alexametrics
25.3 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Program Menuju Merdeka Belajar Butuh Tim Pendampingan Literasi

KUDUS – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus melalui bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menggelar kegiatan pendampingan tim peningkatan kompetensi literasi. Tim pendampingan literasi ini dibutuhkan untuk menuju Merdeka Belajar.

Acara tersebut dibuka Sekdin Disdikpora Kudus Dian Vitayani. Disdikpora juga mengundang Widyaprada Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP PAUD dan Dikmas) Jawa Tengah Heri Martono.

Sekdin Disdikpora Kudus Dian Vitayani menerangkan, kompetensi literasi sangat dibutuhkan. Apalagi, menuju Merdeka Belajar. Kebijakan Merdeka Belajar bisa mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, termasuk didalamnya ada kemampuan literasi.


“Ini hubungannya dengan perubahan mindset, terutama guru. Mengubah kebiasaan siswa mendengarkan dan berubah pola siswa yang aktif. Contohnya mengajak diskusi dengan memecahkan suatu persoalan, sehingga siswa mau tidak mau mencari refrensi dan ini bisa dikatakan menumbuhkan lagi literasi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Viral Remaja Mesum di GOR Balai Jagong Kudus, Dinas Akui Kecolongan

Sementara itu, Heri Martono mengatakan, nilai literasi bisa dilihat dari rapot pendidikan dari hasil Assesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Kalau misalnya rata-rata sekolah kondisi literasi numerasi ada kesenjangan atau masih rendah, maka butuh adanya pembentukan pendampingan tim peningkatan literasi.

“Tim tersebut didalamnya dari berbagai lembaga atau instansi, seperti penulis, media, perpusda, Bappeda dan Disdikpora sebagai leading sekotornya. Tujuannya, untuk meningkatkan literasi numerasi,” imbuhnya.

Nantinya, memberikan advokasi literasi ke sekolah-sekolah. Heri mengatakan, segera membentuk tim pendampingan literasi daerah (TPLD). Menurutnya, sistem tersebut memiliki peran sentral dalam mendorong sekolah sebagai motor penggerak pendidikan dengan literasi dan numerasi.

“Tugas utama melakukan penguatan kemampuan literasi dan numerasi di sekolah terutama yang terkena dampak dari learning loss yang diakibatkan pandemi,” ujarnya. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus melalui bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menggelar kegiatan pendampingan tim peningkatan kompetensi literasi. Tim pendampingan literasi ini dibutuhkan untuk menuju Merdeka Belajar.

Acara tersebut dibuka Sekdin Disdikpora Kudus Dian Vitayani. Disdikpora juga mengundang Widyaprada Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP PAUD dan Dikmas) Jawa Tengah Heri Martono.

Sekdin Disdikpora Kudus Dian Vitayani menerangkan, kompetensi literasi sangat dibutuhkan. Apalagi, menuju Merdeka Belajar. Kebijakan Merdeka Belajar bisa mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, termasuk didalamnya ada kemampuan literasi.

“Ini hubungannya dengan perubahan mindset, terutama guru. Mengubah kebiasaan siswa mendengarkan dan berubah pola siswa yang aktif. Contohnya mengajak diskusi dengan memecahkan suatu persoalan, sehingga siswa mau tidak mau mencari refrensi dan ini bisa dikatakan menumbuhkan lagi literasi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Porak-poranda Diterjang Angin Ribut, Taman Krida Kudus Ditutup Sementara

Sementara itu, Heri Martono mengatakan, nilai literasi bisa dilihat dari rapot pendidikan dari hasil Assesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Kalau misalnya rata-rata sekolah kondisi literasi numerasi ada kesenjangan atau masih rendah, maka butuh adanya pembentukan pendampingan tim peningkatan literasi.

“Tim tersebut didalamnya dari berbagai lembaga atau instansi, seperti penulis, media, perpusda, Bappeda dan Disdikpora sebagai leading sekotornya. Tujuannya, untuk meningkatkan literasi numerasi,” imbuhnya.

Nantinya, memberikan advokasi literasi ke sekolah-sekolah. Heri mengatakan, segera membentuk tim pendampingan literasi daerah (TPLD). Menurutnya, sistem tersebut memiliki peran sentral dalam mendorong sekolah sebagai motor penggerak pendidikan dengan literasi dan numerasi.

“Tugas utama melakukan penguatan kemampuan literasi dan numerasi di sekolah terutama yang terkena dampak dari learning loss yang diakibatkan pandemi,” ujarnya. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/