28 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

PKL Taman Menara Mulai Tempati Penampungan Sementara di Terminal Bakalan Krapyak

KUDUS – Pedagang kaki lima (PKL) Taman Menara Kudus sudah bebenah dan menata dagangannya saat menempati lapak penampungan sementara di Terminal Bakalan Krapyak kemarin (22/11).

Salah satu pedagang jenang Kartinah mengatakan, kepindahannya di Terminal Bakalan Krapyak semestinya kurang disukai. Ia masih menyukai tempat lama di Taman Menara Kudus. Meski sepi peziarah, tapi masih ada orang di luar peziarah yang beli.

”Ya orang-orang motoran yang melintas kadang mampir beli jenang. Kalau di sini (Terminal Bakalan Krapyak, Red) hanya peziarah. Pas sepi ya mungkin ikut sepi. Tapi belum tahu juga baru pindahan hari ini (kemarin, Red). Jadi, belum bisa memastikan laku atau tidak. Mungkin seminggunan baru bisa terasa penjualannya. Semoga kondisinya lebih baik dari sebelumnya,” jelasnya.


Ia mengaku, kepindahan dari Taman Menara ke Terminal Bakalan Krapyak difasilitasi mobil pick up oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus untuk mengangkut barang-barang.

Baca Juga :  Tak Kunjung Diperbaiki, Jalan Rusak di Kudus Ini Diberi Nama Jeglongan Sewu

Pedagang lain, Sudarsih mengaku, lokasi penampungan sementara di Terminal Bakalan Krapyak dilewati peziarah. Ojek-ojek akan menurunkan peziarah ke lokasi PKL. Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus juga menjamin alur perjalanan peziarah melintas ke lokasi penampungan sementara.

”Ya mudah-mudahan ada pembeli dan lebih ramai. Alhammdulillah saya menempati los yang sudah ada dengan kondisi yang layak, karena untuk pedagang jenang tidak berada di lapak yang baru dibangun. Sebab, jenang tidak tahan panas,” jelasnya.

Diketahui, lapak yang sudah jadi jumlah ada 11 tempat. Untuk pedagang jenang empat lapak dan tujuh lapak untuk penjual makanan lain. Sedangkan, lapak yang baru dibangun ada 18 lapak untuk pedagang fashion, suvenir, dan lainnya di luar dagangan makanan dan minuman. (san/lin)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Pedagang kaki lima (PKL) Taman Menara Kudus sudah bebenah dan menata dagangannya saat menempati lapak penampungan sementara di Terminal Bakalan Krapyak kemarin (22/11).

Salah satu pedagang jenang Kartinah mengatakan, kepindahannya di Terminal Bakalan Krapyak semestinya kurang disukai. Ia masih menyukai tempat lama di Taman Menara Kudus. Meski sepi peziarah, tapi masih ada orang di luar peziarah yang beli.

”Ya orang-orang motoran yang melintas kadang mampir beli jenang. Kalau di sini (Terminal Bakalan Krapyak, Red) hanya peziarah. Pas sepi ya mungkin ikut sepi. Tapi belum tahu juga baru pindahan hari ini (kemarin, Red). Jadi, belum bisa memastikan laku atau tidak. Mungkin seminggunan baru bisa terasa penjualannya. Semoga kondisinya lebih baik dari sebelumnya,” jelasnya.

Ia mengaku, kepindahan dari Taman Menara ke Terminal Bakalan Krapyak difasilitasi mobil pick up oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus untuk mengangkut barang-barang.

Baca Juga :  SMP-SMA NU Al Ma’ruf Kudus Launching Laboratorium PAI Digital

Pedagang lain, Sudarsih mengaku, lokasi penampungan sementara di Terminal Bakalan Krapyak dilewati peziarah. Ojek-ojek akan menurunkan peziarah ke lokasi PKL. Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus juga menjamin alur perjalanan peziarah melintas ke lokasi penampungan sementara.

”Ya mudah-mudahan ada pembeli dan lebih ramai. Alhammdulillah saya menempati los yang sudah ada dengan kondisi yang layak, karena untuk pedagang jenang tidak berada di lapak yang baru dibangun. Sebab, jenang tidak tahan panas,” jelasnya.

Diketahui, lapak yang sudah jadi jumlah ada 11 tempat. Untuk pedagang jenang empat lapak dan tujuh lapak untuk penjual makanan lain. Sedangkan, lapak yang baru dibangun ada 18 lapak untuk pedagang fashion, suvenir, dan lainnya di luar dagangan makanan dan minuman. (san/lin)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/