alexametrics
32.3 C
Kudus
Tuesday, May 24, 2022

Kenapa Faskes Swasta Belum Layani Vaksin Booster? Begini Penjelasannya

KUDUS – Vaksinasi booster mulai dilaksanakan dengan sasaran prioritas lansia dan masyarakat rentan. Sayang saat ini fasilitas kesehatan (faskes) swasta belum bisa melayani vaksin booster. Yang bisa melayani hanya instansi pemerintah.

Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi Aniq Fuad mengatakan yang bisa melayani vaksinasi booster ini hanya puskesmas dan rumah sakit pemerintah. Hal ini sesuai aturan dari pemerintah. “Kami juga tidak mengetahui alasannya apa. Namun yang pasti, faskes swasta sementara ini belum bisa melaksanakan vaksinasi booster,” tegasnya.

Aniq menambahkan, booster setengah dosis jenis vaksinasi Pfizer sebesar 0,15 mili dan AstraZeneca ukurannya 0,25 mili yakni, kalau untuk Moderna full dosis 0,5 mili.


Tercatat, alokasi vaksin yang didistribusikan dari Provinsi Jawa Tengah ada 9.300 dosis.

Plh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dokter Andini Aridewi menjelaskan yang bisa mendapatkan vaksinasi booster yakni lansia dengan kondisi sehat dan sudah vaksinasi dosis 1 dan 2 dengan jangka waktu enam bulan.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Parkir Meluber ke Jalan, Arah ke Pusat Kota Kudus Macet

“Jenis vaksin untuk booster yakni vaksin Moderna, Astra Zeneca, dan Pfizer yang dimungkinkan pelaksanaan saat ini dan sesuai dengan SOP dari Kemenkes,” jelasnya.

Andini mengatakan, untuk perdana vaksinasi booster dilaksanakan di Balai Desa Ngembalrejo sebanyak 145 lansia. Dua desa yang mendapatkan booster yakni Desa Ngembalrejo dan Desa Dersalam.

“Booster ini untuk meningkatkan sistem imun terutama bagi masyarakat yang rentan. Kalau nanti terkena Covid-19, diharapkan gejalanya lebih ringan sehingga tak perlu dirawat di rumah sakit. Hanya karantina saja,” kata Bupai Kudus Hartopo.

Dia juga menyinggung sampai saat ini, belum ada masyarakat Kudus yang tertular Covid-19 varian Omicron. Data tersebut didapatkan dari 150 tes PCR per hari yang dilakukan DKK. (mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Vaksinasi booster mulai dilaksanakan dengan sasaran prioritas lansia dan masyarakat rentan. Sayang saat ini fasilitas kesehatan (faskes) swasta belum bisa melayani vaksin booster. Yang bisa melayani hanya instansi pemerintah.

Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi Aniq Fuad mengatakan yang bisa melayani vaksinasi booster ini hanya puskesmas dan rumah sakit pemerintah. Hal ini sesuai aturan dari pemerintah. “Kami juga tidak mengetahui alasannya apa. Namun yang pasti, faskes swasta sementara ini belum bisa melaksanakan vaksinasi booster,” tegasnya.

Aniq menambahkan, booster setengah dosis jenis vaksinasi Pfizer sebesar 0,15 mili dan AstraZeneca ukurannya 0,25 mili yakni, kalau untuk Moderna full dosis 0,5 mili.

Tercatat, alokasi vaksin yang didistribusikan dari Provinsi Jawa Tengah ada 9.300 dosis.

Plh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dokter Andini Aridewi menjelaskan yang bisa mendapatkan vaksinasi booster yakni lansia dengan kondisi sehat dan sudah vaksinasi dosis 1 dan 2 dengan jangka waktu enam bulan.

Baca Juga :  Callig Down: Mempersoalkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022

“Jenis vaksin untuk booster yakni vaksin Moderna, Astra Zeneca, dan Pfizer yang dimungkinkan pelaksanaan saat ini dan sesuai dengan SOP dari Kemenkes,” jelasnya.

Andini mengatakan, untuk perdana vaksinasi booster dilaksanakan di Balai Desa Ngembalrejo sebanyak 145 lansia. Dua desa yang mendapatkan booster yakni Desa Ngembalrejo dan Desa Dersalam.

“Booster ini untuk meningkatkan sistem imun terutama bagi masyarakat yang rentan. Kalau nanti terkena Covid-19, diharapkan gejalanya lebih ringan sehingga tak perlu dirawat di rumah sakit. Hanya karantina saja,” kata Bupai Kudus Hartopo.

Dia juga menyinggung sampai saat ini, belum ada masyarakat Kudus yang tertular Covid-19 varian Omicron. Data tersebut didapatkan dari 150 tes PCR per hari yang dilakukan DKK. (mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/