alexametrics
30.7 C
Kudus
Wednesday, July 6, 2022

IAIN Kudus Dukung Pergelaran Busana Kudus Empat Negeri

KUDUS – Pemkab Kudus melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah menggelar Pergelaran Busana Kudusan di Pendopo Kabupaten Kudus Senin (21/12). Dalam pergelaran itu, IAIN Kudus mendukung busana empat negeri.

Untuk mendukung itu, IAIN Kudus mengirim mahasiswa dan mahasiswi sebagai model dalam peragaan busana Kudusan.

Ulfah Rahmawati, kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM IAIN Kudus, merasa senang dan bangga atas keterlibatan mahasiswa dalam pagelaran tersebut. Meskipun dengan waktu latihan yang relatif singkat mereka mampu menjalankan tugas dengan baik.


Pagelaran ini diadakan secara meriah dalam rangka memperkenalkan budaya pakaian adat Kudusan kepada masyarakat luas. Kegiatan ini sendiri bertema pagelaran busana kudusan empat negeri.

Ada empat busana Kudusan yang ditampilkam dalam peragaan busana ini. Di antaranya yaitu busana penganten toto kaji, busana kudusan gaya saudagar muslim dan saudagar peranakan, busana Kudusan jas koko iket kudusan, dan busana kudusan caping kalo pedagang dan caping kalo berkerudung.

Baca Juga :  Waspada Penyebaran PMK, Komisi B DPRD Kudus Imbau Perketat Pengawasan Ternak

Keempat busana Kudusan tersebut di adopsi dari empat budaya yang berbeda yakni, Jawa, Arab, China, dan Kolonial Belanda.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kudus Hartopo didampingi Ketua TP PKK Kudus Mawar Hartopo, Forkopimda, Asisten Sekda, dan Kepala OPD.

Bupati Kudus Hartopo menyampaikan, keunikan dalam busana kudusan ini belum dieksplorasi secara utuh ke masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya ingin mengenalkan busana Kudusan ini kepada masyarakat luas khususnya warga setempat supaya mengenal budaya lokalnya sendiri.

“Dalam acara malam ini kita sama-sama mengeksplore dan menyaksikan beberapa ke-khas-an busana kami. Saya harap dari pagelaran ini masyarakat mengetahui ternyata Kudus ini mempunyai kekayaan budaya yang begitu agung nilainya,” ungkapnya. (usi/*)

KUDUS – Pemkab Kudus melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah menggelar Pergelaran Busana Kudusan di Pendopo Kabupaten Kudus Senin (21/12). Dalam pergelaran itu, IAIN Kudus mendukung busana empat negeri.

Untuk mendukung itu, IAIN Kudus mengirim mahasiswa dan mahasiswi sebagai model dalam peragaan busana Kudusan.

Ulfah Rahmawati, kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM IAIN Kudus, merasa senang dan bangga atas keterlibatan mahasiswa dalam pagelaran tersebut. Meskipun dengan waktu latihan yang relatif singkat mereka mampu menjalankan tugas dengan baik.

Pagelaran ini diadakan secara meriah dalam rangka memperkenalkan budaya pakaian adat Kudusan kepada masyarakat luas. Kegiatan ini sendiri bertema pagelaran busana kudusan empat negeri.

Ada empat busana Kudusan yang ditampilkam dalam peragaan busana ini. Di antaranya yaitu busana penganten toto kaji, busana kudusan gaya saudagar muslim dan saudagar peranakan, busana Kudusan jas koko iket kudusan, dan busana kudusan caping kalo pedagang dan caping kalo berkerudung.

Baca Juga :  IAIN Kudus Gelar Pelatihan Penyusunan Proposal Inkubasi Bisnis Pesantren

Keempat busana Kudusan tersebut di adopsi dari empat budaya yang berbeda yakni, Jawa, Arab, China, dan Kolonial Belanda.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kudus Hartopo didampingi Ketua TP PKK Kudus Mawar Hartopo, Forkopimda, Asisten Sekda, dan Kepala OPD.

Bupati Kudus Hartopo menyampaikan, keunikan dalam busana kudusan ini belum dieksplorasi secara utuh ke masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya ingin mengenalkan busana Kudusan ini kepada masyarakat luas khususnya warga setempat supaya mengenal budaya lokalnya sendiri.

“Dalam acara malam ini kita sama-sama mengeksplore dan menyaksikan beberapa ke-khas-an busana kami. Saya harap dari pagelaran ini masyarakat mengetahui ternyata Kudus ini mempunyai kekayaan budaya yang begitu agung nilainya,” ungkapnya. (usi/*)


Most Read

Artikel Terbaru

/