alexametrics
25.9 C
Kudus
Wednesday, May 25, 2022

Pemkab Kudus Hentikan Pendistribusian Migor Murah ke Pasar Tradisional

KUDUS – Dinas Perdagangan Kudus sudah menghentikan penyaluran minyak goreng dari distributor ke pasar tradisional. Penghentian itu dilakukan setelah pemerintah pusat mencabut harga eceran tertinggi (HET) Rp 14 ribu pada minyak goreng kemasan.

Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti melalui Kabid Fasilitasi Perdagangan Promosi dan Perlindungan Konsumen Imam Prayetno mengatakan, adanya penyaluran atau operasi pasar (OP) dilakukan agar tidak terjadi kelangkaan di pasar tradisional dan menyamakan harga pasar tradisional dengan pasar modern.

“Nah, setelah HET dicabut otomatis harga bebas sesuai mekanisme pasar. Jadi sudah tidak perlu penyaluran lagi. Kami juga ada data sejak penyaluran minyak dari Februari dan Maret,” terangnya.


Imam merinci, untuk penyaluran Februari mencapai 1.060.174 liter minyak goreng kemasan dan curah. Pada 1 Maret sampai 14 Maret mencapai 510.570 liter. “Saat ini sementara tidak ada lagi penyaluran,” tuturnya.

Dia mengatakan, saat ini harga minyak goreng per liter mencapai Rp 25 ribu baik di pasar modern. Hasil pantauannya setelah harga sesuai mekanisme pasar. Justru minyak goreng kemasan yang sudah mulai banyak, sudah tidak diburu lagi.

Baca Juga :  Kudus Terima Empat Jenis Vaksin Covid-19

“Malah jadi kurang laku setelah harganya Rp 25 ribu per liter. Stok sudah kembali normal. Termasuk merk-merk yang menghilang dipasaran kini sudah ada lagi. Tapi, tidak begitu laku,” terangnya.

Dia mengatakan, harga minyak goreng kemasan saat ini cenderung stok melimpah. Pihaknya, sekarang yang menjadi titik pantauan pada minyak goreng curah, karena harga masih Rp 14 ribu per liter. Kemungkinan, ada yang beralih ke minyak curah dan distributor penyalurannya juga pengawasan ketat.

“Sebelumnya kami mengawasi distributor minyak kemasan maupun curah. Sekarang yang kemasan sudah bebas karena harga sesuai mekanisme pasar. Jadi hanya minyak curah yang saat kami perketat pengawasan. Bulan ini penyalurannya mencapai 191.340 liter minyak goreng curah,” terangnya. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Dinas Perdagangan Kudus sudah menghentikan penyaluran minyak goreng dari distributor ke pasar tradisional. Penghentian itu dilakukan setelah pemerintah pusat mencabut harga eceran tertinggi (HET) Rp 14 ribu pada minyak goreng kemasan.

Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti melalui Kabid Fasilitasi Perdagangan Promosi dan Perlindungan Konsumen Imam Prayetno mengatakan, adanya penyaluran atau operasi pasar (OP) dilakukan agar tidak terjadi kelangkaan di pasar tradisional dan menyamakan harga pasar tradisional dengan pasar modern.

“Nah, setelah HET dicabut otomatis harga bebas sesuai mekanisme pasar. Jadi sudah tidak perlu penyaluran lagi. Kami juga ada data sejak penyaluran minyak dari Februari dan Maret,” terangnya.

Imam merinci, untuk penyaluran Februari mencapai 1.060.174 liter minyak goreng kemasan dan curah. Pada 1 Maret sampai 14 Maret mencapai 510.570 liter. “Saat ini sementara tidak ada lagi penyaluran,” tuturnya.

Dia mengatakan, saat ini harga minyak goreng per liter mencapai Rp 25 ribu baik di pasar modern. Hasil pantauannya setelah harga sesuai mekanisme pasar. Justru minyak goreng kemasan yang sudah mulai banyak, sudah tidak diburu lagi.

Baca Juga :  Kreatif, Emak-emak di Kudus Bikin Sepatu Kulit Ecoprint

“Malah jadi kurang laku setelah harganya Rp 25 ribu per liter. Stok sudah kembali normal. Termasuk merk-merk yang menghilang dipasaran kini sudah ada lagi. Tapi, tidak begitu laku,” terangnya.

Dia mengatakan, harga minyak goreng kemasan saat ini cenderung stok melimpah. Pihaknya, sekarang yang menjadi titik pantauan pada minyak goreng curah, karena harga masih Rp 14 ribu per liter. Kemungkinan, ada yang beralih ke minyak curah dan distributor penyalurannya juga pengawasan ketat.

“Sebelumnya kami mengawasi distributor minyak kemasan maupun curah. Sekarang yang kemasan sudah bebas karena harga sesuai mekanisme pasar. Jadi hanya minyak curah yang saat kami perketat pengawasan. Bulan ini penyalurannya mencapai 191.340 liter minyak goreng curah,” terangnya. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/