alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Museum Kretek Kudus Kini Miliki 44 Koleksi Baru

KUDUS – Pada 2022 kali ini Museum Kretek Kudus ketambahan 36 koleksi. Selain itu juga ada tambahan delapan koleksi lagi, itu hibah dari perusahaan rokok di Kudus. Jadi total ada 44 koleksi baru yang saat ini masih diinventarisasi.

Kepala UPTD Museum Kretek Yusron melalui Staf Rina Hidayati Noor mengatakan inventarisasi dibutuhkan untuk pendataan koleksi dan pemberian identitas pada koleksi. Hal itu untuk memudahkan pengelolaan koleksi museum yang berkaitan dengan pelayanan publik.

Dia mengatakan 36 koleksi baru itu berupa bungkus kretek serta souvenir pemasaran zaman dahulu. “Posisi sekarang masih disimpan, masih dalam proses anteran pengkajian,” katanya.


Jadi, koleksi baru tersebut belum bisa di display, karena harus melalui beberapa tahapan. Di antaranya mulai dari pengadaan koleksi, registrasi, dan konservasi. Proses konservasi sendiri dilakukan konservator. Di museum tersebut pihaknya memiliki dua konservator.

Baca Juga :  Dua Truk Adu Banteng di Jekulo Kudus, Pantura Macet 3,5 KM

“Tenaga ahlinya belum ada, kami masih menggandeng Museum Ronggowarsito untuk hal itu,” ujarnya.

Sementara delapan koleksi yang hibah dari perusahaan rokok itu juga masih dalam tahap inventarisasi. Koleksi itu sendiri berupa peralatan tradisional untuk pengemasan rokok, serta alat kemas kretek.

Dia menjelaskan, koleksi yang sudah diinventarisasi sampai pada 2021 berjumlah 859 koleksi. Pada 2022 ada tambahan 44 koleksi.

“Ada juga satu koleksi di Museum Kretek yang didatangkan dari Belanda, ditemukan oleh orang di sana, berupa jurnal laporan keuangan Nitisemito (tokoh kretek). Itu sudah dikaji pada 2020 lalu,” tambahnya. (ark/mal)

KUDUS – Pada 2022 kali ini Museum Kretek Kudus ketambahan 36 koleksi. Selain itu juga ada tambahan delapan koleksi lagi, itu hibah dari perusahaan rokok di Kudus. Jadi total ada 44 koleksi baru yang saat ini masih diinventarisasi.

Kepala UPTD Museum Kretek Yusron melalui Staf Rina Hidayati Noor mengatakan inventarisasi dibutuhkan untuk pendataan koleksi dan pemberian identitas pada koleksi. Hal itu untuk memudahkan pengelolaan koleksi museum yang berkaitan dengan pelayanan publik.

Dia mengatakan 36 koleksi baru itu berupa bungkus kretek serta souvenir pemasaran zaman dahulu. “Posisi sekarang masih disimpan, masih dalam proses anteran pengkajian,” katanya.

Jadi, koleksi baru tersebut belum bisa di display, karena harus melalui beberapa tahapan. Di antaranya mulai dari pengadaan koleksi, registrasi, dan konservasi. Proses konservasi sendiri dilakukan konservator. Di museum tersebut pihaknya memiliki dua konservator.

Baca Juga :  HUT ke-89, Nojorono Kian Eksis dengan Prinsip Bersatu-Berdoa-Berkarya

“Tenaga ahlinya belum ada, kami masih menggandeng Museum Ronggowarsito untuk hal itu,” ujarnya.

Sementara delapan koleksi yang hibah dari perusahaan rokok itu juga masih dalam tahap inventarisasi. Koleksi itu sendiri berupa peralatan tradisional untuk pengemasan rokok, serta alat kemas kretek.

Dia menjelaskan, koleksi yang sudah diinventarisasi sampai pada 2021 berjumlah 859 koleksi. Pada 2022 ada tambahan 44 koleksi.

“Ada juga satu koleksi di Museum Kretek yang didatangkan dari Belanda, ditemukan oleh orang di sana, berupa jurnal laporan keuangan Nitisemito (tokoh kretek). Itu sudah dikaji pada 2020 lalu,” tambahnya. (ark/mal)


Most Read

Artikel Terbaru

/