alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Disnaker Perinkop dan UKM Kudus Survei 10 Lokasi untuk SIHT, Hasilnya Diputuskan Akhir Bulan

KUDUS – Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop dan UKM) Kudus mulai menyurvei lokasi bakal calon lahan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT). Keputusan ditentukan akhir bulan.

Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kabupaten Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati menyatakan, pihaknya telah melakukan survei lokasi bakal calon lahan SIHT di Kudus. Luasnya adalah satu hektare.

“Titik itu ada di Kaliwungu, Tanjung, Undaan, Jati dan lainnya,” katanya.


Meski telah survei, pihak Disnaker belum mengetuk bulat tanah mana yang akan dipergunakan untuk SIHT. Pihak dinas masih mempelajari dan mengkaji hal- hal yang dirasa perlu.

Langkahnya berupa, proses verifikasi bakal calon SIHT. Lahan disesuaikan dengan kondisi atau zona Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) saat ini. Kawasan tersebut juga dikaji apakah cocok jika dibangun sebuah industri.

“SIHT itu lebih kecil dari KIHT (Kawasan Industri Hasil Tembakau, Red) bangunannya 300 meter persegi. Kalau KIHT sudah diatur luas bangunannya 400 meter persegi,” jelasnya.

Baca Juga :  Waspada Omicron, Wisatawan Luar Kudus Tak Boleh Masuk

Pemkab Kudus menganggarkan Rp 18 miliar yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukahi Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk SIHT. Anggaran tersebut diperuntukkan sebagai pembelian tanah saja. Rini menambahkan, tengah melakukan appraisal.

“Keputusan kajian lokasi tanah mana yang menjadi SIHT paling lambat akan diketahui hasil kajiannya pada akhir bulan ini,” ungkapnya.

Rini memperkirakan jika, luas bangunan 300 meter persegi, maka jumlah gedungnya bisa terbangun sebanyak 30 unit.

Adanya pembukaan SIHT ini diharapkan bisa memberikan peluang bagi pelaku industri rokok kecil menengah untuk mengembangkan usahanya. Sekaligus menekan peredaran rokok ilegal di Kudus.

Sementara itu, Bupati Kudus Hartopo mendorong pelaksanaan kegiatan pembelian lahan SIHT harus segera dilaksanakan agar tidak menunggu anggaran perubahan. Selain itu, akses jalan ke lokasi jelas.

“SIHT dapat dikembangkan, ini upaya kami untuk menekan peredaran rokok ilegal,” katanya. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop dan UKM) Kudus mulai menyurvei lokasi bakal calon lahan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT). Keputusan ditentukan akhir bulan.

Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kabupaten Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati menyatakan, pihaknya telah melakukan survei lokasi bakal calon lahan SIHT di Kudus. Luasnya adalah satu hektare.

“Titik itu ada di Kaliwungu, Tanjung, Undaan, Jati dan lainnya,” katanya.

Meski telah survei, pihak Disnaker belum mengetuk bulat tanah mana yang akan dipergunakan untuk SIHT. Pihak dinas masih mempelajari dan mengkaji hal- hal yang dirasa perlu.

Langkahnya berupa, proses verifikasi bakal calon SIHT. Lahan disesuaikan dengan kondisi atau zona Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) saat ini. Kawasan tersebut juga dikaji apakah cocok jika dibangun sebuah industri.

“SIHT itu lebih kecil dari KIHT (Kawasan Industri Hasil Tembakau, Red) bangunannya 300 meter persegi. Kalau KIHT sudah diatur luas bangunannya 400 meter persegi,” jelasnya.

Baca Juga :  KIHT Diminati, Produksi Rokok Bisa Berkembang Pesat

Pemkab Kudus menganggarkan Rp 18 miliar yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukahi Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk SIHT. Anggaran tersebut diperuntukkan sebagai pembelian tanah saja. Rini menambahkan, tengah melakukan appraisal.

“Keputusan kajian lokasi tanah mana yang menjadi SIHT paling lambat akan diketahui hasil kajiannya pada akhir bulan ini,” ungkapnya.

Rini memperkirakan jika, luas bangunan 300 meter persegi, maka jumlah gedungnya bisa terbangun sebanyak 30 unit.

Adanya pembukaan SIHT ini diharapkan bisa memberikan peluang bagi pelaku industri rokok kecil menengah untuk mengembangkan usahanya. Sekaligus menekan peredaran rokok ilegal di Kudus.

Sementara itu, Bupati Kudus Hartopo mendorong pelaksanaan kegiatan pembelian lahan SIHT harus segera dilaksanakan agar tidak menunggu anggaran perubahan. Selain itu, akses jalan ke lokasi jelas.

“SIHT dapat dikembangkan, ini upaya kami untuk menekan peredaran rokok ilegal,” katanya. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/