alexametrics
31.1 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Djemur Jersey Persiku, Nostalgia Memori Masa Lalu

KUDUS – Tiga kolektor jersey Persiku di Kudus unjuk gigi. Mereka menampilkan kumpulan jersey dari tahun ke tahun. Mulai 1994-2006,an.

Satu di antara kolektor itu yakni Teguh Usti. Dia menyebut ada lima orang yang tergabung dalam kolektor jersey itu. Tetapi acara yang digelar beberapa waktu lalu itu hanya diikuti dia dan dua rekannya, Roni dan Ryan.

“Tujuan kami mengadakan acara ini yakni memperkenalkan serta memperlihat kepada rekan rekan suporter maupun masyarakat kumpulan jersey persiku dari tahun ke tahun,” jelasnya.


Jersey yang ditampilkan itu yakni mulai dari 1994-1995. Yakni ketika Persiku mengikuti Liga Dunhill. Adapula Jersey 2021 yakni ketika Persiku berlaga di Liga 3 MS GLOW. Hingga jersey turnamen seperti 2004/05 & 2005/2006 ketika Persiku berlaga di Copa Dji Sam Soe.

Baca Juga :  Status PPKM Turun ke Level I, Bupati Kudus Minta Warganya Disiplin Prokes

“Acara kemarin kami selenggarakan di rumah rekan kolektor yakni di Desa Salam,” jelasnya.

Beberapa masyarakat dan warga sekitar hadir dalam acara itu. Mereka berswafoto serta berbincang-bincang. Bernostalgia. Mengenang masa-masa keemasan Persiku tempo dulu.

Dari sekian banyak jersey yang ditampilkan itu, menurutnya masing-masing memiliki cerita dan sejarah. Baik yang sifatnya personal menyangkut pemain hingga yang bersifat tim.

“Semua jersey disitu memiliki cerita sejarah dan perjuangan tersendiri. Namun jika ditanya mana yang masterpice saya mewakili temen temen memilih agus Santiko,” katanya.

Pemilihannya terhadap kostum Agus Santiko bukanlah tanpa alasan. Sebab pemain itu merupakan ikon persiku sepeninggalan bambang harsoyo. Yang mampu melalang buana ke beberapa tim besar di nusantara.






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Tiga kolektor jersey Persiku di Kudus unjuk gigi. Mereka menampilkan kumpulan jersey dari tahun ke tahun. Mulai 1994-2006,an.

Satu di antara kolektor itu yakni Teguh Usti. Dia menyebut ada lima orang yang tergabung dalam kolektor jersey itu. Tetapi acara yang digelar beberapa waktu lalu itu hanya diikuti dia dan dua rekannya, Roni dan Ryan.

“Tujuan kami mengadakan acara ini yakni memperkenalkan serta memperlihat kepada rekan rekan suporter maupun masyarakat kumpulan jersey persiku dari tahun ke tahun,” jelasnya.

Jersey yang ditampilkan itu yakni mulai dari 1994-1995. Yakni ketika Persiku mengikuti Liga Dunhill. Adapula Jersey 2021 yakni ketika Persiku berlaga di Liga 3 MS GLOW. Hingga jersey turnamen seperti 2004/05 & 2005/2006 ketika Persiku berlaga di Copa Dji Sam Soe.

Baca Juga :  Dua Belas Desa Wisata di Kudus Digelontor Bankeu, Mana Saja?

“Acara kemarin kami selenggarakan di rumah rekan kolektor yakni di Desa Salam,” jelasnya.

Beberapa masyarakat dan warga sekitar hadir dalam acara itu. Mereka berswafoto serta berbincang-bincang. Bernostalgia. Mengenang masa-masa keemasan Persiku tempo dulu.

Dari sekian banyak jersey yang ditampilkan itu, menurutnya masing-masing memiliki cerita dan sejarah. Baik yang sifatnya personal menyangkut pemain hingga yang bersifat tim.

“Semua jersey disitu memiliki cerita sejarah dan perjuangan tersendiri. Namun jika ditanya mana yang masterpice saya mewakili temen temen memilih agus Santiko,” katanya.

Pemilihannya terhadap kostum Agus Santiko bukanlah tanpa alasan. Sebab pemain itu merupakan ikon persiku sepeninggalan bambang harsoyo. Yang mampu melalang buana ke beberapa tim besar di nusantara.






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/