alexametrics
25.6 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Sebatang Kara, Kakek di Kudus yang Tinggal di Gubug Reot 2×1,5 Meter Kini Dipindah ke Panti Jompo

KUDUS – Kakek Amir, 67, warga RT 4 RW 1 yang tinggal di gubuk kecil berukuran 2 x 1,5 meter mendapat perhatian Pemkab Kudus. Kemarin (18/5) Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Mawar Hartopo menengok dan mengajak kakek Amir pindah ke panti jompo.

Istri Bupati Kudus itu datang bersama jajaran forkopimda seperti kades hingga camat. Mereka menengok kondisi Amir. Setelah menengok, Amir ditawari untuk pindah. Tawaran tersebut pun disambut baik dan diterima.

Mawar menyebut upaya memindahkan kakek Amir ke Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pucang Gading di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah sebagai wujud kepedulian pemerintah agar warganya mendapatkan tempat tinggal yang layak.


“Kalau di sana ada yang merawat. Ada yang mengurusi. Jadi biar tak merepotkan tetangga,” jelasnya.

Memindahkan ke panti menjadi solusi paling masuk akal. Ini juga bentuk empati yang relevan. Sebab secara pribadi, ia tak tega melihat kondisi kakek Amir. Karena hidup sebatang kara dan dalam kaki yang cacat akibat kecelakaan.

Baca Juga :  Magister Pendidikan Dasar UMK 90 Persen Publikasi Internasional

Menurutnya fenomena seperti itu bukanlah yang pertama. Sebab memang ada warga Kudus yang usia lanjut dan memilih tinggal sendiri. Dan tak mau pindah.

“Mungkin ada memori masa lalu yang membuat mereka seperti itu. Kami hanya memindah yang mau saja. Alhamdulillah kakek Amir ini mau,” tambahnya.

DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS

Camat Kaliwungu Satria Agus Himawan mengatakan kakek Amir memang memiliki problem di lingkungan keluarga, sehingga yang bersangkutan harus tinggal sendiri. Anak-anaknya pun tak menerima.

“Untuk itu, kami memikirkan agar kakek Amir punya tempat tinggal yang layak sekaligus mendapatkan perawatan yang baik,” katanya.

Dia pun berharap dengan pemindahan kakek Amir ke panti jompo yang difasilitasi pemerintah turut menyadarkan anak-anaknya.

“Harapan kami anak-anaknya tergugah hatinya. Biar nanti dijemput dan dirawat. Sementara biar dirawat di jompo dulu,” paparnya.

Satriya menerangkan upaya itu juga bentuk pemerintah serta negara Hadi untuk peduli dengan warganya. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Kakek Amir, 67, warga RT 4 RW 1 yang tinggal di gubuk kecil berukuran 2 x 1,5 meter mendapat perhatian Pemkab Kudus. Kemarin (18/5) Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Mawar Hartopo menengok dan mengajak kakek Amir pindah ke panti jompo.

Istri Bupati Kudus itu datang bersama jajaran forkopimda seperti kades hingga camat. Mereka menengok kondisi Amir. Setelah menengok, Amir ditawari untuk pindah. Tawaran tersebut pun disambut baik dan diterima.

Mawar menyebut upaya memindahkan kakek Amir ke Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pucang Gading di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah sebagai wujud kepedulian pemerintah agar warganya mendapatkan tempat tinggal yang layak.

“Kalau di sana ada yang merawat. Ada yang mengurusi. Jadi biar tak merepotkan tetangga,” jelasnya.

Memindahkan ke panti menjadi solusi paling masuk akal. Ini juga bentuk empati yang relevan. Sebab secara pribadi, ia tak tega melihat kondisi kakek Amir. Karena hidup sebatang kara dan dalam kaki yang cacat akibat kecelakaan.

Baca Juga :  Ci Swak, Ritual Tolak Balak Diawali Doa Bersama, Diakhiri Pembagian Jeruk

Menurutnya fenomena seperti itu bukanlah yang pertama. Sebab memang ada warga Kudus yang usia lanjut dan memilih tinggal sendiri. Dan tak mau pindah.

“Mungkin ada memori masa lalu yang membuat mereka seperti itu. Kami hanya memindah yang mau saja. Alhamdulillah kakek Amir ini mau,” tambahnya.

DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS

Camat Kaliwungu Satria Agus Himawan mengatakan kakek Amir memang memiliki problem di lingkungan keluarga, sehingga yang bersangkutan harus tinggal sendiri. Anak-anaknya pun tak menerima.

“Untuk itu, kami memikirkan agar kakek Amir punya tempat tinggal yang layak sekaligus mendapatkan perawatan yang baik,” katanya.

Dia pun berharap dengan pemindahan kakek Amir ke panti jompo yang difasilitasi pemerintah turut menyadarkan anak-anaknya.

“Harapan kami anak-anaknya tergugah hatinya. Biar nanti dijemput dan dirawat. Sementara biar dirawat di jompo dulu,” paparnya.

Satriya menerangkan upaya itu juga bentuk pemerintah serta negara Hadi untuk peduli dengan warganya. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/