alexametrics
23.7 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

IAIN KUDUS Pelopori KKN Pendampingan Proses Produk Halal

KUDUS – IAIN Kudus pelopori KKN tematik pendampingan proses produk halal. Hal itu diwujudkan dalan kegiatan kuliah kerja nyata.

Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Umar melalui zoom mengatakan mengapresiasi IAIN Kudus tentang pendampingan proses halal yang diintegrasikan dalam kegiatan KKN. Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) 2022 itu sendiri diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Kudus pada Selasa (17/05).

”Mempelopori adanya pendampingan halal yang diintegrasikan ke dalam KKN ini semoga disusul oleh kampus lain. Itu menjadi awal yang baik. Semoga menjadi bagian untuk membantu masyarakat muslim terutama pengusaha,” katanya.


Dia berharap agar seluruh peserta dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh seluruh rangkaian kegiatan pelatihan yang dikemas dengan mengikuti kurikulum. Sebagaimana kegiatan pelatihan yang telah diselenggarakan pihak BPJPH. Meliputi penyampaian materi (teori), praktik, penugasan dan kegiatan evaluasi. Sehingga seluruh peserta dapat dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan sertifikat dari BPJPH.

“Perlu ada kesadaran, kampanye, dakwah sadar halal melalui sertifikasi halal bagi usaha mikro dan kecil (UMK). Ada materi yang telah disusun tim dari IAIN Kudus untuk dikirim ke masjid-masjid di kampung-kampung,” jelasnya.

Baca Juga :  Agar Stok Pertalite Aman, Pertamina Imbau Orang Mampu Gunakan Pertamax

Rektor IAIN Kudus Mudzakir menyampaikan dengan adanya pelatihan ini akan ada proses edukasi. Sehingga dosen IAIN Kudus memiliki pengalaman yang riil bagaimana menguji kehalalan dan kampus hadir dalam memberikan kontribusi terhadap produk halal yang akan dikonsumsi oleh masyarakat luas.

Pelatihan ini wujud ikhtiar PTKIN dalam menyukseskan program Kementerian Agama untuk menerbitkan satu juta bantuan sertifikasi halal gratis pada 2022 bagi pelaku UMK melalui skema self declare serta mencetak 100.000 orang pendamping PPH untuk mendukung realisasi program tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk bisa semakin memperkuat rantai ekosistem produk halal di Indonesia. Serta mendukung target Indonesia untuk mengejar predikat sebagai produsen produk halal terbesar di dunia. Pelatihan yang bertujuan menghasilkan Pendamping PPH ini akan berlangsung selama lima hari dari tanggal 17 s.d 21 Mei 2022.

Ketua LPPM IAIN Kudus Mohammad Dzofir menjelaskan bahwa peserta yang lulus pelatihan akan diproyeksikan sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik Pendampingan Proses Produk Halal. Dimana LPPM IAIN Kudus akan menerjunkan 550 mahasiswa untuk mengikuti KKN Tematik Pendampingan PPH 2022. ”Semoga mahasiswa KKN IAIN Kudus dapat membantu para pelaku UMK untuk memperoleh sertifikasi produk halal,” jelasnya. (ark/zen)

KUDUS – IAIN Kudus pelopori KKN tematik pendampingan proses produk halal. Hal itu diwujudkan dalan kegiatan kuliah kerja nyata.

Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Umar melalui zoom mengatakan mengapresiasi IAIN Kudus tentang pendampingan proses halal yang diintegrasikan dalam kegiatan KKN. Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) 2022 itu sendiri diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Kudus pada Selasa (17/05).

”Mempelopori adanya pendampingan halal yang diintegrasikan ke dalam KKN ini semoga disusul oleh kampus lain. Itu menjadi awal yang baik. Semoga menjadi bagian untuk membantu masyarakat muslim terutama pengusaha,” katanya.

Dia berharap agar seluruh peserta dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh seluruh rangkaian kegiatan pelatihan yang dikemas dengan mengikuti kurikulum. Sebagaimana kegiatan pelatihan yang telah diselenggarakan pihak BPJPH. Meliputi penyampaian materi (teori), praktik, penugasan dan kegiatan evaluasi. Sehingga seluruh peserta dapat dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan sertifikat dari BPJPH.

“Perlu ada kesadaran, kampanye, dakwah sadar halal melalui sertifikasi halal bagi usaha mikro dan kecil (UMK). Ada materi yang telah disusun tim dari IAIN Kudus untuk dikirim ke masjid-masjid di kampung-kampung,” jelasnya.

Baca Juga :  BPJamsostek Sambangi Dua Perusahaan Besar di Kudus saat Safari Ramadhan

Rektor IAIN Kudus Mudzakir menyampaikan dengan adanya pelatihan ini akan ada proses edukasi. Sehingga dosen IAIN Kudus memiliki pengalaman yang riil bagaimana menguji kehalalan dan kampus hadir dalam memberikan kontribusi terhadap produk halal yang akan dikonsumsi oleh masyarakat luas.

Pelatihan ini wujud ikhtiar PTKIN dalam menyukseskan program Kementerian Agama untuk menerbitkan satu juta bantuan sertifikasi halal gratis pada 2022 bagi pelaku UMK melalui skema self declare serta mencetak 100.000 orang pendamping PPH untuk mendukung realisasi program tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk bisa semakin memperkuat rantai ekosistem produk halal di Indonesia. Serta mendukung target Indonesia untuk mengejar predikat sebagai produsen produk halal terbesar di dunia. Pelatihan yang bertujuan menghasilkan Pendamping PPH ini akan berlangsung selama lima hari dari tanggal 17 s.d 21 Mei 2022.

Ketua LPPM IAIN Kudus Mohammad Dzofir menjelaskan bahwa peserta yang lulus pelatihan akan diproyeksikan sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik Pendampingan Proses Produk Halal. Dimana LPPM IAIN Kudus akan menerjunkan 550 mahasiswa untuk mengikuti KKN Tematik Pendampingan PPH 2022. ”Semoga mahasiswa KKN IAIN Kudus dapat membantu para pelaku UMK untuk memperoleh sertifikasi produk halal,” jelasnya. (ark/zen)

Most Read

Artikel Terbaru

/