alexametrics
29.8 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Laksanakan Musyawarah Kerja, PMI Kudus Optimistis Maksimal di 2022

KUDUS – Palang Merah indonesia (PMI) Kabupaten Kudus mengadakan Musyawarah Kerja (Muker) bersama puluhan pengurus, UDD, TSR, KSR dan ranting. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, (21/1) di Aula Markas PMI Kabupaten Kudus.

Sekretaris PMI Kudus Imam Santosa mengatakan Musyawarah kerja merupakan amanah bagi pengurus dalam menentukan langkah organisasi kedepannya. Kegiatan Muker merupakan rangkaian dari kegiatan sebelumnya. Yakni penutupan Bulan Dana PMI.

“Muker merupakan wadah pelaporan pertanggungjawaban kegiatan PMI di tahun 2021. Dimana di setelah pelaporan diadakan sesi musyawarah evaluasi kegiatan yang sudah dilakukan sebelumnya. Sehingga dapat dijadikan perbaikan di tahun selanjutnya,” Jelasnya.


”Untuk target di RAB 2022, kami akan memaksimalkan capaian di kisaran yang kita raih sekarang. Di tahun 2021 PMI menutup Bulan Dana PMI di angka Rp 666,64 Juta. Memang belum mencapai target yang ditetapkan sebanyak Rp 757.525 juta. Tetapi pencapaiannya melebihi tahun 2020 di angka 450-an juta, dari target yang ditetapkan sebesar Rp 400juta. Kalau dari pencapaian, PMI Kudus terus ada peningkatan dari tahun ke tahun,” ungkapnya.

Baca Juga :  Peringati Women's Day, Mahasiswa di Kudus Desak Pemerintah Sahkan RUU TPKS

Dari hasil muker, PMI Kudus bertekad terus memperbaiki kinerja lebih baik lagi.  Lebih giat dan lebih intensif menjalankan sosialisasi program-program PMI ke masyarakat.

Melalui Muker, diharapkan bisa menampung input dari seluruh staf. Mengenai kegiatan apa yang dapat dilaksanakan baik ditingkat kabupaten maupun PMI ditingkat  kecamatan.

“Diharapkan PMI dapat lebih baik lagi kedepannya baik di bidang penanggulangan bencana, maupun sosial dan kemanusiaan, serta donor darah,” harapnya.

Sebagaimana diketahui, penarikan iuran Bulan Dana PMI berasal dari beberapa warga. Mulai dari ASN, masyarakat umum, siswa-siswi, dan mahasiswa.

”Dari iuran bulan dana itulah nantinya digunakan untuk kegiatan sosial seperti bantuan bagi korban kebakaran, tanah longsor, dan banjir,” jelasnya.

Karena masih dalam situasi Pandemi Covid-19, secara tidak langsung berpengaruh, terhadap capaian iuran Bulan Dana PMI. Berapapun hasilnya, hasil ketercapaian bulan dana di 2021 akan digunakan untuk kegiatan sosial sepanjang 2022. (lia)

KUDUS – Palang Merah indonesia (PMI) Kabupaten Kudus mengadakan Musyawarah Kerja (Muker) bersama puluhan pengurus, UDD, TSR, KSR dan ranting. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, (21/1) di Aula Markas PMI Kabupaten Kudus.

Sekretaris PMI Kudus Imam Santosa mengatakan Musyawarah kerja merupakan amanah bagi pengurus dalam menentukan langkah organisasi kedepannya. Kegiatan Muker merupakan rangkaian dari kegiatan sebelumnya. Yakni penutupan Bulan Dana PMI.

“Muker merupakan wadah pelaporan pertanggungjawaban kegiatan PMI di tahun 2021. Dimana di setelah pelaporan diadakan sesi musyawarah evaluasi kegiatan yang sudah dilakukan sebelumnya. Sehingga dapat dijadikan perbaikan di tahun selanjutnya,” Jelasnya.

”Untuk target di RAB 2022, kami akan memaksimalkan capaian di kisaran yang kita raih sekarang. Di tahun 2021 PMI menutup Bulan Dana PMI di angka Rp 666,64 Juta. Memang belum mencapai target yang ditetapkan sebanyak Rp 757.525 juta. Tetapi pencapaiannya melebihi tahun 2020 di angka 450-an juta, dari target yang ditetapkan sebesar Rp 400juta. Kalau dari pencapaian, PMI Kudus terus ada peningkatan dari tahun ke tahun,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ini Dia Penyebab Anggaran Perawatan Museum Kretek Kudus Menurun

Dari hasil muker, PMI Kudus bertekad terus memperbaiki kinerja lebih baik lagi.  Lebih giat dan lebih intensif menjalankan sosialisasi program-program PMI ke masyarakat.

Melalui Muker, diharapkan bisa menampung input dari seluruh staf. Mengenai kegiatan apa yang dapat dilaksanakan baik ditingkat kabupaten maupun PMI ditingkat  kecamatan.

“Diharapkan PMI dapat lebih baik lagi kedepannya baik di bidang penanggulangan bencana, maupun sosial dan kemanusiaan, serta donor darah,” harapnya.

Sebagaimana diketahui, penarikan iuran Bulan Dana PMI berasal dari beberapa warga. Mulai dari ASN, masyarakat umum, siswa-siswi, dan mahasiswa.

”Dari iuran bulan dana itulah nantinya digunakan untuk kegiatan sosial seperti bantuan bagi korban kebakaran, tanah longsor, dan banjir,” jelasnya.

Karena masih dalam situasi Pandemi Covid-19, secara tidak langsung berpengaruh, terhadap capaian iuran Bulan Dana PMI. Berapapun hasilnya, hasil ketercapaian bulan dana di 2021 akan digunakan untuk kegiatan sosial sepanjang 2022. (lia)

Most Read

Artikel Terbaru

/