alexametrics
29.4 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Ada Warga Kudus Diduga Ikut Paham Radikal, Begini Tanggapan Dandim

KUDUS – Salah satu warga di Kabupaten Kudus diduga menjadi anggota Khilafatul Muslimin sekaligus aktif di dalamnya. Penguatan organisasi pelajar menjadi peran penting untuk menangkal radikalisme.

Dandim 0722/Kudus Letko Kav Indarto mengungkapkan, pihaknya telah menelusuri dan menyelidiki kabar tersebut. Sekaligus mencari seberapa besar potensi kelompok tersebut masuk ke Kudus.

Dari hasil kajian dan penelusurannya tersebut, di Kudus masih kondusif. Kelompok tersebut belum ditemukan di Kudus. ”Kegiatannya sudah ada, tapi di Jepara. Di Kudus belum ada temuan,” jelasnya.


TNI bersama Polri berupaya melakukan pencegahan penyebaran paham radikalisme masuk ke Kudus. Langkah ini akan dilakukan pengawasan secara ketat ke setiap wilayah. Ditindaklanjuti patroli setiap hari.

Terpisah, Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus Ali Iksan menyatakan, paham radikalisme harus dibendung melalui beberapa pendekatan. Salah satunya penguatan karakter siswa.

Baca Juga :  Bupati Pastikan Pasar Dandangan Kudus Tak Dilaksanakan, Ini Alasannya

Penguatan karakter pada siswa bisa dibentuk melalui pergaulan. Yaitu ikut andil dalam keorganisasian di tingkat pelajar hingga mahasiswa. Nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme harus diajarkan dengan benar.

”Radikalisme harus dicegah, baik paham kanan maupun kiri. Organisasi menjadi peran penting atau tonggak antisipasi penyebaran,” jelasnya.

Ali menambahkan, kelompok tersebut hanyalah letupan sesaat. Masyarakat dan generasi muda di Kudus dianggap sudah terampil dalam memilah.

Bupati Kudus HM Hartopo menyatakan, pemerintah daerah telah berupaya maksimal untuk mencegah paham tersebut. Hal ini sebagai langkah antisipasi, sehingga perberkembangan dari daerah-daerah lain. ”Di Kudus belum masuk. Kami selalu berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk mencegah penyebaran paham radikalisme,” jelasnya. (gal/lin)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Salah satu warga di Kabupaten Kudus diduga menjadi anggota Khilafatul Muslimin sekaligus aktif di dalamnya. Penguatan organisasi pelajar menjadi peran penting untuk menangkal radikalisme.

Dandim 0722/Kudus Letko Kav Indarto mengungkapkan, pihaknya telah menelusuri dan menyelidiki kabar tersebut. Sekaligus mencari seberapa besar potensi kelompok tersebut masuk ke Kudus.

Dari hasil kajian dan penelusurannya tersebut, di Kudus masih kondusif. Kelompok tersebut belum ditemukan di Kudus. ”Kegiatannya sudah ada, tapi di Jepara. Di Kudus belum ada temuan,” jelasnya.

TNI bersama Polri berupaya melakukan pencegahan penyebaran paham radikalisme masuk ke Kudus. Langkah ini akan dilakukan pengawasan secara ketat ke setiap wilayah. Ditindaklanjuti patroli setiap hari.

Terpisah, Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus Ali Iksan menyatakan, paham radikalisme harus dibendung melalui beberapa pendekatan. Salah satunya penguatan karakter siswa.

Baca Juga :  Kadin Kudus Desak Kemenag Tidak Perlu Sertifikasi Ulang Halal

Penguatan karakter pada siswa bisa dibentuk melalui pergaulan. Yaitu ikut andil dalam keorganisasian di tingkat pelajar hingga mahasiswa. Nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme harus diajarkan dengan benar.

”Radikalisme harus dicegah, baik paham kanan maupun kiri. Organisasi menjadi peran penting atau tonggak antisipasi penyebaran,” jelasnya.

Ali menambahkan, kelompok tersebut hanyalah letupan sesaat. Masyarakat dan generasi muda di Kudus dianggap sudah terampil dalam memilah.

Bupati Kudus HM Hartopo menyatakan, pemerintah daerah telah berupaya maksimal untuk mencegah paham tersebut. Hal ini sebagai langkah antisipasi, sehingga perberkembangan dari daerah-daerah lain. ”Di Kudus belum masuk. Kami selalu berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk mencegah penyebaran paham radikalisme,” jelasnya. (gal/lin)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/