setiawan mengatakan dengan pembentukan pengurus PGRI cabang Dinas Pendidikan ini harapannya iuran guru ini dapat dikoordinir secara maksimal. Karena di wilayah kecamatan Kota untuk guru DPK atau guru PNS yang diperbantukan di sekolah swasta jumlahnya paling banyak.

“Oleh karena itu dengan inovasi baru ini cabang kota kami pecah menjadi cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus yang artinya tidak hanya karyawan di Dinas Pendidikan saja tetapi juga mencakup guru–guru ASN yang diperbantukan di sekolah swasta,” kata Ahadi.


Dia juga menegaskan, uang hasil iuran anggota akan dilaporkan kepada Ketua Cabang PGRI dalam suatu rapat yang terpadu dan terjadwal. Beberapa iuran tersebut antara lain untuk organisasi PGRI Provinsi, iuran sosial, dan juga iuran dana pensiun.

Baca Juga :  Genjot Vaksinasi di Kudus, DPRD: Perlu Kerja Kolaborasi

“Semua iuran itu tidak ada yang ditutup-tutupi tetapi pemakaiannya juga dilakukan dan dilaporkan secara transparan. Apa saja kegiatan PGRI yang menggunakan dana iuran dari anggota di masin–masing cabang tentunya akan kami laporkan secara transparan. Laporan keuangan akan selalu kami sampaikan,” tegas Ahadi.

Menurutnya, dalam masa kepengurusan PGRI periode ini pihaknya akan berusaha menyampaikan amanah dari para anggotanya. Dari yang kurang bagus akan diperbaiki dan yang sudah baik akan ditingkatkan.

“Selain itu, Kecamatan Kota juga sudah terlalu banyak anggotanya, maka lebih efisien dibagi dua dan ikut ke Disdikpora Kudus,” jelasnya. (mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Kota membentuk PGRI cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus. Pembentukan ini dilakukan untuk memaksimalkan kinerja pengurus, sekaligus mengurangi beban kerja.

Ketua PGRI Kabupaten Kudus Ahadi Setiawan mengatakan dengan pembentukan pengurus PGRI cabang Dinas Pendidikan ini harapannya iuran guru ini dapat dikoordinir secara maksimal. Karena di wilayah kecamatan Kota untuk guru DPK atau guru PNS yang diperbantukan di sekolah swasta jumlahnya paling banyak.

“Oleh karena itu dengan inovasi baru ini cabang kota kami pecah menjadi cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus yang artinya tidak hanya karyawan di Dinas Pendidikan saja tetapi juga mencakup guru–guru ASN yang diperbantukan di sekolah swasta,” kata Ahadi.

Dia juga menegaskan, uang hasil iuran anggota akan dilaporkan kepada Ketua Cabang PGRI dalam suatu rapat yang terpadu dan terjadwal. Beberapa iuran tersebut antara lain untuk organisasi PGRI Provinsi, iuran sosial, dan juga iuran dana pensiun.

Baca Juga :  Masih di Bawah Umur, 2 Pelaku Begal Sadis di Kudus Diputus 6 dan 7 tahun

“Semua iuran itu tidak ada yang ditutup-tutupi tetapi pemakaiannya juga dilakukan dan dilaporkan secara transparan. Apa saja kegiatan PGRI yang menggunakan dana iuran dari anggota di masin–masing cabang tentunya akan kami laporkan secara transparan. Laporan keuangan akan selalu kami sampaikan,” tegas Ahadi.

Menurutnya, dalam masa kepengurusan PGRI periode ini pihaknya akan berusaha menyampaikan amanah dari para anggotanya. Dari yang kurang bagus akan diperbaiki dan yang sudah baik akan ditingkatkan.

“Selain itu, Kecamatan Kota juga sudah terlalu banyak anggotanya, maka lebih efisien dibagi dua dan ikut ke Disdikpora Kudus,” jelasnya. (mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/