alexametrics
28.1 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

KKN-IK IAIN Kudus Ciptakan Puzzle Etnomatematika

KUDUS – Mahasiswa KKN-IK IAIN Kudus berhasil menciptakan permainan edukatif  berupa puzzle etnomatematika. Karya itu menjadi salah satu hasil program kerja yang dibuat Tim KKN-IK Loram Kulon.

Koordinator Desa Loram Kulon sekaligus penggagas permainan edukatif tersebut Najib Iqom El Hikam mengatakan, dari program kerja ini, mahasiswa berhasil membuat produk inovasi, berupa permainan puzzle etnomatematika.

“Puzzle etnomatematika ini di desain secara khusus sebagai upaya penyampaian nilai moderasi beragama lewat matematika. Etnomatematika menjadi pengait ilmu matematika dengan kebudayaan. Dengan adanya penggunaan etnomatematika dalam pembelajaran matematika akan menambah kemampuan matematika pada anak usia sekolah dasar meliputi kemampuan memahami konsep matematika, kemampuan berhitung, dan kemampuan pemahaman masalah” jelasnya.


Dia mengatakan objek kebudayaan yang ditampilkan yakni Menara Kudus dan Masjid Agung Demak. Alasan memilih dua objek kebudayaan tersebut karena telah dikenali masyarakat, utamanya masyarakat Jawa Tengah. Dua bangunan  tersebut juga dijadikan sebagai sarana penyampaian nilai moderasi beragama. Tak hanya penyampaian moderasi beragama, siswa juga diajarkan rumus dan implementasi bangun datar dalam dua bangunan bersejarah tersebut.

Dengan begitu, puzzle etnomatematika tersebut sangat berguna bagi siswa. Baik yang sudah mahir maupun yang baru belajar. Puzzle etnomatika yang diciptakan khusus untuk materi bangun datar. Puzzle etnomatematika tersebut dilengkapi dengan visual gambar warna-warni sehingga memunculkan kesan menarik perhatian siswa. Puzzle tersebut hanya berasal dari kertas yang mudah dicetak dan tidak terlalu mahal dalam pembuatannya.

“Kami ingin terus menyosialisasikan moderasi beragama dengan hal yang menarik. Dan kami juga akan terus kembangkan puzzle etnomatematika ini lebih bagus lagi. Hal ini relevan dengan tagline LPPM IAIN Kudus yang mengusung tema moderasi beragama pada KKN-IK tahun ini,” imbuh Kordes Loram Kulon.

Baca Juga :  Lima Pemdes di Kudus Surati Kementerian Soal Wewenang Penghijauan Patiayam

Kegiatan yang bertajuk “Sosialisasi Penerapan Moderasi Beragama dalam Materi Bangun Datar berbasis Etnomatematika“ ini diikuti siswa kelas 6A dan 6B di MI NU Miftahul Ulum dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Kegiatan tersebut dibagi menjadi dua sesi. Tujuannya agar lebih kondusif dan tidak terlalu ramai. Dengan begitu siswa dapat lebih memahami dan terfokus apa yang telah diterangkan oleh tim KKN-IK IAIN Kudus. Para siswa sangat antusias dalam mengikuti sosialisasi moderasi beragama tersebut dengan pendekatan etnomatematika. Dengan cara tersebut siswa lebih mudah dalam memahami bangun datar.

Rukhaini Fitri Rahmawati, M.Pd.I., selaku DPL KKN-IK Loram Kulon mendukung program ini. Menurutnya hal yang menarik yakni sasaran pengenalan nilai-nilai moderasi beragama yang dipilih mahasiswa anak usia MI dan pembelajaran yang diberikan juga tidak klasikal seperti pengajian atau penyuluhan, tapi langsung mengintegrasikan pengenalan nilai-nilai demokrasi dalam pembelajaran lewat puzzle etnomatematika.

Mohammad Dzofir, Ketua LPPM IAIN Kudus, mengapresiasi produk inovasi peserta KKN IK berupa puzzle etnomatematika. Permainan edukatif ini tentu akan memberi kontribusi besar dalam upaya edukasi nilai moderasi beragama kepada anak.

KKN IK IAIN Kudus dirancang untuk mendorong mahasiswa melakukan berbagai program pengabdian masyarakat berbasis pada kompetensi program studi. Melalui kegiatan KKN IK, mahasiswa memperoleh pengalaman bersosialisasi dengan masyarakat sekaligus mengembangkan daya inovasi dan kreativitas untuk berkontribusi di masyarakat. (KKN-IK IAIN KUDUS/*)

KUDUS – Mahasiswa KKN-IK IAIN Kudus berhasil menciptakan permainan edukatif  berupa puzzle etnomatematika. Karya itu menjadi salah satu hasil program kerja yang dibuat Tim KKN-IK Loram Kulon.

Koordinator Desa Loram Kulon sekaligus penggagas permainan edukatif tersebut Najib Iqom El Hikam mengatakan, dari program kerja ini, mahasiswa berhasil membuat produk inovasi, berupa permainan puzzle etnomatematika.

“Puzzle etnomatematika ini di desain secara khusus sebagai upaya penyampaian nilai moderasi beragama lewat matematika. Etnomatematika menjadi pengait ilmu matematika dengan kebudayaan. Dengan adanya penggunaan etnomatematika dalam pembelajaran matematika akan menambah kemampuan matematika pada anak usia sekolah dasar meliputi kemampuan memahami konsep matematika, kemampuan berhitung, dan kemampuan pemahaman masalah” jelasnya.

Dia mengatakan objek kebudayaan yang ditampilkan yakni Menara Kudus dan Masjid Agung Demak. Alasan memilih dua objek kebudayaan tersebut karena telah dikenali masyarakat, utamanya masyarakat Jawa Tengah. Dua bangunan  tersebut juga dijadikan sebagai sarana penyampaian nilai moderasi beragama. Tak hanya penyampaian moderasi beragama, siswa juga diajarkan rumus dan implementasi bangun datar dalam dua bangunan bersejarah tersebut.

Dengan begitu, puzzle etnomatematika tersebut sangat berguna bagi siswa. Baik yang sudah mahir maupun yang baru belajar. Puzzle etnomatika yang diciptakan khusus untuk materi bangun datar. Puzzle etnomatematika tersebut dilengkapi dengan visual gambar warna-warni sehingga memunculkan kesan menarik perhatian siswa. Puzzle tersebut hanya berasal dari kertas yang mudah dicetak dan tidak terlalu mahal dalam pembuatannya.

“Kami ingin terus menyosialisasikan moderasi beragama dengan hal yang menarik. Dan kami juga akan terus kembangkan puzzle etnomatematika ini lebih bagus lagi. Hal ini relevan dengan tagline LPPM IAIN Kudus yang mengusung tema moderasi beragama pada KKN-IK tahun ini,” imbuh Kordes Loram Kulon.

Baca Juga :  SMP NU Al Ma'ruf Terus Torehkan Prestasi di Tengah Pandemi

Kegiatan yang bertajuk “Sosialisasi Penerapan Moderasi Beragama dalam Materi Bangun Datar berbasis Etnomatematika“ ini diikuti siswa kelas 6A dan 6B di MI NU Miftahul Ulum dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Kegiatan tersebut dibagi menjadi dua sesi. Tujuannya agar lebih kondusif dan tidak terlalu ramai. Dengan begitu siswa dapat lebih memahami dan terfokus apa yang telah diterangkan oleh tim KKN-IK IAIN Kudus. Para siswa sangat antusias dalam mengikuti sosialisasi moderasi beragama tersebut dengan pendekatan etnomatematika. Dengan cara tersebut siswa lebih mudah dalam memahami bangun datar.

Rukhaini Fitri Rahmawati, M.Pd.I., selaku DPL KKN-IK Loram Kulon mendukung program ini. Menurutnya hal yang menarik yakni sasaran pengenalan nilai-nilai moderasi beragama yang dipilih mahasiswa anak usia MI dan pembelajaran yang diberikan juga tidak klasikal seperti pengajian atau penyuluhan, tapi langsung mengintegrasikan pengenalan nilai-nilai demokrasi dalam pembelajaran lewat puzzle etnomatematika.

Mohammad Dzofir, Ketua LPPM IAIN Kudus, mengapresiasi produk inovasi peserta KKN IK berupa puzzle etnomatematika. Permainan edukatif ini tentu akan memberi kontribusi besar dalam upaya edukasi nilai moderasi beragama kepada anak.

KKN IK IAIN Kudus dirancang untuk mendorong mahasiswa melakukan berbagai program pengabdian masyarakat berbasis pada kompetensi program studi. Melalui kegiatan KKN IK, mahasiswa memperoleh pengalaman bersosialisasi dengan masyarakat sekaligus mengembangkan daya inovasi dan kreativitas untuk berkontribusi di masyarakat. (KKN-IK IAIN KUDUS/*)

Most Read

Artikel Terbaru

/