alexametrics
25.5 C
Kudus
Tuesday, May 24, 2022

Gegara Tak Layani BPNT, E-Warong di Kudus Nganggur

KUDUS – Sejak Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan pangan nontunai (BPNT) lewat kantor pos, selama tiga bulan ini e-Warong tidak melayani keluarga penerima manfaat (KPM).

Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kudus Mundir mengatakan KPM yang mendapatkan BPNT dari Januari sampai Maret. Namun pengambilannya di kantor pos.

“Nominal yang diterima KPM untuk bantuan non tunai senilai Rp 200 ribu selama tiga bulan dirapel, jadi masing-masing menerima Rp 600 ribu. Nilainya tidak berubah masih sama, hanya bisa diambil langsung lewat kantor pos. Sebelumnya, uang ditransfer ke rekening KPM, sehingga pengambilan sembako menggunakan kartu di e-Warong,” jelasnya.


Dia menjelaskan, anggaran untuk e-Warong selama tiga bulan tersebut sudah disalurkan secara tunai. Jadi dipastikan Januari hingga Maret e-Warong tidak ada. Kemudian, untuk penyaluran berikutnya pihaknya belum menerima surat pemberitahuan lagi.

“Kami belum berani memastikan e-Warong dibubarkan atau tidak. Karena surat resmi dari Kemensos juga belum ada. Kami hanya menjalankan saja. Semua aturan terpusat jadi sementara tiga bulan ini memang e-Warong tidak beroperasi,” tandasnya.

Baca Juga :  Video Mapping HUT Kudus Mulai Diputar, Hidupkan Tugu Identitas

Mundir mengatakan, untuk langkah selanjutnya menunggu pengumuman dari Kemensos. Menurutnya, e-Warong ini masih ada, tetapi selama tiga bulan tersebut memang tidak jalan. Namun, pihaknya belum berani membubarkan sebelum ada instruksi dari pusat.

Salah satu pemilik e-Warong Rochim mengaku sudah tiga bulan ini KPM tidak mengambil sembako di e-Warong karena penyaluran bantuannya tunai lewat kantor Pos. Tetapi yang sudah berlangganan tetap belanja tapi tidak menggunakan sistem e-Warong.

“Ya belanja biasa. Karena saya tetap menyediakan kebutuhan warung saya meski program e-Warong tidak jalan. Biasanya bahan pokok dari suplayer, kini saya kulakaan sendiri di pasar untuk mengisi persediaan warung. Ya, berharap e-Warong tetap berlanjut. Sebab hasilnya bisa buat tambahan modal warung,” terangnya. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Sejak Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan pangan nontunai (BPNT) lewat kantor pos, selama tiga bulan ini e-Warong tidak melayani keluarga penerima manfaat (KPM).

Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kudus Mundir mengatakan KPM yang mendapatkan BPNT dari Januari sampai Maret. Namun pengambilannya di kantor pos.

“Nominal yang diterima KPM untuk bantuan non tunai senilai Rp 200 ribu selama tiga bulan dirapel, jadi masing-masing menerima Rp 600 ribu. Nilainya tidak berubah masih sama, hanya bisa diambil langsung lewat kantor pos. Sebelumnya, uang ditransfer ke rekening KPM, sehingga pengambilan sembako menggunakan kartu di e-Warong,” jelasnya.

Dia menjelaskan, anggaran untuk e-Warong selama tiga bulan tersebut sudah disalurkan secara tunai. Jadi dipastikan Januari hingga Maret e-Warong tidak ada. Kemudian, untuk penyaluran berikutnya pihaknya belum menerima surat pemberitahuan lagi.

“Kami belum berani memastikan e-Warong dibubarkan atau tidak. Karena surat resmi dari Kemensos juga belum ada. Kami hanya menjalankan saja. Semua aturan terpusat jadi sementara tiga bulan ini memang e-Warong tidak beroperasi,” tandasnya.

Baca Juga :  Dua Tahun Mati, Lampu City Walk Kudus Akhirnya Dinyalakan Lagi

Mundir mengatakan, untuk langkah selanjutnya menunggu pengumuman dari Kemensos. Menurutnya, e-Warong ini masih ada, tetapi selama tiga bulan tersebut memang tidak jalan. Namun, pihaknya belum berani membubarkan sebelum ada instruksi dari pusat.

Salah satu pemilik e-Warong Rochim mengaku sudah tiga bulan ini KPM tidak mengambil sembako di e-Warong karena penyaluran bantuannya tunai lewat kantor Pos. Tetapi yang sudah berlangganan tetap belanja tapi tidak menggunakan sistem e-Warong.

“Ya belanja biasa. Karena saya tetap menyediakan kebutuhan warung saya meski program e-Warong tidak jalan. Biasanya bahan pokok dari suplayer, kini saya kulakaan sendiri di pasar untuk mengisi persediaan warung. Ya, berharap e-Warong tetap berlanjut. Sebab hasilnya bisa buat tambahan modal warung,” terangnya. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/