alexametrics
30.2 C
Kudus
Tuesday, May 24, 2022

Dianggap Meresahkan, Segel Tower Bermasalah Malah Dirusak Oknum Aparat

KUDUS – Sejumlah orang merusak gembok pintu tower yang sebelumnya disegel warga. Mereka berjumlah delapan orang dan mengaku sebagai oknum kepolisian. Tower yang terletak di Jalan Pemuda RT 3 RW 4, Desa Mijen, Kaliwungu, itu disegel warga karena dianggap tak memiliki izin yang jelas. Tower itu dianggap membahayakan warga sekitar.

Kepala Desa Mijen, Singgih Wahyu Jatmiko menyebut pada (11/9) pukul 22.00 WIB warga menyegel dan pemutusan hubungan arus listrik pada tower tersebut karena legalitas tidak jelas. Dan keberadaan tower dianggap meresahkan warga sekitar.

Penyegelan itu berdasarkan hasil kesepakatan karena pihak tower tak bisa menunjukkan dokumen dan bukti-bukti perizinan. Itu didahului dengan surat pernyataan yang ditandatangani kedua belah pihak. Antara warga dan pihak tower yang dimediasi pihak desa.


“Yang terkait yakni pihak tower sempat bertemu warga. Berjanji akan menyiapkan dokumen terkait izin sampai 7 September. Bila mereka tak bisa memenuhi maka pihak tower mempersilahkan warga menyegel,” jelasnya.

Sementara menyikapi penyegelan itu pihak tower berkoordinasi dengan warga dan Grib Jaya yang diberi amanah oleh warga untuk mendampingi permasalahan tersebut. Namun tidak membuahkan hasil.

Baca Juga :  Bisa Bikin Lega, Sebagian RSUD di Kudus Nol Pasien Positif Covid-19

Lalu orang-orang yang diduga perwakilan pihak tower dan tujuh orang lainnya kemarin malam (16/9) pukul 20.00 WIB merusak kunci gembok pintu gerbang tower yang disegel warga.

“Dalam perusakan kunci gembok gerbang tower celuler tersebut diketahui oleh Bapak Pramono Ketua RT 03 RW 04 bersama warga Desa Mijen. Saya sendiri dikasih tau adiknya pak RT jika ada orang yang mengaku aparat kepolisian dan memaksa membongkar paksa gembok,” terangnya.

“Kesini tak membawa surat. Sempat mengaku polres dan kemudian mengaku dari pihak Telkomsel. Saya hubungi Kapolsek dan memang tak ada perintah. Terlebih kan jika polisi prosedurnya gak seperti itu,” terangnya.

Upaya menyegel dan meminta bukti-bukti perizinan bukan dimaksudkan untuk mempersulit pihak tower. Melainkan memperjelas statusnya. Sehingga ada pihak yang benar-benar bertangungjawab bila ada sesuatu hal yang tidak diinginkan.

“Kami tak bermaksud mempersulit. Hanya memperjelas. Ijinya gimana, dan legalitasnya seperti apa,” imbuhnya.

Terkait perusakan gembok itu sendiri, Singgih menyebut pihak Grib dengan mengatasnamakan warga akan menempuh upaya hukum. (him)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Sejumlah orang merusak gembok pintu tower yang sebelumnya disegel warga. Mereka berjumlah delapan orang dan mengaku sebagai oknum kepolisian. Tower yang terletak di Jalan Pemuda RT 3 RW 4, Desa Mijen, Kaliwungu, itu disegel warga karena dianggap tak memiliki izin yang jelas. Tower itu dianggap membahayakan warga sekitar.

Kepala Desa Mijen, Singgih Wahyu Jatmiko menyebut pada (11/9) pukul 22.00 WIB warga menyegel dan pemutusan hubungan arus listrik pada tower tersebut karena legalitas tidak jelas. Dan keberadaan tower dianggap meresahkan warga sekitar.

Penyegelan itu berdasarkan hasil kesepakatan karena pihak tower tak bisa menunjukkan dokumen dan bukti-bukti perizinan. Itu didahului dengan surat pernyataan yang ditandatangani kedua belah pihak. Antara warga dan pihak tower yang dimediasi pihak desa.

“Yang terkait yakni pihak tower sempat bertemu warga. Berjanji akan menyiapkan dokumen terkait izin sampai 7 September. Bila mereka tak bisa memenuhi maka pihak tower mempersilahkan warga menyegel,” jelasnya.

Sementara menyikapi penyegelan itu pihak tower berkoordinasi dengan warga dan Grib Jaya yang diberi amanah oleh warga untuk mendampingi permasalahan tersebut. Namun tidak membuahkan hasil.

Baca Juga :  Cicipi Produk di Pasar Winong Sari Joyo, Mawar Hartopo Acungkan Jempol

Lalu orang-orang yang diduga perwakilan pihak tower dan tujuh orang lainnya kemarin malam (16/9) pukul 20.00 WIB merusak kunci gembok pintu gerbang tower yang disegel warga.

“Dalam perusakan kunci gembok gerbang tower celuler tersebut diketahui oleh Bapak Pramono Ketua RT 03 RW 04 bersama warga Desa Mijen. Saya sendiri dikasih tau adiknya pak RT jika ada orang yang mengaku aparat kepolisian dan memaksa membongkar paksa gembok,” terangnya.

“Kesini tak membawa surat. Sempat mengaku polres dan kemudian mengaku dari pihak Telkomsel. Saya hubungi Kapolsek dan memang tak ada perintah. Terlebih kan jika polisi prosedurnya gak seperti itu,” terangnya.

Upaya menyegel dan meminta bukti-bukti perizinan bukan dimaksudkan untuk mempersulit pihak tower. Melainkan memperjelas statusnya. Sehingga ada pihak yang benar-benar bertangungjawab bila ada sesuatu hal yang tidak diinginkan.

“Kami tak bermaksud mempersulit. Hanya memperjelas. Ijinya gimana, dan legalitasnya seperti apa,” imbuhnya.

Terkait perusakan gembok itu sendiri, Singgih menyebut pihak Grib dengan mengatasnamakan warga akan menempuh upaya hukum. (him)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/