alexametrics
30 C
Kudus
Tuesday, May 24, 2022

Usut Eksploitasi Air Muria, Jika Terbukti Melanggar Langsung Disanksi

KUDUS – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana akan menindaklanjuti kasus eksploitasi air tanah yang terjadi di lereng Muria. Jika tindakan itu terbukti maka akan dikenakan sanksi secara teguran maupun pidana.

Koordinator Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BBWS Pemali Juana Muhammad menyatakan penertiban eksploitasi air tanah di kawasan Muria merupakan lintas sektoral dari Pemerintah Jawa Tengah. Dalam penertibannya, pihaknya juga akan melibatkan Satpol PP Kabupaten Kudus.

Namun, terkait keluhan warga Desa Kajar kepada bupati Kudus beberapa waktu lalu, pihaknya belum menerima surat laporan tersebut.


“Kami belum menerima suratnya, jika sudah terima pasti kami tindaklanjuti,” terangnya.

Dalam prosedur penindakan, pihaknya akan meninjau terlebih dahulu ke lapangan. Terkait penindakan akan menyesuaikan kaidah peraturan yang berlaku.

Muhammad mengatakan, pelaku yang melanggar akan diberikan sanksi teguran terlebih dahulu. Selanjutnya, pihaknya akan meminta penertiban secara mandiri oleh pelaku. Jika masih tidak mengindahkan, tim gabungan akan menertibkan secara paksa air yang dieksploitasi tersebut.

Baca Juga :  Cara Pasti Irit BBM Motor ala #Cari_aman

“Jika mengacu pada UU SDA, sanksi pidana ada yang lebih lima tahun lebih dan juga ada denda,” terangnya.

Lebih lanjut, untuk pengenaan sanksi pidana Muhammad melihat terlebih dahulu melihat temuan di lapangan. Dengan begitu sanksi yang ditetapkan akan sesuai.

Kepala Satpol PP Kudus Kholid Seif menyatakan, kewenangan penertiban atas adanya eksploitasi air di lereng Muria, kewenangan Satpol PP Jawa Tengah. Untuk pihaknya akan menindaklanjuti dan berkoordinasi.

“Untuk penertiban, kami akan rapatkan terlebih dahulu,” tambahnya.

Sebelumnya, warga Desa Kajar mengadu kepada Bupati Kudus Hartopo lantaran adanya eksploitasi sumber air Gunung Muria. Hal tersebut berimbas merugikan iriga lahan pertanian milik masyarakat. Sekaligus kebutuhan air bersih.

Warga meminta agar eksploitasi air Gunung Muria segera ditertibkan dan ditata ulang agar penggunannya sesuai dengan kebutuhan. (mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana akan menindaklanjuti kasus eksploitasi air tanah yang terjadi di lereng Muria. Jika tindakan itu terbukti maka akan dikenakan sanksi secara teguran maupun pidana.

Koordinator Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BBWS Pemali Juana Muhammad menyatakan penertiban eksploitasi air tanah di kawasan Muria merupakan lintas sektoral dari Pemerintah Jawa Tengah. Dalam penertibannya, pihaknya juga akan melibatkan Satpol PP Kabupaten Kudus.

Namun, terkait keluhan warga Desa Kajar kepada bupati Kudus beberapa waktu lalu, pihaknya belum menerima surat laporan tersebut.

“Kami belum menerima suratnya, jika sudah terima pasti kami tindaklanjuti,” terangnya.

Dalam prosedur penindakan, pihaknya akan meninjau terlebih dahulu ke lapangan. Terkait penindakan akan menyesuaikan kaidah peraturan yang berlaku.

Muhammad mengatakan, pelaku yang melanggar akan diberikan sanksi teguran terlebih dahulu. Selanjutnya, pihaknya akan meminta penertiban secara mandiri oleh pelaku. Jika masih tidak mengindahkan, tim gabungan akan menertibkan secara paksa air yang dieksploitasi tersebut.

Baca Juga :  Suami Pembakar Istri dan Anak di Kudus Meninggal, Kasus Resmi Ditutup

“Jika mengacu pada UU SDA, sanksi pidana ada yang lebih lima tahun lebih dan juga ada denda,” terangnya.

Lebih lanjut, untuk pengenaan sanksi pidana Muhammad melihat terlebih dahulu melihat temuan di lapangan. Dengan begitu sanksi yang ditetapkan akan sesuai.

Kepala Satpol PP Kudus Kholid Seif menyatakan, kewenangan penertiban atas adanya eksploitasi air di lereng Muria, kewenangan Satpol PP Jawa Tengah. Untuk pihaknya akan menindaklanjuti dan berkoordinasi.

“Untuk penertiban, kami akan rapatkan terlebih dahulu,” tambahnya.

Sebelumnya, warga Desa Kajar mengadu kepada Bupati Kudus Hartopo lantaran adanya eksploitasi sumber air Gunung Muria. Hal tersebut berimbas merugikan iriga lahan pertanian milik masyarakat. Sekaligus kebutuhan air bersih.

Warga meminta agar eksploitasi air Gunung Muria segera ditertibkan dan ditata ulang agar penggunannya sesuai dengan kebutuhan. (mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/