26.4 C
Kudus
Tuesday, February 7, 2023

Pedagang Pasar Bitingan Kudus Mengaku Dapat Makanan Berformalin Diduga dari Juwana Pati

KUDUS – Makanan mengandung zat formalin atau zat berbahaya lainnya yang ditemukan di Pasar Bitingan diduga berasal dari produsen dari Juwana, Pati. Ini berdasarkan wawancara wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini kepada beberapa pedagang Pasar Bitingan. Mereka mendapatkan bahan makanan berbahaya dari produsen asal Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati.

Salah satu pedagang, SA mengaku tak tahu jika teri nasi yang ia jual mengandung zat formalin.

Setelah diteliti Disperindag Jateng menemukan dua kandungan itu di teri nasinya.


Pedagang tersebut, biasanya tidak menjual jenis teri nasi yang dibanderol Rp 90 ribu per kilonya itu.

Biasanya ia meminta kepada produsen teri nasi yang harganya Rp 145 ribu per kilogram. Namun saat itu stok sedang kosong. Menurutnya teri tersebut dipesan dari Juana.

”Kalau jenis teri ini (Rp 90 ribu, Red) malah ga laku. Ini buat pelengkap saja,” katanya.

Begitu juga dengan IS yang menjual bleng bahan tambahan pembuat kerupuk. Ia mendapatkan barang tersebut dari Juana. Dirinya juga tidak tahu ada kandungan borak di dalamnya.

”Harganya Rp 2 ribu. Ini mau menghabiskan stok dulu baru tidak jualan,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan dari Disperindag Jateng pada Oktober 2022 lalu mengambil 79 sempel makanan dari Pasar Bitingan. Setelah diteliti, 66 bahan makanan negatif formalin atau zat bahaya lainnya.

Baca Juga :  RSUD Kudus Bikin Centra Khusus Penyakit Menular

Sisanya, 13 lainnya mengandung zat berbahaya seperti formalin dan zat bahaya lainnya. Makanan yang ditemukan berbahaya yaitu 11 ikan asin dan dua bakso.

Sementara barang lainnya yang berbahaya yaitu kerupuk berwarna-warni. Kerupuk tersebut mengandung pewarna tekstil.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah segera menindaklanjuti temuan bahan makanan berbahaya di Pasar Bitingan. Produsen penyuplai bahan makanan berbahaya diberikan teguran. Pihaknya juga akan menutup pabrik itu jika masih nekat menjual makanan yang tak aman untuk masyarakat.

Kabid Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Disperindag Jawa Tengah Senen mengaku telah menindaklanjuti temuan tersebut. Salah satunya menyampaikan ke Bidang Perindustrian Disperindag Jateng.

”Ada konsekuensinya (ketika masih memproduksi produk mengandung zat berbahaya, Red). Bisa ditutup pabriknya atau produsennya itu,” katanya.

Pengawasan ini diharapkan perlu tindak lanjut dan edukasi dari Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus ke depan. Sebelumnya dari Disdag Kudus akan mengevaluasi surat izin pendasaran dari pedagang. Juga melakukan pembinaan. (gal/zen)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Makanan mengandung zat formalin atau zat berbahaya lainnya yang ditemukan di Pasar Bitingan diduga berasal dari produsen dari Juwana, Pati. Ini berdasarkan wawancara wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini kepada beberapa pedagang Pasar Bitingan. Mereka mendapatkan bahan makanan berbahaya dari produsen asal Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati.

Salah satu pedagang, SA mengaku tak tahu jika teri nasi yang ia jual mengandung zat formalin.

Setelah diteliti Disperindag Jateng menemukan dua kandungan itu di teri nasinya.

Pedagang tersebut, biasanya tidak menjual jenis teri nasi yang dibanderol Rp 90 ribu per kilonya itu.

Biasanya ia meminta kepada produsen teri nasi yang harganya Rp 145 ribu per kilogram. Namun saat itu stok sedang kosong. Menurutnya teri tersebut dipesan dari Juana.

”Kalau jenis teri ini (Rp 90 ribu, Red) malah ga laku. Ini buat pelengkap saja,” katanya.

Begitu juga dengan IS yang menjual bleng bahan tambahan pembuat kerupuk. Ia mendapatkan barang tersebut dari Juana. Dirinya juga tidak tahu ada kandungan borak di dalamnya.

”Harganya Rp 2 ribu. Ini mau menghabiskan stok dulu baru tidak jualan,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan dari Disperindag Jateng pada Oktober 2022 lalu mengambil 79 sempel makanan dari Pasar Bitingan. Setelah diteliti, 66 bahan makanan negatif formalin atau zat bahaya lainnya.

Baca Juga :  Kreatif, Produksi Fogging Rumahan dengan Biaya Terjangkau

Sisanya, 13 lainnya mengandung zat berbahaya seperti formalin dan zat bahaya lainnya. Makanan yang ditemukan berbahaya yaitu 11 ikan asin dan dua bakso.

Sementara barang lainnya yang berbahaya yaitu kerupuk berwarna-warni. Kerupuk tersebut mengandung pewarna tekstil.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah segera menindaklanjuti temuan bahan makanan berbahaya di Pasar Bitingan. Produsen penyuplai bahan makanan berbahaya diberikan teguran. Pihaknya juga akan menutup pabrik itu jika masih nekat menjual makanan yang tak aman untuk masyarakat.

Kabid Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Disperindag Jawa Tengah Senen mengaku telah menindaklanjuti temuan tersebut. Salah satunya menyampaikan ke Bidang Perindustrian Disperindag Jateng.

”Ada konsekuensinya (ketika masih memproduksi produk mengandung zat berbahaya, Red). Bisa ditutup pabriknya atau produsennya itu,” katanya.

Pengawasan ini diharapkan perlu tindak lanjut dan edukasi dari Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus ke depan. Sebelumnya dari Disdag Kudus akan mengevaluasi surat izin pendasaran dari pedagang. Juga melakukan pembinaan. (gal/zen)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru