alexametrics
26.2 C
Kudus
Wednesday, May 18, 2022

Delapan Ton Rokok Bodong di Kudus Dimusnahkan

KUDUS – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus memusnahkan jutaan rokok ilegal yang beratnya mencapai delapan ton. Barang tersebut merupakan hasil penindakan dari Desember 2020 hingga September 2021.

Pemusnahan rokok ilegal dilangsungkan secara simbolis di halaman KPPBC Kudus Selasa (16/11) pagi. Rokok ilegal dibakar oleh Bupati Kudus Hartopo, Ketua DPRD Kudus Masan, Forkopimda, dan jajaran KPBBC Tipe Madya Kudus. Di sisi lain, jutaan rokok ilegal ditimbun di Tempat Pembuangan Umum (TPA) Sukoharjo, Kabupaten Pati.

Plt Kepala KPBBC Kudus Sutopo Ali Subagyo menyatakan, total ada 4,7 juta batang Sigaret Kretek Mesin (SKM), 31 ribu batang Sigaret Kretek Tangan (SKT), dua karung etiket, dua karung plastik OPP, dua buah alat pemanas, dan 1.200 liter Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA).


Sementara total perkiraan barang milik negara yang dimusnahkan tersebut totalnya Rp 4,8 miliar. Sedangkan perkiraan potensi kerugian negara totalnya sebesar Rp 3,17 miliar.

”Untuk potensi kerugian negara terdiri dari cukai sebesar Rp 2,48 miliar, pajak rokok sebesar Rp 248,81 juta, dan Pajak Pertambahan Nilai Hasil Tembakau (PPN HT) sebesar Rp 442,23 juta,” terangnya.

Baca Juga :  Mahasiswa UMK Terima Beasiswa dan Bantuan UKT

Sebagian besar barang yang dimusnahkan adalah rokok yang tak dilekati cukai. Maupun dilekati pita cukai palsu. Tentunya hal ini melanggar Pasal 54 dan 55 Undang Undang nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang nomor 11 Tahun 1995, tentang Cukai.

”Sesuai ketentuan rokok merupakan barang kena cukai dan harus dilekati pita cukai asli,” tambahnya.

Sementara itu Bupati Kudus Hartopo menyatakan, pemkab terus berupaya memberantas peredaran rokok ilegal di Kota Kretek. Upayanya dengan kolaborasi pemberantasan bersama aparat penegak hukum (APH).

”Adanya sosialisasi tentang cukai dan KIHT menjadi upaya memberantas rokok ilegal,” terangnya.

Untuk itu, masyarakat diharapkan turut membantu pemberantasan rokok ilegal. Caranya dengan tak membeli roko ilegal. Upaya tersebut dapat meningkatkan pendapatan negara. Sehingga penyaluran Dana Bagai Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) meningkat. Penggunannya dimanfatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah DIY Muhammad Purwantoro menyatakan, dalam penindakan perlu tindakan persusif. Sekaligus ada pembinaan pengusaha rokok agar menuju legal.

”Dulu kami gencar memberantas, tetapi itu belum efisien. Maka kami perlu melakukan pendampingan kepada pelaku,” katanya.






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus memusnahkan jutaan rokok ilegal yang beratnya mencapai delapan ton. Barang tersebut merupakan hasil penindakan dari Desember 2020 hingga September 2021.

Pemusnahan rokok ilegal dilangsungkan secara simbolis di halaman KPPBC Kudus Selasa (16/11) pagi. Rokok ilegal dibakar oleh Bupati Kudus Hartopo, Ketua DPRD Kudus Masan, Forkopimda, dan jajaran KPBBC Tipe Madya Kudus. Di sisi lain, jutaan rokok ilegal ditimbun di Tempat Pembuangan Umum (TPA) Sukoharjo, Kabupaten Pati.

Plt Kepala KPBBC Kudus Sutopo Ali Subagyo menyatakan, total ada 4,7 juta batang Sigaret Kretek Mesin (SKM), 31 ribu batang Sigaret Kretek Tangan (SKT), dua karung etiket, dua karung plastik OPP, dua buah alat pemanas, dan 1.200 liter Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA).

Sementara total perkiraan barang milik negara yang dimusnahkan tersebut totalnya Rp 4,8 miliar. Sedangkan perkiraan potensi kerugian negara totalnya sebesar Rp 3,17 miliar.

”Untuk potensi kerugian negara terdiri dari cukai sebesar Rp 2,48 miliar, pajak rokok sebesar Rp 248,81 juta, dan Pajak Pertambahan Nilai Hasil Tembakau (PPN HT) sebesar Rp 442,23 juta,” terangnya.

Baca Juga :  Punya Tema Kudus Bangkit, Pemkab Kudus Fokus Benahi Perekonomian

Sebagian besar barang yang dimusnahkan adalah rokok yang tak dilekati cukai. Maupun dilekati pita cukai palsu. Tentunya hal ini melanggar Pasal 54 dan 55 Undang Undang nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang nomor 11 Tahun 1995, tentang Cukai.

”Sesuai ketentuan rokok merupakan barang kena cukai dan harus dilekati pita cukai asli,” tambahnya.

Sementara itu Bupati Kudus Hartopo menyatakan, pemkab terus berupaya memberantas peredaran rokok ilegal di Kota Kretek. Upayanya dengan kolaborasi pemberantasan bersama aparat penegak hukum (APH).

”Adanya sosialisasi tentang cukai dan KIHT menjadi upaya memberantas rokok ilegal,” terangnya.

Untuk itu, masyarakat diharapkan turut membantu pemberantasan rokok ilegal. Caranya dengan tak membeli roko ilegal. Upaya tersebut dapat meningkatkan pendapatan negara. Sehingga penyaluran Dana Bagai Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) meningkat. Penggunannya dimanfatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah DIY Muhammad Purwantoro menyatakan, dalam penindakan perlu tindakan persusif. Sekaligus ada pembinaan pengusaha rokok agar menuju legal.

”Dulu kami gencar memberantas, tetapi itu belum efisien. Maka kami perlu melakukan pendampingan kepada pelaku,” katanya.






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/