alexametrics
29.6 C
Kudus
Thursday, May 19, 2022

Kuatkan Imunitas, Muhtamat: Jangan Takut Disuntik Booster

KUDUS – Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus, Muhtamat mengharapkan masyarakat agar tidak takut disuntikkan vaksin booster. Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) diminta juga untuk mensosialisasikan vaksinasi booster tahap ketiga.

Politisi Partai Nasdem itu telah mengikuti vaksinasi booster di Balai Desa Ngembalrejo Jumat (21/01) pagi. Muhtamat disuntikkan jenis vaksin Pfizer.

Setelah menjalani booster, Muhtamat mengungkapkan ketika disuntikkan vaksin tidak begitu terasa reaksinya. Untuk itu pihaknya meminta masyarakat jangan khawatir ketika mengikuti vaksinasi tahap ketiga.


“Saya harapkan masyrakat jangan takut, terutama lansia. Karena sebelum divaksin dilakukan skrining terlebih dahulu,” terangnya.

VAKSINASI BOOSTER: Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus Muhtamat mengikuti suntik vaksin di Balai Desa Ngembalrejo Bae, Jumat (21/1). (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Muhtamat menambahkan, ketika sudah disuntikkan booster, imunitas tubuh akan meningkat. Upaya penguatan imun ini sangatlah penting, terlebih lagi tengah masuk varian Omicron di Indonesia.

Mensukseskan vaksinasi tahap tiga ini diharapkan tim DKK Kudus melakukan edukasi ke masyarakat. Dengan begitu kondisi psikologis masyarakat tidak takut akan disuntikkan booster.

Baca Juga :  Antusiasme Masyarakat Kudus Ikuti Vaksinasi Covid-19 Tinggi

“Maka perlu adanya edukasi, tim harus turun ke masyarakat melakukan sosialisasi. Seiring dengan itu psikologis mereka tidak takut,” katanya.

VAKSINASI BOOSTER: Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus Muhtamat mengikuti suntik vaksin di Balai Desa Ngembalrejo Bae, Jumat (21/1). (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Sementara itu, Plh Kepala DKK Kudus, dr Andini Aridewi menyatakan ketersediaan vaksin untuk booster yang telah dikirimkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebanyak 9.300 dosis. Hal itu menyesuaikan kebutuhan lansia yang siap disuntikkan booster.

Andini menyebut, kebijakan dari pemerintah pusat, booster diutamakan dan diprioritaskan kepada masyarakat lansia. Sekaligus masyarakat yang dianggap rentan tertular virus Covid-19.

“Alhamudillah antusias lansia bagus mengikuti booster. Ini sudah disosialisasikan dari puskesmas, kepala desa hingga camat setempat,” jelasnya.

Sementara lansia sudah menjalani vaksinasi lengkap semenjak enam bulan lalu. DKK Kudus menerima jenis vaksin booster di antaranya, AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer.

Meski telah divaksin, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. (adv)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus, Muhtamat mengharapkan masyarakat agar tidak takut disuntikkan vaksin booster. Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) diminta juga untuk mensosialisasikan vaksinasi booster tahap ketiga.

Politisi Partai Nasdem itu telah mengikuti vaksinasi booster di Balai Desa Ngembalrejo Jumat (21/01) pagi. Muhtamat disuntikkan jenis vaksin Pfizer.

Setelah menjalani booster, Muhtamat mengungkapkan ketika disuntikkan vaksin tidak begitu terasa reaksinya. Untuk itu pihaknya meminta masyarakat jangan khawatir ketika mengikuti vaksinasi tahap ketiga.

“Saya harapkan masyrakat jangan takut, terutama lansia. Karena sebelum divaksin dilakukan skrining terlebih dahulu,” terangnya.

VAKSINASI BOOSTER: Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus Muhtamat mengikuti suntik vaksin di Balai Desa Ngembalrejo Bae, Jumat (21/1). (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Muhtamat menambahkan, ketika sudah disuntikkan booster, imunitas tubuh akan meningkat. Upaya penguatan imun ini sangatlah penting, terlebih lagi tengah masuk varian Omicron di Indonesia.

Mensukseskan vaksinasi tahap tiga ini diharapkan tim DKK Kudus melakukan edukasi ke masyarakat. Dengan begitu kondisi psikologis masyarakat tidak takut akan disuntikkan booster.

Baca Juga :  Kadin Kudus Desak Kemenag Tidak Perlu Sertifikasi Ulang Halal

“Maka perlu adanya edukasi, tim harus turun ke masyarakat melakukan sosialisasi. Seiring dengan itu psikologis mereka tidak takut,” katanya.

VAKSINASI BOOSTER: Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus Muhtamat mengikuti suntik vaksin di Balai Desa Ngembalrejo Bae, Jumat (21/1). (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Sementara itu, Plh Kepala DKK Kudus, dr Andini Aridewi menyatakan ketersediaan vaksin untuk booster yang telah dikirimkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebanyak 9.300 dosis. Hal itu menyesuaikan kebutuhan lansia yang siap disuntikkan booster.

Andini menyebut, kebijakan dari pemerintah pusat, booster diutamakan dan diprioritaskan kepada masyarakat lansia. Sekaligus masyarakat yang dianggap rentan tertular virus Covid-19.

“Alhamudillah antusias lansia bagus mengikuti booster. Ini sudah disosialisasikan dari puskesmas, kepala desa hingga camat setempat,” jelasnya.

Sementara lansia sudah menjalani vaksinasi lengkap semenjak enam bulan lalu. DKK Kudus menerima jenis vaksin booster di antaranya, AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer.

Meski telah divaksin, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. (adv)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/