alexametrics
30.3 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Data 9.000 Penerima KPM Kabupaten Pati Dicoret, Ini Alasannya

KOTA, Radar Kudus – Sebanyak 9.000 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Pati belum menerima bantuan 10 kilogram (Kg) beras. Bantuan tersebut dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang disalurkan tiap Badan Urusan Logistik (Bulog) cabang daerah. Alasannya, ribuan penerima belum masuk dalam Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin) Kemensos.

Ribuan data itu ditemukan setelah pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pati melakukan evaluasi (padankan) data penerima. Yaitu, data Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) saat ini.

”Total KPM bantuan tersebut ada 96.128. Namun, setelah kami padankan datanya ternyata ada yang tidak masuk Pusdatin. Sehingga 9.000 orang itu kami coret,” imbuh Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos Pati Tri Haryumi.


Sebelumnya pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinsos Provinsi Jateng. Ada juga berkoordinasi dengan Korwil Bulog Jateng. Koordinasi tersebut melalui zoom meeting. Hasilnya, mereka menyepakati yang berhak mendapatkan bantuan beras 10 kilogram dari Bulog tersebut adalah yang masuk dalam daftar Pusdatin.

Baca Juga :  Modal Satu Miliar dari Pemprov Jateng Tak Mampu Kaver UMKM di Kudus

”Karena keputusannya seperti itu, maka kami padankan datanya lagi agar sesuai dengan harapan. Yang jelas Dinsos sudah menindaklanjuti dengan pemadanan data dan menyampaikan laporannya ke pusat,” ujarnya.

Upaya selanjutnya, pihaknya melakukan verifikasi lapangan. Apabila ada KPM PKH yang meninggal dan masuk dalam Pusdatin. Selanjutnya, akan dialihkan kepada ahli waris. ”Apabila yang bersangkutan tidak mempunyai ahli waris bisa dialihkan ke orang lain yang lebih berhak,” paparnya.

Selain itu, adapula KPM yang mendapatkan PKH sudah tidak bisa mendapatkan bantuan itu. Jelas dia, itu setelah dilakukan verifikasi lapangan. ”Jadi sudah ada perbaikan data. Mereka sudah tidak bisa mendapatkan program tersebut. Ada berbagai faktor yang melatar belakangi. Salah satunya kondisi ekonomi yang sudah mapan,” katanya.(adr)

KOTA, Radar Kudus – Sebanyak 9.000 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Pati belum menerima bantuan 10 kilogram (Kg) beras. Bantuan tersebut dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang disalurkan tiap Badan Urusan Logistik (Bulog) cabang daerah. Alasannya, ribuan penerima belum masuk dalam Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin) Kemensos.

Ribuan data itu ditemukan setelah pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pati melakukan evaluasi (padankan) data penerima. Yaitu, data Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) saat ini.

”Total KPM bantuan tersebut ada 96.128. Namun, setelah kami padankan datanya ternyata ada yang tidak masuk Pusdatin. Sehingga 9.000 orang itu kami coret,” imbuh Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos Pati Tri Haryumi.

Sebelumnya pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinsos Provinsi Jateng. Ada juga berkoordinasi dengan Korwil Bulog Jateng. Koordinasi tersebut melalui zoom meeting. Hasilnya, mereka menyepakati yang berhak mendapatkan bantuan beras 10 kilogram dari Bulog tersebut adalah yang masuk dalam daftar Pusdatin.

Baca Juga :  Hadiri Misa Kamis Putih, Jamaah di Geraja Kudus Gunakan Scan Barcode

”Karena keputusannya seperti itu, maka kami padankan datanya lagi agar sesuai dengan harapan. Yang jelas Dinsos sudah menindaklanjuti dengan pemadanan data dan menyampaikan laporannya ke pusat,” ujarnya.

Upaya selanjutnya, pihaknya melakukan verifikasi lapangan. Apabila ada KPM PKH yang meninggal dan masuk dalam Pusdatin. Selanjutnya, akan dialihkan kepada ahli waris. ”Apabila yang bersangkutan tidak mempunyai ahli waris bisa dialihkan ke orang lain yang lebih berhak,” paparnya.

Selain itu, adapula KPM yang mendapatkan PKH sudah tidak bisa mendapatkan bantuan itu. Jelas dia, itu setelah dilakukan verifikasi lapangan. ”Jadi sudah ada perbaikan data. Mereka sudah tidak bisa mendapatkan program tersebut. Ada berbagai faktor yang melatar belakangi. Salah satunya kondisi ekonomi yang sudah mapan,” katanya.(adr)

Most Read

Artikel Terbaru

/