alexametrics
30.3 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Terus Digempur, Kejari Kudus Tetapkan Status Tiga Pelaku Rokok Ilegal

KUDUS – Penegakan peredaran rokok ilegal terus digempur oleh di Kudus. Tiga kasus pelanggaran rokok ilegal telah punya status hukum oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus.

Kejari Kudus pada tahun 2021, tengah menangani tiga kasus rokok ilegal lantaran tak dilengkapi pita cukai rokok. Status dua kasus berkekuatan hukum tetap (inkrah).  “Satu kasus lainnya masih dalam penuntutan,” kata Kejari Kudus, Ardrian.

Ardian menambahkan, dua kasus yang status hukumnya sudah inkrah itu merupakan warga Pekanbaru. Waega tersebut kedapatan membeli rokok ilegal yang dilekati pita cukai di area Kabupaten Kudus. Sementara rokok yang didapatkan itu berasal dari warga Dukuh Pulutan, Desa Jekulo.


“Satu kasus lainnya sedang dalam tuntutan adalah produsen rokok ilegal itu adalah warga Desa Jekulo,” terangnya.

Hukuman yang dikenakan kepada dua pelaku yang membeli rokok ilegal adlah Pasal 54 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Lama ancaman pidana penjara selama 1 tahun.

Baca Juga :  Bandel, PKL di Kudus Ini Masih Nekat Jualan Meski Sudah Ada Larangan

Sedangkan, kasus ketiga adalah pelaku melanggar Pasal 50 UU Cukai dengan ancaman pidana minimal 1,5 tahun dan maksimal 5 tahun.

Ardian mengimbau kepada masyarakat agar tak membeli rokok ilgal. Sebab keberadaan rokok bodong merugikan negara.

Sementara itu, Bupati Kudus, Hartopo mengatakan upaya pemberatasan rokok ilegal harus digencarkan. Upaya ini ditunjukkan melalui sosialisasi ke desa-desa.

“Masyarakat diharapkan tak membeli rokok ilegal, jika ada temuan diharapkan melaporkan,” terangnya.

Rokok ilegal sangat merugikan negara. Pasalnya akan mempengarungihi penerimaan negara. Melalui Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBCHT) manfaatnya akan diperuntukkan bagi masyarakat. Salah satu bentuknya peningkatan fasilitas kesehatan.

Data penindakan Bea Cukai Kudus pada tahun ini ada sebanyak 85 kasus. Totalnya ada sebanyak 12 juta batang rokok ilegal yang berhasil disita. Dari hasil sitaan tersebut total nilai barang sebesar Rp 12,7 miliar, sementara potensi kerugian negara Rp 8,4 miliar.






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Penegakan peredaran rokok ilegal terus digempur oleh di Kudus. Tiga kasus pelanggaran rokok ilegal telah punya status hukum oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus.

Kejari Kudus pada tahun 2021, tengah menangani tiga kasus rokok ilegal lantaran tak dilengkapi pita cukai rokok. Status dua kasus berkekuatan hukum tetap (inkrah).  “Satu kasus lainnya masih dalam penuntutan,” kata Kejari Kudus, Ardrian.

Ardian menambahkan, dua kasus yang status hukumnya sudah inkrah itu merupakan warga Pekanbaru. Waega tersebut kedapatan membeli rokok ilegal yang dilekati pita cukai di area Kabupaten Kudus. Sementara rokok yang didapatkan itu berasal dari warga Dukuh Pulutan, Desa Jekulo.

“Satu kasus lainnya sedang dalam tuntutan adalah produsen rokok ilegal itu adalah warga Desa Jekulo,” terangnya.

Hukuman yang dikenakan kepada dua pelaku yang membeli rokok ilegal adlah Pasal 54 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Lama ancaman pidana penjara selama 1 tahun.

Baca Juga :  Bupati Grobogan Launching Gerakan Gempur Rokok Ilegal

Sedangkan, kasus ketiga adalah pelaku melanggar Pasal 50 UU Cukai dengan ancaman pidana minimal 1,5 tahun dan maksimal 5 tahun.

Ardian mengimbau kepada masyarakat agar tak membeli rokok ilgal. Sebab keberadaan rokok bodong merugikan negara.

Sementara itu, Bupati Kudus, Hartopo mengatakan upaya pemberatasan rokok ilegal harus digencarkan. Upaya ini ditunjukkan melalui sosialisasi ke desa-desa.

“Masyarakat diharapkan tak membeli rokok ilegal, jika ada temuan diharapkan melaporkan,” terangnya.

Rokok ilegal sangat merugikan negara. Pasalnya akan mempengarungihi penerimaan negara. Melalui Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBCHT) manfaatnya akan diperuntukkan bagi masyarakat. Salah satu bentuknya peningkatan fasilitas kesehatan.

Data penindakan Bea Cukai Kudus pada tahun ini ada sebanyak 85 kasus. Totalnya ada sebanyak 12 juta batang rokok ilegal yang berhasil disita. Dari hasil sitaan tersebut total nilai barang sebesar Rp 12,7 miliar, sementara potensi kerugian negara Rp 8,4 miliar.






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/