alexametrics
24.2 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Kasus Dugaan Pemerkosaan Nenek, Polisi: Hasil Visum Tak Ada Kekerasan

KUDUS – Polres Kudus menghentikan proses penyelidikan kasus dugaan percobaan pemerkosaan pemuda belasan tahun terhadap nenek 71 tahun. Penghentian penyelidikan dilakukan karena bukti-bukti yang didapat sejauh ini dinilai tidak kuat. Salah satunya hasil visum.

Kasatreskrim Polres Kudus AKP Agustinus David mengatakan hasil visum menunjukkan jika belum ada pemerkosaan ataupun tindak kekerasan lainnya. “Akhirnya penyidikan kami hentikan,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan David menjelaskan kasus yang menimpa nenek berinisial DJ baru merujuk ke upaya percobaan pencabulan. Dan dalam kondisi tersebut korban segera memberontak, sehingga berhasil menggagalkan upaya pemerkosaan tersebut.


“Berhubung penyidikan tidak diproses lebih lanjut, kasus tersebut kami arahkan pada upaya damai di kedua belah pihak. Agar diselesaikan secara kekeluargaan,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang nenek di Kecamatan Jati diduga menjadi korban upaya pemerkosaan oleh remaja 17 tahun. Kejadian itu terjadi pada pada (8/10).

Baca Juga :  Solar Langka di Kudus, Sopir Truk Rela Antre Panjang di SPBU

Kejadian bermula saat nenek DJ sedang tidur di rumahnya. Saat itu rumah nenek 71 tahun tersebut dalam keadaan sepi, sebab anaknya sedang pergi salat Jumat.

Di tengah tidur nyenyaknya, nenek DJ merasa tidak nyaman mendapati celananya melorot beberapa kali. Merasa kesal, nenek DJ bangun dan melihat DT berada satu ranjang dengannya.

Spontan, nenek DJ mengusir remaja 17 tahun itu dari rumahnya. Tetapi nahas, tak berselang lama DT kembali masuk ke kamar dan menindih nenek DJ.

Usai menindih nenek DJ selama kurang lebih 15 menit, DT kemudian keluar meninggalkan rumah tersebut. Tak terima dengan perlakuan DT, nenek DJ melaporkan kejadian ini ke polisi untuk memberikan efek jera pada remaja 17 tahun itu. (mal)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Polres Kudus menghentikan proses penyelidikan kasus dugaan percobaan pemerkosaan pemuda belasan tahun terhadap nenek 71 tahun. Penghentian penyelidikan dilakukan karena bukti-bukti yang didapat sejauh ini dinilai tidak kuat. Salah satunya hasil visum.

Kasatreskrim Polres Kudus AKP Agustinus David mengatakan hasil visum menunjukkan jika belum ada pemerkosaan ataupun tindak kekerasan lainnya. “Akhirnya penyidikan kami hentikan,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan David menjelaskan kasus yang menimpa nenek berinisial DJ baru merujuk ke upaya percobaan pencabulan. Dan dalam kondisi tersebut korban segera memberontak, sehingga berhasil menggagalkan upaya pemerkosaan tersebut.

“Berhubung penyidikan tidak diproses lebih lanjut, kasus tersebut kami arahkan pada upaya damai di kedua belah pihak. Agar diselesaikan secara kekeluargaan,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang nenek di Kecamatan Jati diduga menjadi korban upaya pemerkosaan oleh remaja 17 tahun. Kejadian itu terjadi pada pada (8/10).

Baca Juga :  KKN IK IAIN Kudus Adakan Aksi Bersih Desa

Kejadian bermula saat nenek DJ sedang tidur di rumahnya. Saat itu rumah nenek 71 tahun tersebut dalam keadaan sepi, sebab anaknya sedang pergi salat Jumat.

Di tengah tidur nyenyaknya, nenek DJ merasa tidak nyaman mendapati celananya melorot beberapa kali. Merasa kesal, nenek DJ bangun dan melihat DT berada satu ranjang dengannya.

Spontan, nenek DJ mengusir remaja 17 tahun itu dari rumahnya. Tetapi nahas, tak berselang lama DT kembali masuk ke kamar dan menindih nenek DJ.

Usai menindih nenek DJ selama kurang lebih 15 menit, DT kemudian keluar meninggalkan rumah tersebut. Tak terima dengan perlakuan DT, nenek DJ melaporkan kejadian ini ke polisi untuk memberikan efek jera pada remaja 17 tahun itu. (mal)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/