alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Telan Rp 6,3 M, Progres Pembangunan Jembatan Penghubung Antarkabupaten di Kudus Capai 87 Persen

KUDUS – Progres pembangunan jembatan penghubung antara Desa Sidorekso-Blimbing Kidul, Kaliwungu capai 87 persen. Saat ini pekerja denan fokus memasang kerangka jembatan.

Pembangunan ini dilakukan untuk menggantikan jembatan lama yang sudah tak layak: sempit dan lapuk.

Jembatan itu dibangun dan dikerjakan CV Adi Wirastama dengan nilai kontrak Rp 6,3 Miliar. Mulai dikerjakan sejak (23/6). Dan akan berakhir (19/10) atau selama 150 hari kalender.


Panjang jembatan baru itu yakni 45 meter dengan lebar 5,5 meter. Dari lebar itu akan terpotong satu meter sebagai trotoar. Masing-masing setengah meter pada bagian kanan dan kiri jembatan.

Staf Pelaksana pembangunan dari CV Adi Wirastama Amin Reza menyebut jembatan ini akan lebih lebar dari ukuran jembatan semula. Selain itu jembatan akan lebih kokoh dengan konstruksi baja.

“Progres pembangunan sudah mencapai 87 persen. Saat ini masih fokus memasang kerangka jembatan,” terangnya.

Menurutnya jembatan di Sidorekso memang mendesak untuk dibangun. Sebab kontruksi jembatan yang lama yang kurang kuat dan terlalu sempit untuk simpangan kendaraan.

“Yang dulu lebarnya hanya tiga meter. Lantainya kayu. Kalau dibuat simpangan juga sempit sekali,” paparnya.

Baca Juga :  Kementerian Perdagangan Terjunkan Tim ke Kudus, Apa Tujuannya?

Kepala Desa Sidorekso Mochamad Arifin mengatakan Jembatan Sidorekso-Blimbing Kidul menjadi akses penghubung antardesa, bahkan antarkabupaten. Sebab selain menghubungkan Desa Sidorekso dan Blimbing Kidul, juga menjadi akses alternatif orang Kudus dan Jepara.

Pihaknya memang sudah berkali-kali mengusulkan adanya perbaikan atau penggantian jembatan yang lama. Sebab kondisi jembatan lama memang memprihatinkan. Tak layak karena banyak titik yang lapuk. Serta banyak lubang.

“Kami sudah mengajukan ke PUPR, juga usul ke Bupati. Saat musrembang kami usulkan. Kami lakukan setiap tahun,” tambahnya.

Pengajuan terakhir yakni pada forum jagong bareng bupati Kudus Hartopo bersama para kades se-Kabupaten Kudus. Setelah itu barulah ada tindaklanjut.

“Ya harapannya ini dibangun sesuai aturan dan anggaran yang ada. Biar bagus dan tak mudah rusak. Sehingga bisa dinikmati sampai anak cucu,” katanya. .

Kepala Desa Blimbing Kidul Poernomo menjelaskan pihak sudah tiga kali mengajukan pembangunan jembatan tersebut. “Kami bersyukur bisa terealisasi tahun ini. Setelah jadi, jembatan tersebut akan mempermudah akses transportasi dan ekonomi,” terangnya. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Progres pembangunan jembatan penghubung antara Desa Sidorekso-Blimbing Kidul, Kaliwungu capai 87 persen. Saat ini pekerja denan fokus memasang kerangka jembatan.

Pembangunan ini dilakukan untuk menggantikan jembatan lama yang sudah tak layak: sempit dan lapuk.

Jembatan itu dibangun dan dikerjakan CV Adi Wirastama dengan nilai kontrak Rp 6,3 Miliar. Mulai dikerjakan sejak (23/6). Dan akan berakhir (19/10) atau selama 150 hari kalender.

Panjang jembatan baru itu yakni 45 meter dengan lebar 5,5 meter. Dari lebar itu akan terpotong satu meter sebagai trotoar. Masing-masing setengah meter pada bagian kanan dan kiri jembatan.

Staf Pelaksana pembangunan dari CV Adi Wirastama Amin Reza menyebut jembatan ini akan lebih lebar dari ukuran jembatan semula. Selain itu jembatan akan lebih kokoh dengan konstruksi baja.

“Progres pembangunan sudah mencapai 87 persen. Saat ini masih fokus memasang kerangka jembatan,” terangnya.

Menurutnya jembatan di Sidorekso memang mendesak untuk dibangun. Sebab kontruksi jembatan yang lama yang kurang kuat dan terlalu sempit untuk simpangan kendaraan.

“Yang dulu lebarnya hanya tiga meter. Lantainya kayu. Kalau dibuat simpangan juga sempit sekali,” paparnya.

Baca Juga :  Kemenag Kudus Imbau Takbiran Keliling Tak Pakai Kendaraan

Kepala Desa Sidorekso Mochamad Arifin mengatakan Jembatan Sidorekso-Blimbing Kidul menjadi akses penghubung antardesa, bahkan antarkabupaten. Sebab selain menghubungkan Desa Sidorekso dan Blimbing Kidul, juga menjadi akses alternatif orang Kudus dan Jepara.

Pihaknya memang sudah berkali-kali mengusulkan adanya perbaikan atau penggantian jembatan yang lama. Sebab kondisi jembatan lama memang memprihatinkan. Tak layak karena banyak titik yang lapuk. Serta banyak lubang.

“Kami sudah mengajukan ke PUPR, juga usul ke Bupati. Saat musrembang kami usulkan. Kami lakukan setiap tahun,” tambahnya.

Pengajuan terakhir yakni pada forum jagong bareng bupati Kudus Hartopo bersama para kades se-Kabupaten Kudus. Setelah itu barulah ada tindaklanjut.

“Ya harapannya ini dibangun sesuai aturan dan anggaran yang ada. Biar bagus dan tak mudah rusak. Sehingga bisa dinikmati sampai anak cucu,” katanya. .

Kepala Desa Blimbing Kidul Poernomo menjelaskan pihak sudah tiga kali mengajukan pembangunan jembatan tersebut. “Kami bersyukur bisa terealisasi tahun ini. Setelah jadi, jembatan tersebut akan mempermudah akses transportasi dan ekonomi,” terangnya. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru