alexametrics
26.5 C
Kudus
Sunday, June 5, 2022

Tiga Hari Pelayanan, 546 Penyandang Disabilitas Berhasil Urus Dokumen Kependudukan dan Pendataan

Mudahkan Akses Layanan Publik bagi Difabel

KUDUS – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kudus telah melaksanakan gerakan bersama pelayanan administrasi kependudukan bagi penyandang disabilitas selama tiga hari sejak (17/5) hingga (19/5). Kegiatan tersebut dilaksanakan di SLB Negeri Kaliwungu, SLB Negeri Cendono, SLB Negeri Purwosari, dan SLBS Sunan Muria.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko mengatakan dari pelaksanaan gerakan bersama pelayanan bagi penyandang disabilitas itu tentu akan terus berlanjut. Dari hasil gerakan itu pun tercatat ada jumlah 75 anak yang mengikuti perekaman e-KTP dan 193 anak yang mengikuti pembuatan KIA.

Gerakan tersebut nantinya tidak hanya dilaksanakan di sekolah. Namun, pihaknya juga akan berlanjut dengan cara menggerakkan register desa untuk menyisir keberadaan penyandang difabel. “Dengan cara register desa melaporkan infomasi penyandang disabilitas ke pihak Disdukcapil,” katanya.


Setelah itu, petugas dapat langsung melaksanakan jemput bola ke rumah warga penyandang disabilitas.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Disdukcapil menunjukkan jika dari jumlah 122 siswa di SLB Negeri Kaliwungu berhasil melakukan perekaman e-KTP untuk dua anak. Serta pembuatan kartu identitas anak (KIA) sebanyak 18 anak. Sedangkan di SLB Negeri Purwosari berhasil menghimpun 41 anak yang melakukan perekaman e-KTP, sedangkan untuk kepengurusan KIA ada 82 anak (dari jumlah 139 siswa).

Kepala Disdukcapil Kudus Eko Hari Djatmiko (ARIKA KHOIRIYA/RADAR KUDUS)

Kemudian SLB Negeri Cendono, dari jumlah 191 siswa, sebanyak 23 anak melakukan perekaman e-KTP, dan 60 anak mengurus dokumen KIA. Di SLBS Sunan Muria juga berhasil menjaring sembilan anak untuk melaksanakan perekaman e-KTP dan 33 anak untuk pembuatan KIA (dari jumlah 173 siswa).

Dia juga menjelaskan, jika pelayanan pada gerakan itu tidak hanya untuk kepentingan perekaman e-KTP dan pembuatan KIA. Namun, pihak Disdukcapil juga menghimpun biodata pada dua sekolah. “Tercatat di SLB Negeri Cendono dan Purwosari masing-masing ada 158 dan 120 anak yang telah mengumpulkan biodata,” katanya.

Baca Juga :  Gelar Pelatihan dan Pendampingan ke Pengusaha UMKM Tenun Troso

Biodata tersebut nantinya digunakan untuk pendataan penyandang disabilitas yang berada di Kabupaten Kudus.

Ke depan, diharapkan seluruh penyandang disabilitas yang berada di seluruh wilayah Kabupaten Kudus, khususnya di setiap SLB dapat memiliki dokumen administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, sehingga mendapatkan kemudahan dalam mengakses layanan publik lainnya.

Salah satu guru SLB Negeri Kaliwungu Sutarno berharap dengan adanya gerakan pelayanan terhadap anak difabel di SLB tersebut dapat berkelanjutan setiap tahun. Guna untuk mengkover anak-anak yang belum mempunyai dokumen kependudukan, seperti e-KTP maupun KIA. “Karena setiap tahun juga ada peserta didik baru,” ungkapnya.

Sri Rahayu, salah satu guru SLB Negeri Purwosari mengatakan dengan pelayanan ke SLB itu memudahkan anak-anak difabel untuk mendapatkan dokumen kependudukan. “Karena selama ini mereka tidak punya dokumen tersebut, dan rata-rata orang tua mereka memang tidak ada waktu,” paparnya.

Dia juga menjelaskan, jika sebagian besar peserta didik di sana memang belum mempunyai dokumen kependudukan, seperti KIA. Dan jika diurus secara mandiri akan kesulitan. Demikian halnya yang dinyatakan oleh Fitri, orang tua salah satu siswa SLBN Purwosari asal Desa Wergu Wetan mengatakan, pihaknya sendiri belum bisa 100 persen menemani anaknya setiap hari. “Kesibukan dirumah cukup tinggi. Maka dengan pelayanan seperti ini jadi lebih mudah,” ujarnya. (ark/zen)

KUDUS – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kudus telah melaksanakan gerakan bersama pelayanan administrasi kependudukan bagi penyandang disabilitas selama tiga hari sejak (17/5) hingga (19/5). Kegiatan tersebut dilaksanakan di SLB Negeri Kaliwungu, SLB Negeri Cendono, SLB Negeri Purwosari, dan SLBS Sunan Muria.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko mengatakan dari pelaksanaan gerakan bersama pelayanan bagi penyandang disabilitas itu tentu akan terus berlanjut. Dari hasil gerakan itu pun tercatat ada jumlah 75 anak yang mengikuti perekaman e-KTP dan 193 anak yang mengikuti pembuatan KIA.

Gerakan tersebut nantinya tidak hanya dilaksanakan di sekolah. Namun, pihaknya juga akan berlanjut dengan cara menggerakkan register desa untuk menyisir keberadaan penyandang difabel. “Dengan cara register desa melaporkan infomasi penyandang disabilitas ke pihak Disdukcapil,” katanya.

Setelah itu, petugas dapat langsung melaksanakan jemput bola ke rumah warga penyandang disabilitas.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Disdukcapil menunjukkan jika dari jumlah 122 siswa di SLB Negeri Kaliwungu berhasil melakukan perekaman e-KTP untuk dua anak. Serta pembuatan kartu identitas anak (KIA) sebanyak 18 anak. Sedangkan di SLB Negeri Purwosari berhasil menghimpun 41 anak yang melakukan perekaman e-KTP, sedangkan untuk kepengurusan KIA ada 82 anak (dari jumlah 139 siswa).

Kepala Disdukcapil Kudus Eko Hari Djatmiko (ARIKA KHOIRIYA/RADAR KUDUS)

Kemudian SLB Negeri Cendono, dari jumlah 191 siswa, sebanyak 23 anak melakukan perekaman e-KTP, dan 60 anak mengurus dokumen KIA. Di SLBS Sunan Muria juga berhasil menjaring sembilan anak untuk melaksanakan perekaman e-KTP dan 33 anak untuk pembuatan KIA (dari jumlah 173 siswa).

Dia juga menjelaskan, jika pelayanan pada gerakan itu tidak hanya untuk kepentingan perekaman e-KTP dan pembuatan KIA. Namun, pihak Disdukcapil juga menghimpun biodata pada dua sekolah. “Tercatat di SLB Negeri Cendono dan Purwosari masing-masing ada 158 dan 120 anak yang telah mengumpulkan biodata,” katanya.

Baca Juga :  Bea Cukai Kudus Amankan 1,2 Juta Rokok Bodong

Biodata tersebut nantinya digunakan untuk pendataan penyandang disabilitas yang berada di Kabupaten Kudus.

Ke depan, diharapkan seluruh penyandang disabilitas yang berada di seluruh wilayah Kabupaten Kudus, khususnya di setiap SLB dapat memiliki dokumen administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, sehingga mendapatkan kemudahan dalam mengakses layanan publik lainnya.

Salah satu guru SLB Negeri Kaliwungu Sutarno berharap dengan adanya gerakan pelayanan terhadap anak difabel di SLB tersebut dapat berkelanjutan setiap tahun. Guna untuk mengkover anak-anak yang belum mempunyai dokumen kependudukan, seperti e-KTP maupun KIA. “Karena setiap tahun juga ada peserta didik baru,” ungkapnya.

Sri Rahayu, salah satu guru SLB Negeri Purwosari mengatakan dengan pelayanan ke SLB itu memudahkan anak-anak difabel untuk mendapatkan dokumen kependudukan. “Karena selama ini mereka tidak punya dokumen tersebut, dan rata-rata orang tua mereka memang tidak ada waktu,” paparnya.

Dia juga menjelaskan, jika sebagian besar peserta didik di sana memang belum mempunyai dokumen kependudukan, seperti KIA. Dan jika diurus secara mandiri akan kesulitan. Demikian halnya yang dinyatakan oleh Fitri, orang tua salah satu siswa SLBN Purwosari asal Desa Wergu Wetan mengatakan, pihaknya sendiri belum bisa 100 persen menemani anaknya setiap hari. “Kesibukan dirumah cukup tinggi. Maka dengan pelayanan seperti ini jadi lebih mudah,” ujarnya. (ark/zen)

Most Read

Artikel Terbaru

/