alexametrics
28.1 C
Kudus
Tuesday, June 7, 2022

Mewisuda 444 Siswa, Yayasan Assa’idiyyah Al Qudst Tanamkan Digitalisasi Pendidikan

KUDUS – Yayasan Assa’idiyyah Al Qudst mewisuda 444 siswa dari jenjang SMP, MA, dan SMK di aula Desa Kirig, Kecematan Mejobo kemarin. Pada tahun mulai tahun pelajaran 2022/2023 dikenalkan muatan kurikulum digital dengan harapan siswa mampu bersaing dan menjawab tantangan zaman.

Ketua Yayasan Assa’idiyyah Al Qudst, KH Noor Khalim menyatakan semua jenjang lulusan dibekali ilmu teknologi atau berbasis digital. Siswa yang lulus bisa lebih kreatif dan punya daya saing tinggi.

“Saya menekankan pada lulusan tetap menonjol di bidang digital yang kami membekali. Karena melihat fenomena sekarang lewat HP bisa menghasilkan karya yang dijual maupun berinvestasi,” katanya.


Dalam waktu dekat pihak yayasan akan mengembangkan kurikulim digital investasi pada semua tingkatan mulai dari jenjang SMP, MA dan SMK. Untuk itu yayasan akan segera meluncurkan jenjang pendidikan D1 jurusan coding. Diharapkan siswa bisa lebih expert dan menjawab tantangan zaman.

Dia menyebut kurikulum digital tersebut sangat perlu diterapkan dalam pendidikan. Sumber daya manusia (SDM) siswa perlu digenjot mengikuti perkembangan zaman. Jika tidak dimulai dari sekarang siswa akan ketinggalan dan kalah bersaing.

Baca Juga :  Baku Hantam di Pilkades Kudus, Satu Orang Dilarikan ke RS

“Kalau tidak sekarang kapan lagi. Kami akan menggembangkan dari tingkat SMP nanti,” ungkapnya.

Pihaknya juga berpesan kepada seluruh lulusan agar jangan berputus asa dalam menuntut ilmu. Setiap lulusan diharapkan bisa meneruskan wasiat leluhur yayasan Assa’idiyyah. Yakni tetap ngaji atau mengenyam pendidikan pesantren dibarengi dengan sekolah.

“Karena hal itu sudah paten (Ngaji dan sekolah, Red) tidak bisa dipisahkan, yang terpenting adalah akhlakul karimah dinomorsatukan,” mintanya.

Khalim juga mengapresiasi dan terima kasih kepada para orangtua siswa yang menghadiri wisuda kemarin. Orangtua telah mempercayakan kepada yayasan Assa’idiyyah mendidik para putri dan putra tercintanya.

“Saya haturkan permintaan maaf kepada siswa dan orangtua saat guru mendidik ada salah kata maupun tindakan, itu tidak disengaja. Dengan memaafkan guru ilmu anak-anak akan lebih bermanfaat,”katanya. (gal/mal)  






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Yayasan Assa’idiyyah Al Qudst mewisuda 444 siswa dari jenjang SMP, MA, dan SMK di aula Desa Kirig, Kecematan Mejobo kemarin. Pada tahun mulai tahun pelajaran 2022/2023 dikenalkan muatan kurikulum digital dengan harapan siswa mampu bersaing dan menjawab tantangan zaman.

Ketua Yayasan Assa’idiyyah Al Qudst, KH Noor Khalim menyatakan semua jenjang lulusan dibekali ilmu teknologi atau berbasis digital. Siswa yang lulus bisa lebih kreatif dan punya daya saing tinggi.

“Saya menekankan pada lulusan tetap menonjol di bidang digital yang kami membekali. Karena melihat fenomena sekarang lewat HP bisa menghasilkan karya yang dijual maupun berinvestasi,” katanya.

Dalam waktu dekat pihak yayasan akan mengembangkan kurikulim digital investasi pada semua tingkatan mulai dari jenjang SMP, MA dan SMK. Untuk itu yayasan akan segera meluncurkan jenjang pendidikan D1 jurusan coding. Diharapkan siswa bisa lebih expert dan menjawab tantangan zaman.

Dia menyebut kurikulum digital tersebut sangat perlu diterapkan dalam pendidikan. Sumber daya manusia (SDM) siswa perlu digenjot mengikuti perkembangan zaman. Jika tidak dimulai dari sekarang siswa akan ketinggalan dan kalah bersaing.

Baca Juga :  Hari Pertama Kerja usai Lebaran, Enam ASN di Rembang Izin Cuti

“Kalau tidak sekarang kapan lagi. Kami akan menggembangkan dari tingkat SMP nanti,” ungkapnya.

Pihaknya juga berpesan kepada seluruh lulusan agar jangan berputus asa dalam menuntut ilmu. Setiap lulusan diharapkan bisa meneruskan wasiat leluhur yayasan Assa’idiyyah. Yakni tetap ngaji atau mengenyam pendidikan pesantren dibarengi dengan sekolah.

“Karena hal itu sudah paten (Ngaji dan sekolah, Red) tidak bisa dipisahkan, yang terpenting adalah akhlakul karimah dinomorsatukan,” mintanya.

Khalim juga mengapresiasi dan terima kasih kepada para orangtua siswa yang menghadiri wisuda kemarin. Orangtua telah mempercayakan kepada yayasan Assa’idiyyah mendidik para putri dan putra tercintanya.

“Saya haturkan permintaan maaf kepada siswa dan orangtua saat guru mendidik ada salah kata maupun tindakan, itu tidak disengaja. Dengan memaafkan guru ilmu anak-anak akan lebih bermanfaat,”katanya. (gal/mal)  






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/