alexametrics
24.6 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Radar Kudus Gelar Tumpengan dan Doa Bersama Santri Gus Baha’

KUDUS – Direktur, manajer, dan karyawan Jawa Pos Radar Kudus juga memeringati peringati HUT ke-472 Kabupaten Kudus di Joglo Radar Kudus kemarin sore. Dalam acara itu dilaksanakan doa bersama dan potong dua tumpeng.

Acara itu turut menghadirkan salah satu santri/murid Gus Baha’, ustad Hamdan. Yang juga memimpin pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qodir Jaelani.

Sesuai jadwal yang ditentukan acara dimulai sekitar pukul 03.00. Jajaran karyawan sudah berkumpul di Joglo Radar Kudus. Dimulai dengan salat Ashar berjamaah. Setelah itu dilaksanakan bacaan Manaqib oleh ustad Hamdan.


Sebelum memimpin acara Manaqib, Direktur Radar Kudus Baehaqi memberi pengantar terkait rangkaian acara. Dan maksud pembacaan manaqib Syekh Abdul Qadir Jaelani. ”Ada banyak keistimewaaan dalam sosok beliau yang juga dikenal sebagai pemimpin para wali,” jelasnya.

Menurut Baehaqi berbagai keistimewaan itu tersirat dalam kitab Manaqib. Dengan wasilah Manaqib Manaqib Syekh Abdul Qodir Jaelani tersebut Kabupaten Kudus diharapkan tambah maju. Dijauhkan dari pandemi Covid-19. Begitu juga dengan para karyawan Radar Kudus.

Baca Juga :  Waspada Penyebaran PMK, Komisi B DPRD Kudus Imbau Perketat Pengawasan Ternak

”Memohon kepada Allah, tawasul lewat baca Manaqib untuk kesehatan, keselamatan, kelancaran usaha kita. Sekaligus memperingati HUT Kudus,” terangnya.

Setelah menyampaikan sambutan tersebut, pembacaan Manaqib dimulai. Dipimpin ustad Hamdan. Sementara seluruh karyawan duduk bersila di atas tikar. Ikut baca Alfatihah, setelah beberapa kali ustad Hamdan mengucapkan doa di jeda Manaqib. Nampak beberapa karyawan mengkhayati. Sembari menadahkan tangan dan merunduk.

Pembacaan Manaqib berlangsung sekitar 50 menit dan berakhir sekitar pukul 17.00. Dan kemudian ditutup dengan pembacaan doa.

Acara dilanjut dengan potongan tumpeng. Ada dua nampan tumpeng. Dua tumpeng diambil dari angka dua di HUT ke-472.

Satu tumpeng dipotong Direktur Radar Kudus Baehaqi dan satunya ustad Hamdan. Usai pemotongan secara simbolik itu kemudian tumpeng dinikmati semua karyawan. (zen)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Direktur, manajer, dan karyawan Jawa Pos Radar Kudus juga memeringati peringati HUT ke-472 Kabupaten Kudus di Joglo Radar Kudus kemarin sore. Dalam acara itu dilaksanakan doa bersama dan potong dua tumpeng.

Acara itu turut menghadirkan salah satu santri/murid Gus Baha’, ustad Hamdan. Yang juga memimpin pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qodir Jaelani.

Sesuai jadwal yang ditentukan acara dimulai sekitar pukul 03.00. Jajaran karyawan sudah berkumpul di Joglo Radar Kudus. Dimulai dengan salat Ashar berjamaah. Setelah itu dilaksanakan bacaan Manaqib oleh ustad Hamdan.

Sebelum memimpin acara Manaqib, Direktur Radar Kudus Baehaqi memberi pengantar terkait rangkaian acara. Dan maksud pembacaan manaqib Syekh Abdul Qadir Jaelani. ”Ada banyak keistimewaaan dalam sosok beliau yang juga dikenal sebagai pemimpin para wali,” jelasnya.

Menurut Baehaqi berbagai keistimewaan itu tersirat dalam kitab Manaqib. Dengan wasilah Manaqib Manaqib Syekh Abdul Qodir Jaelani tersebut Kabupaten Kudus diharapkan tambah maju. Dijauhkan dari pandemi Covid-19. Begitu juga dengan para karyawan Radar Kudus.

Baca Juga :  Punya Tema Kudus Bangkit, Pemkab Kudus Fokus Benahi Perekonomian

”Memohon kepada Allah, tawasul lewat baca Manaqib untuk kesehatan, keselamatan, kelancaran usaha kita. Sekaligus memperingati HUT Kudus,” terangnya.

Setelah menyampaikan sambutan tersebut, pembacaan Manaqib dimulai. Dipimpin ustad Hamdan. Sementara seluruh karyawan duduk bersila di atas tikar. Ikut baca Alfatihah, setelah beberapa kali ustad Hamdan mengucapkan doa di jeda Manaqib. Nampak beberapa karyawan mengkhayati. Sembari menadahkan tangan dan merunduk.

Pembacaan Manaqib berlangsung sekitar 50 menit dan berakhir sekitar pukul 17.00. Dan kemudian ditutup dengan pembacaan doa.

Acara dilanjut dengan potongan tumpeng. Ada dua nampan tumpeng. Dua tumpeng diambil dari angka dua di HUT ke-472.

Satu tumpeng dipotong Direktur Radar Kudus Baehaqi dan satunya ustad Hamdan. Usai pemotongan secara simbolik itu kemudian tumpeng dinikmati semua karyawan. (zen)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/