alexametrics
29.4 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Disdukcapil Kudus Konsisten Laksanakan Inovasi JEMPOL dan UAS

KUDUD – Meskipun Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kudus sudah menambahkan petugas dan jumlah layanan di setiap kantor kecamatan,  inovasi pelayanan Jemput Bola Keliling Dukcapil (JEMPOL DUKCAPIL) akan tetap didorong dan konsisten dilaksanakan.

Kepala dinas dukcapil Drs. Eko Hari Djatmiko, M.Si mengatakan Program Jemput Bola Keliling Pelayanan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau dikenal dengan Program JEMPOL DUKCAPIL adalah Pelayanan Adminduk kepada warga (baik individu maupun massal) dengan cara jemput bola ke desa-desa bagi warga berkebutuhan khusus, jompo, lanjut usia (lansia), sakit, korban bencana dan lain sebagainya. Hal itu merupakan wujud bahwa Negara hadir di tengah-tengah masyarakat.

Eko Hari Djatmiko menyebut untuk Program JEMPOL DUKCAPIL massal sudah terlaksana di empat kecamatan, yakni Kecamatan Dawe, Jekulo, Undaan, dan Kaliwungu. Target masih lima kecamatan lagi yang akan dilaksanakan di tahun 2022.


Bahkan rencana bulan depan bakal menyasar ke Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk melakukan perekaman KTP-el para pemula. Perekaman untuk pemula tersebut dalam rangka persiapan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 serta menindaklanjuti Surat Kepala Dispermasdes Dukcapil Provinsi Jawa Tengah Nomor 470/891 tanggal 10 Mei 2022 perihal Perekaman Serentak KTP-el di SMA dan SMK di Jawa Tengah. Terkait dengan hal tersebut, guna pelayanan perekaman KTP-el untuk anak sekolah/pemula di Kabupaten Kudus, Disdukcapil Kudus memiliki terobosan Inovasi UAS (Usia Anak Sekolah), di mana Petugas Disdukcapil Kudus datang jemput bola ke sekolah-sekolah (dalam hal ini SMA/SMK) untuk melakukan perekaman KTP-el bagi usia pemula (minimal usia saat ini adalah 15 tahun). Perekaman tersebut akan dilakukan secara massal di lingkungan SMA/SMK, dan biayanya GRATIS. Adapun persyaratannya sangat mudah, cukup membawa 1 lembar fotocopy Kartu Keluarga. Inovasi JEMPOL DUKCAPIL dan Inovasi UAS DUKCAPIL telah konsisten dijalankan sejak tahun 2016. “Ke depan, pelayanan jemput bola Inovasi UAS Dukcapil ke sekolah (SMA/SMK) di Kabupaten Kudus akan dimulai lagi pada bulan Juli 2022 setelah masa liburan sekolah” katanya.

LAYANI LANGSUNG KE RUMAH WARGA: Petugas Disdukcapil Kudus saat melaksanakan pelayanan jemput bola perekaman KTP-el warga lansia di Desa Tergo, Dawe, Kudus. (DISDUKCAPIL FOR RADAR KUDUS)

Inovasi Pelayanan JEMPOL (Jemput Bola Keliling) secara massal sangat efektif dalam mendongkrak jumlah cakupan kepemilikan dokumen kependudukan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Hal itu terbukti pada tahun 2021 Kabupaten Kudus telah dapat mencapai bahkan melebihi target nasional administrasi kependudukan yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat.

Baca Juga :  Bawa Kabur Mobil Janda Asal Rembang, Brimob Gadungan ini Diamankan Polres Kudus

Capaian kepemilikan akta kelahiran penduduk usia 0-18 tahun mencapai 98,51 persen dari target nasional 95 persen. Capaian kepemilikan akta kematian mencapai 100 persen dari target nasional 40 persen. Capaian kepemilikan akta perkawinan mencapai 42,53 persen dari target nasional 40 persen. Capaian Kepemilikan KIA (Kartu Identitas Anak) mencapai 60,55 persen dari target nasional 30 persen.

Per Mei 2022, jumlah penduduk Wajib KTP Kabupaten Kudus adalah 651.854 jiwa, adapun penduduk Wajib KTP yang sudah melakukan perekaman adalah 635.078 jiwa (97,43 persen). Masih terdapat sejumlah 16.776 jiwa penduduk wajib KTP Kabupaten Kudus (2.57 persen) yang belum melakukan perekaman KTP-el. Diharapkan dengan meningkatnya cakupan perekaman KTP-el yang maksimal, maka secara tidak langsung meningkatkan Cakupan Kepemilikan KTP-el baik di tingkat daerah maupun nasional. KTP digunakan sebagai dasar dalam pemberian pelayanan publik di berbagai instansi/lembaga. Sehingga diharapkan, dengan semakin cepat penduduk memiliki KTP, maka penduduk menjadi semakin mudah dalam mendapatkan pelayanan publik yang ada.

Selain menyasar ke beberapa sekolah, warga yang sakit di rumah sakit, panti sosial, masyarakat difabel yang kesulitan mengurus dokumen kependudukan, serta gelandangan. Disdukcapil juga datang melayani penduduk yang mengalami gangguan jiwa, baik di Rumah Sakit maupun rumah warga. “Bahkan jemput bola pelayanan adminduk di lokasi bencana pun pernah kami laksanakan,” ujarnya.

Terakhir dilaksanakan ketika bencana banjir di Kecamatan Kaliwungu pada bulan Januari s.d Februari 2021. Warga korban bencana banjir kehilangan data kependudukan, seperti KK dan KTP.

Selain itu, pelayanan jemput bola bagi para lansia juga sangat dibutuhkan. Karena kebanyakan dari mereka masih menggunakan KTP lama. Dan belum terupdate NIK nya. Maka perlu dibuatkan NIK baru.

“Jika sudah terupdate, hal itu juga dapat memudahkan warga yang akan mendapat bansos khususnya bagi yang kurang mampu,” imbuhnya.

Warga yang ingin mendapatkan pelayanan adminduk jemput bola (JEMPOL ADMINDUK) bisa mengajukan langsung ke kantor Disdukcapil atau kantor kecamatan masing-masing. Selain itu juga bisa langsung menghubungi petugas register yang berada di balai desa. Atau, lapor saja langsung ke ketua RT/RW desa setempat. “Atau lebih cepatnya bisa langsung menghubungi Helpdesk Dukcapil melalui WhatsApp dengan Nomor 081-222-999-058,” ungkapnya. (ark/zen)

KUDUD – Meskipun Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kudus sudah menambahkan petugas dan jumlah layanan di setiap kantor kecamatan,  inovasi pelayanan Jemput Bola Keliling Dukcapil (JEMPOL DUKCAPIL) akan tetap didorong dan konsisten dilaksanakan.

Kepala dinas dukcapil Drs. Eko Hari Djatmiko, M.Si mengatakan Program Jemput Bola Keliling Pelayanan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau dikenal dengan Program JEMPOL DUKCAPIL adalah Pelayanan Adminduk kepada warga (baik individu maupun massal) dengan cara jemput bola ke desa-desa bagi warga berkebutuhan khusus, jompo, lanjut usia (lansia), sakit, korban bencana dan lain sebagainya. Hal itu merupakan wujud bahwa Negara hadir di tengah-tengah masyarakat.

Eko Hari Djatmiko menyebut untuk Program JEMPOL DUKCAPIL massal sudah terlaksana di empat kecamatan, yakni Kecamatan Dawe, Jekulo, Undaan, dan Kaliwungu. Target masih lima kecamatan lagi yang akan dilaksanakan di tahun 2022.

Bahkan rencana bulan depan bakal menyasar ke Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk melakukan perekaman KTP-el para pemula. Perekaman untuk pemula tersebut dalam rangka persiapan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 serta menindaklanjuti Surat Kepala Dispermasdes Dukcapil Provinsi Jawa Tengah Nomor 470/891 tanggal 10 Mei 2022 perihal Perekaman Serentak KTP-el di SMA dan SMK di Jawa Tengah. Terkait dengan hal tersebut, guna pelayanan perekaman KTP-el untuk anak sekolah/pemula di Kabupaten Kudus, Disdukcapil Kudus memiliki terobosan Inovasi UAS (Usia Anak Sekolah), di mana Petugas Disdukcapil Kudus datang jemput bola ke sekolah-sekolah (dalam hal ini SMA/SMK) untuk melakukan perekaman KTP-el bagi usia pemula (minimal usia saat ini adalah 15 tahun). Perekaman tersebut akan dilakukan secara massal di lingkungan SMA/SMK, dan biayanya GRATIS. Adapun persyaratannya sangat mudah, cukup membawa 1 lembar fotocopy Kartu Keluarga. Inovasi JEMPOL DUKCAPIL dan Inovasi UAS DUKCAPIL telah konsisten dijalankan sejak tahun 2016. “Ke depan, pelayanan jemput bola Inovasi UAS Dukcapil ke sekolah (SMA/SMK) di Kabupaten Kudus akan dimulai lagi pada bulan Juli 2022 setelah masa liburan sekolah” katanya.

LAYANI LANGSUNG KE RUMAH WARGA: Petugas Disdukcapil Kudus saat melaksanakan pelayanan jemput bola perekaman KTP-el warga lansia di Desa Tergo, Dawe, Kudus. (DISDUKCAPIL FOR RADAR KUDUS)

Inovasi Pelayanan JEMPOL (Jemput Bola Keliling) secara massal sangat efektif dalam mendongkrak jumlah cakupan kepemilikan dokumen kependudukan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Hal itu terbukti pada tahun 2021 Kabupaten Kudus telah dapat mencapai bahkan melebihi target nasional administrasi kependudukan yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat.

Baca Juga :  Berikan Rasa Aman, Polres Kudus Sisir Gereja Jelang Natal

Capaian kepemilikan akta kelahiran penduduk usia 0-18 tahun mencapai 98,51 persen dari target nasional 95 persen. Capaian kepemilikan akta kematian mencapai 100 persen dari target nasional 40 persen. Capaian kepemilikan akta perkawinan mencapai 42,53 persen dari target nasional 40 persen. Capaian Kepemilikan KIA (Kartu Identitas Anak) mencapai 60,55 persen dari target nasional 30 persen.

Per Mei 2022, jumlah penduduk Wajib KTP Kabupaten Kudus adalah 651.854 jiwa, adapun penduduk Wajib KTP yang sudah melakukan perekaman adalah 635.078 jiwa (97,43 persen). Masih terdapat sejumlah 16.776 jiwa penduduk wajib KTP Kabupaten Kudus (2.57 persen) yang belum melakukan perekaman KTP-el. Diharapkan dengan meningkatnya cakupan perekaman KTP-el yang maksimal, maka secara tidak langsung meningkatkan Cakupan Kepemilikan KTP-el baik di tingkat daerah maupun nasional. KTP digunakan sebagai dasar dalam pemberian pelayanan publik di berbagai instansi/lembaga. Sehingga diharapkan, dengan semakin cepat penduduk memiliki KTP, maka penduduk menjadi semakin mudah dalam mendapatkan pelayanan publik yang ada.

Selain menyasar ke beberapa sekolah, warga yang sakit di rumah sakit, panti sosial, masyarakat difabel yang kesulitan mengurus dokumen kependudukan, serta gelandangan. Disdukcapil juga datang melayani penduduk yang mengalami gangguan jiwa, baik di Rumah Sakit maupun rumah warga. “Bahkan jemput bola pelayanan adminduk di lokasi bencana pun pernah kami laksanakan,” ujarnya.

Terakhir dilaksanakan ketika bencana banjir di Kecamatan Kaliwungu pada bulan Januari s.d Februari 2021. Warga korban bencana banjir kehilangan data kependudukan, seperti KK dan KTP.

Selain itu, pelayanan jemput bola bagi para lansia juga sangat dibutuhkan. Karena kebanyakan dari mereka masih menggunakan KTP lama. Dan belum terupdate NIK nya. Maka perlu dibuatkan NIK baru.

“Jika sudah terupdate, hal itu juga dapat memudahkan warga yang akan mendapat bansos khususnya bagi yang kurang mampu,” imbuhnya.

Warga yang ingin mendapatkan pelayanan adminduk jemput bola (JEMPOL ADMINDUK) bisa mengajukan langsung ke kantor Disdukcapil atau kantor kecamatan masing-masing. Selain itu juga bisa langsung menghubungi petugas register yang berada di balai desa. Atau, lapor saja langsung ke ketua RT/RW desa setempat. “Atau lebih cepatnya bisa langsung menghubungi Helpdesk Dukcapil melalui WhatsApp dengan Nomor 081-222-999-058,” ungkapnya. (ark/zen)

Most Read

Artikel Terbaru

/