alexametrics
22.8 C
Kudus
Wednesday, June 29, 2022

Terapkan Kampus Berintegritas, IAIN Kudus Dapat Award

KUDUS – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus Mudzakir menerima Radar Kudus Award kemarin. Dia diberi penghargaan sebagai Rektor Pelopor Perubahan Perguruan Tinggi yang Berintegritas.

Anugerah Radar Kudus Award tersebut, diberikan Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi kepada Rektor IAIN Kudus Mudzakir di Gedung Rektorat lantai III IAIN Kudus. Pada penyerahan ini, Mudzakir didampingi Wakil Rektor I Supa’at dan Wakil Rektor III Ihsan.

Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi mengapresiasi peran IAIN Kudus dalam memajukan sistem pendidikan perguruan tinggi yang transparan. Kepemimpinan Mudzakir mampu menjalankan dan mengolaborasiakan nilai teknologi sekaligus menanamkan integritas.


”IAIN merupakan kampus berbasis agama, tetapi menerapkan sistem teknologi. Perkembangannya sangat berdampak pada kehidupan. Kalau dimanaj dengan baik, akan berdampak yang luar biasa,” katanya saat memberikan sambutan.

Menurut Baehaqi, IAIN Kudus telah mencanangkan zona integritas dalam praktik pendidikan. Hal itu untuk mencetak sarjana menanamkan integritas yang tinggi serta berperan penting di masyarakat.

Di sisi Iain, IAIN Kudus punya sistem smart kampus dan Sistem Manajamen Universitas Terpadu (SMURT) yang memberikan kemudahan mahasiswa mengakses. Akses ke kampus bisa dilakukan di mana saja, secara cepat dan mudah. ”Aksesnya transparan. Ini untuk menghindari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Kudus Mudzakir mengatakan, berintegritas adalah pengetahuan dan teori harus nyambung dengan prilaku keseharian. Penerapannya dengan menjalakan norma dan nila agama untuk diterapkan dalam kehiduapan. ”Kalau korupsi itu dosa, jangan melakukan. Ketika berpretasi itu ajaran, mari kita kejar. Harus kita siapkan antara norma dan perilaku menjadi satu kesatuan yang terintegrasi,” katanya.

Baca Juga :  Jelang PROPER, Teknologi Ramah Lingkungan PLTU PLN Sabet Penghargaan

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, IAIN Kudus terus berbenah. Peningkatan teknologi di kampus akan terus dioptimalkan. Hal ini ditunjukkan melalui penambahan fasilitas video wall.

Sementara SMURT, menurut Mudzakir, adanya sistem tersebut seluruh kegiatan terintegrasi menjadi satu sistem. Ini ditunjukkan melalui sistem awal mahasiswa mendaftar kuliah hingga lulus nantinya.

”Kami juga melakukan tranpsparansi. Pemaparan visi misi bakal calon rektor melalui Zoom Meeting dipantau seluruh warga kampus. Ini baru kali pertama. Biasanya tertutup,” katanya.

Berbarengan dengan anugerah  Radar Kudus Award, IAIN Kudus memberikan penghargaan kepada 124 mahasiswa berprestasi tingkat nasional dan internasional.

Wakil Rektor III IAIN Kudus Ihsan berpesan kepada mahasiwa berprestasi, agar jangan terlalu puas apa yang diraih sekarang. Sebab, kompetisi ke depan akan terus berlanjut. ”Mahasiswa meraih prestasi di bidang akademik dan nonakademik. Saya berharap bisa mencetak mahasiswa yang unggul lain,” harapnya. (lin)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus Mudzakir menerima Radar Kudus Award kemarin. Dia diberi penghargaan sebagai Rektor Pelopor Perubahan Perguruan Tinggi yang Berintegritas.

Anugerah Radar Kudus Award tersebut, diberikan Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi kepada Rektor IAIN Kudus Mudzakir di Gedung Rektorat lantai III IAIN Kudus. Pada penyerahan ini, Mudzakir didampingi Wakil Rektor I Supa’at dan Wakil Rektor III Ihsan.

Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi mengapresiasi peran IAIN Kudus dalam memajukan sistem pendidikan perguruan tinggi yang transparan. Kepemimpinan Mudzakir mampu menjalankan dan mengolaborasiakan nilai teknologi sekaligus menanamkan integritas.

”IAIN merupakan kampus berbasis agama, tetapi menerapkan sistem teknologi. Perkembangannya sangat berdampak pada kehidupan. Kalau dimanaj dengan baik, akan berdampak yang luar biasa,” katanya saat memberikan sambutan.

Menurut Baehaqi, IAIN Kudus telah mencanangkan zona integritas dalam praktik pendidikan. Hal itu untuk mencetak sarjana menanamkan integritas yang tinggi serta berperan penting di masyarakat.

Di sisi Iain, IAIN Kudus punya sistem smart kampus dan Sistem Manajamen Universitas Terpadu (SMURT) yang memberikan kemudahan mahasiswa mengakses. Akses ke kampus bisa dilakukan di mana saja, secara cepat dan mudah. ”Aksesnya transparan. Ini untuk menghindari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Kudus Mudzakir mengatakan, berintegritas adalah pengetahuan dan teori harus nyambung dengan prilaku keseharian. Penerapannya dengan menjalakan norma dan nila agama untuk diterapkan dalam kehiduapan. ”Kalau korupsi itu dosa, jangan melakukan. Ketika berpretasi itu ajaran, mari kita kejar. Harus kita siapkan antara norma dan perilaku menjadi satu kesatuan yang terintegrasi,” katanya.

Baca Juga :  Mangkir 64 Hari, Dua Guru di Kudus Dipecat

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, IAIN Kudus terus berbenah. Peningkatan teknologi di kampus akan terus dioptimalkan. Hal ini ditunjukkan melalui penambahan fasilitas video wall.

Sementara SMURT, menurut Mudzakir, adanya sistem tersebut seluruh kegiatan terintegrasi menjadi satu sistem. Ini ditunjukkan melalui sistem awal mahasiswa mendaftar kuliah hingga lulus nantinya.

”Kami juga melakukan tranpsparansi. Pemaparan visi misi bakal calon rektor melalui Zoom Meeting dipantau seluruh warga kampus. Ini baru kali pertama. Biasanya tertutup,” katanya.

Berbarengan dengan anugerah  Radar Kudus Award, IAIN Kudus memberikan penghargaan kepada 124 mahasiswa berprestasi tingkat nasional dan internasional.

Wakil Rektor III IAIN Kudus Ihsan berpesan kepada mahasiwa berprestasi, agar jangan terlalu puas apa yang diraih sekarang. Sebab, kompetisi ke depan akan terus berlanjut. ”Mahasiswa meraih prestasi di bidang akademik dan nonakademik. Saya berharap bisa mencetak mahasiswa yang unggul lain,” harapnya. (lin)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/