alexametrics
31.6 C
Kudus
Tuesday, May 17, 2022

Terus Bertambah, Total Kerugian Nasabah KSP GMG Kudus Tembus Rp 205 Miliar

KUDUS – Total kerugian anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Giri Muria Group (GMG) terus bertambah. Kini dari hasil verifikasi kurator yang ditunjuk Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang terdapat sekitar Rp 205 miliar. Jumlah ini berasal dari simpanan/tagihan anggota/kreditor dan pihak lainnya yang menaruh uang dan asetnya di koperasi yang beralamat di Jalan Raya Kudus-Colo Km. 9, Cendono, Dawe, Cendono, Kudus.

Diberitakan sebelumnya pada awal Januari 2021, KSP GMG resmi dipailitkan. Ini sesuai keputusan majelis hakim di Pengadilan Niaga Semarang pada Pengadilan Negeri Semarang yang disampaikan kemarin.

Putusan ini, menyusul kompaknya para kreditor yang menolak proposal perdamaian yang diajukan GMG. Dalam sidang perkara No 28/Pdt.sus-PKPU/2021/PN.Niaga.Smg.


Teguh Santoso pengacara enam nasabah GMG menyebut dalam pencocokan terakhir terkait piutang GMG oleh kurator terdapat penambahan tagihan. Yakni berasal dari beberapa bank.

”Kemarin ada tagihan masuk lagi dari Bank BRI dan tiga BPR saat proses pencocokan terakhir. Sehingga total angka kasarnya sekitar Rp 205 miliar,” tambahnya.

Penambahan itu sempat membuatnya terkejut. Sebab dirinya memprediksi piutang hanya berasal dari anggota atau kreditor yang memiliki simpanan di koperasi itu. Tetapi ternyata koperasi tersebut juga memiliki tanggungan/tagihan dari pihak bank lain.

”Kalau dari enam nasabah yang saya wakili ini total dana mereka yang tersimpan Rp 1 miliar,” imbuhnya.

Yusuf Istanto pengacara dari 15 nasabah lainnya menyebut dari laporan RAT KSP GMG pada 2019 yang dilaporkan ke Disnakerperinkop pada 2020, koperasi tersebut memiliki 1.300-an nasabah. Dengan total simpanan dana anggota yang dikelola mencapai Rp 80-100 miliar.

Baca Juga :  Peringati Women's Day, Mahasiswa di Kudus Desak Pemerintah Sahkan RUU TPKS

Artinya berkaca pada laporan dan hasil verifikasi tersebut menurutnya sejak awal apa yang dilaporkan KSP GMG ada yang tidak beres. Sebab dari hasil verifikasi kurator saat ini jumlah piutang KSP GMG lebih dari itu.

Sementara dari penelusurannya, Yusuf menambahkan koperasi itu memiliki jaringan. Ada empat BPR yang dinilainya berafiliasi dengan KSP GMG itu.

Yusuf mengaku dari lima belas kliennya saja mengalami kerugian Rp 13 miliar. Karena dana simpanannya tak bisa diambil. Dan ngendon di koperasi tersebut selama beberapa tahun.

Atas kejadian tersebut akhirnya pihaknya bersama pengacara lain mengambil langkah hukum dengan melaporkan ke Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang. Agar koperasi tersebut dipailitkan.

Hingga akhirnya setelah melewati proses persidangan, pada (7/1) lalu Koperasi GMG dinyatakan pailit berdasarkan Putusan Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang No. 01/Pdt.Sus-Pailit/2022/Pn. Smg Jo No. 28/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN.Niaga.Smg.

Setelah dinyatakan pailit, Pengadilan Niaga menunjuk pihak Kurator untuk mendata tagihan /simpanan anggota/kreditor. Yang kemudian data tersebut dicocokkan dengan data dari Koperasi GMG untuk kemudian ditetapkan sebagai Daftar Kreditor yang diakui dalam proses Kepailitan. (tos/zen)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Total kerugian anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Giri Muria Group (GMG) terus bertambah. Kini dari hasil verifikasi kurator yang ditunjuk Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang terdapat sekitar Rp 205 miliar. Jumlah ini berasal dari simpanan/tagihan anggota/kreditor dan pihak lainnya yang menaruh uang dan asetnya di koperasi yang beralamat di Jalan Raya Kudus-Colo Km. 9, Cendono, Dawe, Cendono, Kudus.

Diberitakan sebelumnya pada awal Januari 2021, KSP GMG resmi dipailitkan. Ini sesuai keputusan majelis hakim di Pengadilan Niaga Semarang pada Pengadilan Negeri Semarang yang disampaikan kemarin.

Putusan ini, menyusul kompaknya para kreditor yang menolak proposal perdamaian yang diajukan GMG. Dalam sidang perkara No 28/Pdt.sus-PKPU/2021/PN.Niaga.Smg.

Teguh Santoso pengacara enam nasabah GMG menyebut dalam pencocokan terakhir terkait piutang GMG oleh kurator terdapat penambahan tagihan. Yakni berasal dari beberapa bank.

”Kemarin ada tagihan masuk lagi dari Bank BRI dan tiga BPR saat proses pencocokan terakhir. Sehingga total angka kasarnya sekitar Rp 205 miliar,” tambahnya.

Penambahan itu sempat membuatnya terkejut. Sebab dirinya memprediksi piutang hanya berasal dari anggota atau kreditor yang memiliki simpanan di koperasi itu. Tetapi ternyata koperasi tersebut juga memiliki tanggungan/tagihan dari pihak bank lain.

”Kalau dari enam nasabah yang saya wakili ini total dana mereka yang tersimpan Rp 1 miliar,” imbuhnya.

Yusuf Istanto pengacara dari 15 nasabah lainnya menyebut dari laporan RAT KSP GMG pada 2019 yang dilaporkan ke Disnakerperinkop pada 2020, koperasi tersebut memiliki 1.300-an nasabah. Dengan total simpanan dana anggota yang dikelola mencapai Rp 80-100 miliar.

Baca Juga :  Dikebut, Perbaikan 10 Sekolah Prioritas di Kudus Ditenggat 18 Hari Lagi

Artinya berkaca pada laporan dan hasil verifikasi tersebut menurutnya sejak awal apa yang dilaporkan KSP GMG ada yang tidak beres. Sebab dari hasil verifikasi kurator saat ini jumlah piutang KSP GMG lebih dari itu.

Sementara dari penelusurannya, Yusuf menambahkan koperasi itu memiliki jaringan. Ada empat BPR yang dinilainya berafiliasi dengan KSP GMG itu.

Yusuf mengaku dari lima belas kliennya saja mengalami kerugian Rp 13 miliar. Karena dana simpanannya tak bisa diambil. Dan ngendon di koperasi tersebut selama beberapa tahun.

Atas kejadian tersebut akhirnya pihaknya bersama pengacara lain mengambil langkah hukum dengan melaporkan ke Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang. Agar koperasi tersebut dipailitkan.

Hingga akhirnya setelah melewati proses persidangan, pada (7/1) lalu Koperasi GMG dinyatakan pailit berdasarkan Putusan Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang No. 01/Pdt.Sus-Pailit/2022/Pn. Smg Jo No. 28/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN.Niaga.Smg.

Setelah dinyatakan pailit, Pengadilan Niaga menunjuk pihak Kurator untuk mendata tagihan /simpanan anggota/kreditor. Yang kemudian data tersebut dicocokkan dengan data dari Koperasi GMG untuk kemudian ditetapkan sebagai Daftar Kreditor yang diakui dalam proses Kepailitan. (tos/zen)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/