alexametrics
25.3 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Habib Ali Mahir Tutup Usia, Dikenal Cair dan Ceria

KUDUS – Habib Ali Mahir, mantan anggota DPR RI asal Kudus tutup usia kemarin. Politikus Partai Nasdem itu dikenal sangat peduli dan tak pernah marah.

Sebelum meninggal dunia, dia dikabarkan sempat mendapatkan perawatan intensif.

Wafatnya Habib Ali Mahir ini dibenarkan Sekretaris DPD Partai Nasdem Kudus Muhtamat. Dia sempat mendapat kabar kepergian itu pada Rabu (21/4) fajar. Selain itu, dia juga mendengar kabar mendapat perawatan di rumah sakit.


“Saya kaget sebenarnya menerima kabar kepergian beliau. Menurut informasi diperkirakaran terkena jantung,” terangnya.

Politikus Partai Nasdem ini mengungkapkan, sosok Habib Ali Mahir di DPW Nasdem Jawa Tengah menjabat sebagai wakil ketua bidang perekonomian. Sosok Ali, kata Muhtamat, anggota pergantian antarwaktu (PAW). Dia menggantikan Muhammad Prasetyo yang pada kesempatan itu ditunjuk menjadi jaksa agung.

Saat menjadi anggota DPR RI, pria kelahiran Kudus tersebut duduk di komisi IX. Juga membidangi dunia kesehatan. Sementara dia mewakili daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah II, yang meliputi Kudus, Jepara, dan Demak. Ali Mahir menjabat DPR RI pada periode 2014-2019.

Baca Juga :  Diduga Selewengkan Anggaran, Pengurus Pamsimas di Kudus Dipolisikan

Muhtamat mengaku, sangat berkesan dengan sosok Habib Ali Mahir. Almarhum bisa mencairkan suasana saat ada gesekan pendapat antarkader. Lewat joke yang mampu menyejukkan hati. Di samping itu, almarhum dikenal tak pernah marah dan selalu memberi dukungan.

“Halo bib, gimana kabar ente?,” tiru Muhtamat gelagak keceriaan Habib Ali Mahir.

Muhtamat menyebutkan, beberapa kebijakan strategis pernah digagas Habib Ali Mahir dan dirasakan masyarakat. Habib Ali selalu intena memperhatikan dunia kesehatan. Salah satunya dengan ajakan pembentukan kampung KB hingga Germas.

Momen yang berkesan, kata Muhtamat, Habib Ali Mahir turut berperan langsung saat penyemprotan disinfektan.

Habib Ali Mahir sendiri di makamkan di area pemakaman keluarga di Desa Bakalan Krapyak. 






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Habib Ali Mahir, mantan anggota DPR RI asal Kudus tutup usia kemarin. Politikus Partai Nasdem itu dikenal sangat peduli dan tak pernah marah.

Sebelum meninggal dunia, dia dikabarkan sempat mendapatkan perawatan intensif.

Wafatnya Habib Ali Mahir ini dibenarkan Sekretaris DPD Partai Nasdem Kudus Muhtamat. Dia sempat mendapat kabar kepergian itu pada Rabu (21/4) fajar. Selain itu, dia juga mendengar kabar mendapat perawatan di rumah sakit.

“Saya kaget sebenarnya menerima kabar kepergian beliau. Menurut informasi diperkirakaran terkena jantung,” terangnya.

Politikus Partai Nasdem ini mengungkapkan, sosok Habib Ali Mahir di DPW Nasdem Jawa Tengah menjabat sebagai wakil ketua bidang perekonomian. Sosok Ali, kata Muhtamat, anggota pergantian antarwaktu (PAW). Dia menggantikan Muhammad Prasetyo yang pada kesempatan itu ditunjuk menjadi jaksa agung.

Saat menjadi anggota DPR RI, pria kelahiran Kudus tersebut duduk di komisi IX. Juga membidangi dunia kesehatan. Sementara dia mewakili daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah II, yang meliputi Kudus, Jepara, dan Demak. Ali Mahir menjabat DPR RI pada periode 2014-2019.

Baca Juga :  Astaga... Pesta Handsanitizer di Sel, Tiga Napi di Rutan Blora Tewas

Muhtamat mengaku, sangat berkesan dengan sosok Habib Ali Mahir. Almarhum bisa mencairkan suasana saat ada gesekan pendapat antarkader. Lewat joke yang mampu menyejukkan hati. Di samping itu, almarhum dikenal tak pernah marah dan selalu memberi dukungan.

“Halo bib, gimana kabar ente?,” tiru Muhtamat gelagak keceriaan Habib Ali Mahir.

Muhtamat menyebutkan, beberapa kebijakan strategis pernah digagas Habib Ali Mahir dan dirasakan masyarakat. Habib Ali selalu intena memperhatikan dunia kesehatan. Salah satunya dengan ajakan pembentukan kampung KB hingga Germas.

Momen yang berkesan, kata Muhtamat, Habib Ali Mahir turut berperan langsung saat penyemprotan disinfektan.

Habib Ali Mahir sendiri di makamkan di area pemakaman keluarga di Desa Bakalan Krapyak. 






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/