alexametrics
29.4 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Lima Tahun Tak Tersentuh, Akhirnya SDN 6 Terban Kudus Rusak Diperbaiki

KUDUS – Sekolah Dasar Negeri VI Terban, Kudus, mulai diperbaiki kemarin. Sebelumnya hampir lebih lima tahun kerusakan sekolah itu tak kunjung diperbaiki. Perbaikan diprediksi selesai dalam sebulan ke depan. Ada tiga kelas yang dirombak. Yakni kelas I, II, dan III.

Kepala SD VI Terban Sutono menjelaskan upaya pengajuan perbaikan sudah dilakukan sejak dirinya mulai menjabat jadi kepala sekolah. Yakni pada 2017 lalu. Sayang, upaya itu kerap kali gagal.

”Sempat mau dapat bantuan tetapi tak jadi. Alhamdulillah, tahun ini bisa terealisasi perbaikannya,” jelasnya.


Menurutnya selama dalam kondisi rusak, kelas-kelas itu tetap dipakai untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Sebab tak ada ruang alternatif lain. Terlebih jumlah siswa di sekolah tersebut relatif banyak. Sehingga menerapkan sistem shift juga tak mungkin.

Beberapa kerusakan yakni pada atap dan dinding. Bahkan beberapa waktu lalu, saat proses KBM, plafon atap jebol. Dan menimpa siswa.

Donny Setyawan/Radar Kudus

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus Zubaidi menjelaskan perbaikan di SD 6 Terban menggunakan dana APBD. Dengan total sekitar Rp 180 juta.

Baca Juga :  Wisuda ke-68, Rektor UMK Tekankan Empat Pilar

”Selain SD 6 Terban, sebelum Lebaran kemarin ada 20 sekolah kategori rusak berat yang sudah mulai diperbaiki,” jelasnya.

Total hingga Agustus pihaknya menargetkan merampungkan perbaikan di 110 sekolah. Dengan nilai anggaran mencapai Rp 22 miliar.

”Target perbaikan setiap paketnya 60 hari,” tambahnya.

Pihaknya menambahkan sekolah-sekolah yang diperbaiki itu merupakan usulan pada 2021 lalu yang realisasinya pada tahun ini. Dengan perbaikan tahun ini yang sedang digenjarkan, dia menerangkan semua sekolah yang kategori rusak parah sudah tercover.

”Jenis perbaikannya beragam. Ada yang atap dan dinding. Ada yang lapangan upacara,” terangnya.

Selain itu dia meminta kepala sekolah semuanya pro aktif. Sehingga bila terdapat kerusakan segera dilaporkan. Dan segera tertangani.

”Sebab sekolah yang paling tahu. Setelah itu akan kami survei. Sebenarnya tanpa ada laporan, tim juga mobile. Namun kemampuan kami juga terbatas. Untuk itu kami minta sekolah pro aktif,” imbuhnya. (tos/zen)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Sekolah Dasar Negeri VI Terban, Kudus, mulai diperbaiki kemarin. Sebelumnya hampir lebih lima tahun kerusakan sekolah itu tak kunjung diperbaiki. Perbaikan diprediksi selesai dalam sebulan ke depan. Ada tiga kelas yang dirombak. Yakni kelas I, II, dan III.

Kepala SD VI Terban Sutono menjelaskan upaya pengajuan perbaikan sudah dilakukan sejak dirinya mulai menjabat jadi kepala sekolah. Yakni pada 2017 lalu. Sayang, upaya itu kerap kali gagal.

”Sempat mau dapat bantuan tetapi tak jadi. Alhamdulillah, tahun ini bisa terealisasi perbaikannya,” jelasnya.

Menurutnya selama dalam kondisi rusak, kelas-kelas itu tetap dipakai untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Sebab tak ada ruang alternatif lain. Terlebih jumlah siswa di sekolah tersebut relatif banyak. Sehingga menerapkan sistem shift juga tak mungkin.

Beberapa kerusakan yakni pada atap dan dinding. Bahkan beberapa waktu lalu, saat proses KBM, plafon atap jebol. Dan menimpa siswa.

Donny Setyawan/Radar Kudus

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus Zubaidi menjelaskan perbaikan di SD 6 Terban menggunakan dana APBD. Dengan total sekitar Rp 180 juta.

Baca Juga :  Gegara Tak Layani BPNT, E-Warong di Kudus Nganggur

”Selain SD 6 Terban, sebelum Lebaran kemarin ada 20 sekolah kategori rusak berat yang sudah mulai diperbaiki,” jelasnya.

Total hingga Agustus pihaknya menargetkan merampungkan perbaikan di 110 sekolah. Dengan nilai anggaran mencapai Rp 22 miliar.

”Target perbaikan setiap paketnya 60 hari,” tambahnya.

Pihaknya menambahkan sekolah-sekolah yang diperbaiki itu merupakan usulan pada 2021 lalu yang realisasinya pada tahun ini. Dengan perbaikan tahun ini yang sedang digenjarkan, dia menerangkan semua sekolah yang kategori rusak parah sudah tercover.

”Jenis perbaikannya beragam. Ada yang atap dan dinding. Ada yang lapangan upacara,” terangnya.

Selain itu dia meminta kepala sekolah semuanya pro aktif. Sehingga bila terdapat kerusakan segera dilaporkan. Dan segera tertangani.

”Sebab sekolah yang paling tahu. Setelah itu akan kami survei. Sebenarnya tanpa ada laporan, tim juga mobile. Namun kemampuan kami juga terbatas. Untuk itu kami minta sekolah pro aktif,” imbuhnya. (tos/zen)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/