alexametrics
30.2 C
Kudus
Monday, June 6, 2022

Tasmi' 10 Juz Pondok Pesantren Muhammadiyah Kudus

Kualitas dan Kuantitas Hafalan disaksikan Langsung Oleh Wali Santri

KUDUS — Pondok Pesantren Muhammadiyah Kudus tingkat Madrasah Aliyah melaksanakan ujian tasmi ‘ pada (21/5-22/5). Kegiatan tasmi’ sendiri bertujuan untuk mengecek seberapa jauh kualitas dan kuantitas hafalan santri. Saat pelaksanaan tasmi’ tersebut, tidak hanya disimak oleh penguji, namun juga didampingi langsung oleh wali santri.

Kepala MA Muhammadiyah Kudus Oemar Kamad menyatakan setidaknya ada 31 santi yang mengikuti agenda tasmi’. Terdiri dari 16 santri putra dan 15 santri putri. “Satu anak di simak satu penguji, sekaligus di simak oleh orang tuanya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sebelum diadakannya agenda tasmi’, pihak madrasah juga melaksanakan dauroh tahfiz pada (13/5-20/5), kegiatan itu dilaksanakan di dua daerah pimpinan ranting Muhammadiyah Kabupaten Kudus. “Tujuan dauroh sendiri untuk menambah dan menguatkan hafalan,” paparnya.


Untuk tahun ini, kata dia, kegiatan dauroh tahfiz  hanya dilaksanakan dua kali. Sebelumnya bisa mencapai tiga kali. Hal itu terjadi karena masih menaati protokol kesehatan (prokes).

SIMAK: Salah satu santri putri saat disimak oleh penguji ditemani sang ibu dibelakangnya saat pelaksanaan ujian tasmi’ di MA Muhammadiyah Kudus pada (20/5). (ARIKA KHOIRIYA/RADAR KUDUS)

Koordinator Tahfiz MA Muhammadiyah Kudus Abdul Wahid menyebut kegiatan dauroh tahfiz itu sebagai penjelas jika dalam menghafal alquran itu tidak hanya setor hafalan, habis itu selesai. Namun, bisa di tasmikan, yakni dengan cara santri melafalkan kembali semua hafalan yang sudah disetorkan ke penguji dalam satu waktu.

Baca Juga :  Eksodan GAM Tuntut Haknya, Dewan: Kami Fasilitasi

Tasmi sendiri sebagai agenda terakhir dari program tahfiz. Menghadirkan orang tua setiap ujian tasmi itu pun bertujuan agar wali santri dapat memetik buah atas usaha putra-putrinya dalam menghafal alquran. “Agar merasakan buah manis perjuangan mereka,” ujarnya.

“Ujian tasmi tahun ini, tiap santri ditargetkan 10 juz, biasanya bisa mencapai 15 juz,” tambahnya. Dengan program tersebut, santri diharapkan dapat memiliki hafalan yang kuat. Bagi yang sudah lulus, bisa melanjutkan hafalan juz-juz selanjutnya.

Selanjutnya, Oemar juga menerangkan, dengan bekal alquran, serta program dauroh tahfiz dan tasmi yang sudah berjalan selama dua tahun itu, diharapkan dapat memberikan bekal untuk para santri sebagai pegangan hidup. “Karena dengan itu, pasti akan berimbas pada sikap, akhlak, dan kehidupan mereka,” imbuhnya.

Lebih lanjut, kata dia, sampai pada Juni 2022 nanti pihaknya juga masih menerima murid (santri) baru untuk MA Muhammadiyah Kudus yang terletak di Jl. KHR. Asnawi, Lemah Gunung, Krandon, Kudus. Pendaftaran bisa langsung melalui link https://bit.ly/PSBPONTRENMUHKUDUS, atau dapat menghubungi panitia penerimaan santri baru melalui nomor 082135919977. (ark)

KUDUS — Pondok Pesantren Muhammadiyah Kudus tingkat Madrasah Aliyah melaksanakan ujian tasmi ‘ pada (21/5-22/5). Kegiatan tasmi’ sendiri bertujuan untuk mengecek seberapa jauh kualitas dan kuantitas hafalan santri. Saat pelaksanaan tasmi’ tersebut, tidak hanya disimak oleh penguji, namun juga didampingi langsung oleh wali santri.

Kepala MA Muhammadiyah Kudus Oemar Kamad menyatakan setidaknya ada 31 santi yang mengikuti agenda tasmi’. Terdiri dari 16 santri putra dan 15 santri putri. “Satu anak di simak satu penguji, sekaligus di simak oleh orang tuanya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sebelum diadakannya agenda tasmi’, pihak madrasah juga melaksanakan dauroh tahfiz pada (13/5-20/5), kegiatan itu dilaksanakan di dua daerah pimpinan ranting Muhammadiyah Kabupaten Kudus. “Tujuan dauroh sendiri untuk menambah dan menguatkan hafalan,” paparnya.

Untuk tahun ini, kata dia, kegiatan dauroh tahfiz  hanya dilaksanakan dua kali. Sebelumnya bisa mencapai tiga kali. Hal itu terjadi karena masih menaati protokol kesehatan (prokes).

SIMAK: Salah satu santri putri saat disimak oleh penguji ditemani sang ibu dibelakangnya saat pelaksanaan ujian tasmi’ di MA Muhammadiyah Kudus pada (20/5). (ARIKA KHOIRIYA/RADAR KUDUS)

Koordinator Tahfiz MA Muhammadiyah Kudus Abdul Wahid menyebut kegiatan dauroh tahfiz itu sebagai penjelas jika dalam menghafal alquran itu tidak hanya setor hafalan, habis itu selesai. Namun, bisa di tasmikan, yakni dengan cara santri melafalkan kembali semua hafalan yang sudah disetorkan ke penguji dalam satu waktu.

Baca Juga :  Sopir Mengantuk, Truk Hantam Jembatan di Jekulo Kudus, Pantura Macet

Tasmi sendiri sebagai agenda terakhir dari program tahfiz. Menghadirkan orang tua setiap ujian tasmi itu pun bertujuan agar wali santri dapat memetik buah atas usaha putra-putrinya dalam menghafal alquran. “Agar merasakan buah manis perjuangan mereka,” ujarnya.

“Ujian tasmi tahun ini, tiap santri ditargetkan 10 juz, biasanya bisa mencapai 15 juz,” tambahnya. Dengan program tersebut, santri diharapkan dapat memiliki hafalan yang kuat. Bagi yang sudah lulus, bisa melanjutkan hafalan juz-juz selanjutnya.

Selanjutnya, Oemar juga menerangkan, dengan bekal alquran, serta program dauroh tahfiz dan tasmi yang sudah berjalan selama dua tahun itu, diharapkan dapat memberikan bekal untuk para santri sebagai pegangan hidup. “Karena dengan itu, pasti akan berimbas pada sikap, akhlak, dan kehidupan mereka,” imbuhnya.

Lebih lanjut, kata dia, sampai pada Juni 2022 nanti pihaknya juga masih menerima murid (santri) baru untuk MA Muhammadiyah Kudus yang terletak di Jl. KHR. Asnawi, Lemah Gunung, Krandon, Kudus. Pendaftaran bisa langsung melalui link https://bit.ly/PSBPONTRENMUHKUDUS, atau dapat menghubungi panitia penerimaan santri baru melalui nomor 082135919977. (ark)

Most Read

Artikel Terbaru

/