alexametrics
25 C
Kudus
Thursday, May 19, 2022

Geruduk Balai Desa, Warga Kudus Protes Akses Jalan Sempit Dibangun Tembok

KUDUS – Puluhan warga RT 4 RW 4 Desa Kalirejo, Undaan geruduk balai desa. Mereka protes atas menyempitnya akses jalan yang menuju wilayah RT 4 RW 4 dari jalan raya Kudus-Purwodadi. Penyempitan itu terjadi karena ada warga yang membangunan pondasi hingga menutup sekitar 50 cm lebar jalan.

Saat wartawan koran ini ke lokasi sekitar pukul 09.30, puluhan warga tersebut sudah di balai desa. Beberapa perwakilan kemudian masuk ke kantor kepala desa untuk dipertemukan dengan pihak-pihak yang bersangkutan. Dialog tersebut sempat alot, tegang, hingga cekcok.

Ahmad Fatah, 42, menyebut kini di jalan tersebut lebarnya tersisa 1 meter saja. Hal ini dinilainya sangat sempit. Mempersulit akses warga. Karena kendaraan besar tak bisa lewat. Bahkan dua mobil milik warga RT 4 RW 4 tak bisa keluar. Terisolir di rumah.


Dia menyebut dua warga atas nama Hindun dan Sutiyono membangun pondasi dan semacam pembatas hingga memakan lebar jalan. Keduanya mengklaim membangun di atas tanah sendiri. Sementara warga merasa itu masih tanah jalan.

“Kami sebagai warga membutuhkan akses jalan yang layak untuk bisa keluar masuk. Soalnya ini terbatas. Jalan hanya satu meter. Semula satu setengah meter,” jelasnya.

Menurutnya ada 50 KK di RT 4 RW 4 yang terdampak atas hal itu. Karena akses jalannya terbatas. Pembangunan itu sendiri sudah berlangsung seminggu belakangan, sehingga membuat warga geram.

“Kami minta kepada Desa untuk bisa menyelesaikan ini. Jika tidak kami akan melapor ke institusi yang lebih tinggi,” katanya.

Baca Juga :  Jembatan Desa Ketilengsingolelo Jepara Rusak Bahayakan Warga yang Melintas

Kepala Desa Kalirejo Agus Haryanto menyebut pihaknya akan berupaya menyelesaikan masalah ini. Namun itu tak bisa serta merta. Dia meminta waktu seminggu ke depan untuk memediasi dengan semua pihak.

“Kami akan mengkroscek ulang bagaimana luasan tanah keduanya. Baik keluarga ibu Hindun dan keluarga Sutiyono. Sehingga jelas seberapa area lebar jalannya,” tambahnya.

Bila nantinya keduanya telah benar membangun di tanah mereka sesuai sertifikat tanah atau later C, maka pihak desa akan berupa agar keduanya atas rasa kemanusiaan berkenan tanahnya dipakai untuk jalan.

“Sekarang ini tersisa 1 meter. Harapan warga kendaraan minimal mobil bisa masuk. Minimal dua meter lebar jalannya agar mobil bisa keluar masuk. Dan desa siap bila harus membeli tanah itu untuk jalan. Jika memang status tanah itu milik warga,” tegasnya.

Permasalahan tersebut sebenarnya sudah diantisipasi desa. Sebab warga meminta jalan selebar 4,5 meter agar tak cuma mobil yang masuk. Tetapi truk pengangkut material juga bisa.

Berkaca dari hal ini, pihak desa telah membuat sheet plan pembangunan jalan alternatif. Yakni berada di sebelah Selatan dari jalan yang dipersoalkan itu.

“Sudah kami rancang membuat jalan pada 2023 nanti. Yakni dari Pom bensin masuk ke Timur hingga ke gang iwak ri. Di jalan alternatif itu tanahnya sudah ada. Kami juga koordinasi dengan PSDA agar tanah milik mereka bisa dibuat akses jalan bagi masyarakat,” katanya. (mal)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Puluhan warga RT 4 RW 4 Desa Kalirejo, Undaan geruduk balai desa. Mereka protes atas menyempitnya akses jalan yang menuju wilayah RT 4 RW 4 dari jalan raya Kudus-Purwodadi. Penyempitan itu terjadi karena ada warga yang membangunan pondasi hingga menutup sekitar 50 cm lebar jalan.

Saat wartawan koran ini ke lokasi sekitar pukul 09.30, puluhan warga tersebut sudah di balai desa. Beberapa perwakilan kemudian masuk ke kantor kepala desa untuk dipertemukan dengan pihak-pihak yang bersangkutan. Dialog tersebut sempat alot, tegang, hingga cekcok.

Ahmad Fatah, 42, menyebut kini di jalan tersebut lebarnya tersisa 1 meter saja. Hal ini dinilainya sangat sempit. Mempersulit akses warga. Karena kendaraan besar tak bisa lewat. Bahkan dua mobil milik warga RT 4 RW 4 tak bisa keluar. Terisolir di rumah.

Dia menyebut dua warga atas nama Hindun dan Sutiyono membangun pondasi dan semacam pembatas hingga memakan lebar jalan. Keduanya mengklaim membangun di atas tanah sendiri. Sementara warga merasa itu masih tanah jalan.

“Kami sebagai warga membutuhkan akses jalan yang layak untuk bisa keluar masuk. Soalnya ini terbatas. Jalan hanya satu meter. Semula satu setengah meter,” jelasnya.

Menurutnya ada 50 KK di RT 4 RW 4 yang terdampak atas hal itu. Karena akses jalannya terbatas. Pembangunan itu sendiri sudah berlangsung seminggu belakangan, sehingga membuat warga geram.

“Kami minta kepada Desa untuk bisa menyelesaikan ini. Jika tidak kami akan melapor ke institusi yang lebih tinggi,” katanya.

Baca Juga :  Resmi Dilantik, Kadin Kudus Siap Kawal UMKM Tembus Pasar Global

Kepala Desa Kalirejo Agus Haryanto menyebut pihaknya akan berupaya menyelesaikan masalah ini. Namun itu tak bisa serta merta. Dia meminta waktu seminggu ke depan untuk memediasi dengan semua pihak.

“Kami akan mengkroscek ulang bagaimana luasan tanah keduanya. Baik keluarga ibu Hindun dan keluarga Sutiyono. Sehingga jelas seberapa area lebar jalannya,” tambahnya.

Bila nantinya keduanya telah benar membangun di tanah mereka sesuai sertifikat tanah atau later C, maka pihak desa akan berupa agar keduanya atas rasa kemanusiaan berkenan tanahnya dipakai untuk jalan.

“Sekarang ini tersisa 1 meter. Harapan warga kendaraan minimal mobil bisa masuk. Minimal dua meter lebar jalannya agar mobil bisa keluar masuk. Dan desa siap bila harus membeli tanah itu untuk jalan. Jika memang status tanah itu milik warga,” tegasnya.

Permasalahan tersebut sebenarnya sudah diantisipasi desa. Sebab warga meminta jalan selebar 4,5 meter agar tak cuma mobil yang masuk. Tetapi truk pengangkut material juga bisa.

Berkaca dari hal ini, pihak desa telah membuat sheet plan pembangunan jalan alternatif. Yakni berada di sebelah Selatan dari jalan yang dipersoalkan itu.

“Sudah kami rancang membuat jalan pada 2023 nanti. Yakni dari Pom bensin masuk ke Timur hingga ke gang iwak ri. Di jalan alternatif itu tanahnya sudah ada. Kami juga koordinasi dengan PSDA agar tanah milik mereka bisa dibuat akses jalan bagi masyarakat,” katanya. (mal)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/