alexametrics
23.7 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

BBPOM Semarang Sosialisasi Keamanan Pangan di Kudus, Sasar Sekolah dan Desa

KUDUS – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis (Bimtek) keamanan pangan selama dua hari, mulai Rabu (18/5) dan Kamis (19/5). Pada Bimtek kali, BBPOM menyasar sekolah dan desa.

Bimtek ini dilaksanakan di dua tempat. Untuk sekolah dilaksanakan di Hotel Griptha, sedangkan untuk desa berlokasi di rumah makan Ulam Sari. Tujuan dari kegiatan tersebut untuk memberi pengetahuan pangan yang aman. Aman yang dimaksud yakni bebas dari cemaran biologis, cemaran kimia, dan cemaran fisik atau benda asing.

Sosialisasi keamanan pangan untuk komunitas sekolah dibuka oleh Sekdin Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Dian Vitayani yang diikuti 14 sekolah yang sudah terpilih dengan kriteria sekolah Adiwiyata, sekolah ramah anak, dan sekolah sehat.


Sementara Bimtek Kader Keamanan Desa diikuti kader keamanan pangan dari dua desa atau kelurahan yakni Desa Krandon dan Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota. Kegiatan itu dibuka Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Nuryanto.

Koordinator Substansi Kelompok Informasi dan Komunikasi (Infokom) BBPOM Semarang Novi Eko Rini mengatakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan di Kudus dalam menyelenggarakan Bimtek ini. Materi bimtek yang dipaparkan di antaranya kiat mengenal dan memilih pangan, tips mengonsumsi pangan dengan memperhatikan informasi nilai gizi dan ceklik (cek kemasan, cek label, cek izin, dan cek kedaluwarsa).

Baca Juga :  Usul Rp 465 Juta, TPA Tanjungrejo Kudus hanya Dapat Anggaran Rp 20 Juta

“Nah, peserta Bimtek nantinya bisa mengedukasi ke lainnya, misalkan ke sekolah imbas,” jelasnya.

INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS

Dia mengatakan, peserta Bimtek diharapkan menerapkan pengetahuannya dan bisa mandiri, menjamin keamanan pangan di sekolah, sehingga bisa mendapatkan sertifikat sekolah dengan pangan jajan aman BBPOM.

“Caranya bisa membentuk tim keamanan pangan baik di sekolah maupun desa dan bisa memberikan sosialisasi,” jelasnya.

Dia mengatakan, untuk sekolah bisa mengajukan sertifikat pangan jajan aman dengan syarat sudah memiliki kantin.

“Setelah itu, kami dari BBPOM akan turun ke sekolah-sekolah yang mengajukan, kemudian menyurvei dan memverifikasi sudah layak atau belum mendapatkan sertifikat pangan jajan aman,” paparnya.

Sekdin Disdikpora Kudus Dian Vitayani mengatakan, sosialisasi keamanan pangan ini sangat bermanfaat bagi sekolah. Sebab makanan menentukan gizi anak dan berpengaru pada perkembangan anak.

“Mulai dari bahan baku makanan yang bergizi, cara pengolahan yang higienis atau tidak sampai dengan masa kedaluwarsa makanan itu sendiri penting untuk diketahui. Kami imbau kepada warga agar teliti saat membeli makanan. Cek kandungan gizinya dan masa kedaluwarsanya,” ujarnya. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis (Bimtek) keamanan pangan selama dua hari, mulai Rabu (18/5) dan Kamis (19/5). Pada Bimtek kali, BBPOM menyasar sekolah dan desa.

Bimtek ini dilaksanakan di dua tempat. Untuk sekolah dilaksanakan di Hotel Griptha, sedangkan untuk desa berlokasi di rumah makan Ulam Sari. Tujuan dari kegiatan tersebut untuk memberi pengetahuan pangan yang aman. Aman yang dimaksud yakni bebas dari cemaran biologis, cemaran kimia, dan cemaran fisik atau benda asing.

Sosialisasi keamanan pangan untuk komunitas sekolah dibuka oleh Sekdin Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Dian Vitayani yang diikuti 14 sekolah yang sudah terpilih dengan kriteria sekolah Adiwiyata, sekolah ramah anak, dan sekolah sehat.

Sementara Bimtek Kader Keamanan Desa diikuti kader keamanan pangan dari dua desa atau kelurahan yakni Desa Krandon dan Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota. Kegiatan itu dibuka Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Nuryanto.

Koordinator Substansi Kelompok Informasi dan Komunikasi (Infokom) BBPOM Semarang Novi Eko Rini mengatakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan di Kudus dalam menyelenggarakan Bimtek ini. Materi bimtek yang dipaparkan di antaranya kiat mengenal dan memilih pangan, tips mengonsumsi pangan dengan memperhatikan informasi nilai gizi dan ceklik (cek kemasan, cek label, cek izin, dan cek kedaluwarsa).

Baca Juga :  Ribuan Sopir Truk Demo Lagi di Kudus, Protes Aturan ODOL

“Nah, peserta Bimtek nantinya bisa mengedukasi ke lainnya, misalkan ke sekolah imbas,” jelasnya.

INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS

Dia mengatakan, peserta Bimtek diharapkan menerapkan pengetahuannya dan bisa mandiri, menjamin keamanan pangan di sekolah, sehingga bisa mendapatkan sertifikat sekolah dengan pangan jajan aman BBPOM.

“Caranya bisa membentuk tim keamanan pangan baik di sekolah maupun desa dan bisa memberikan sosialisasi,” jelasnya.

Dia mengatakan, untuk sekolah bisa mengajukan sertifikat pangan jajan aman dengan syarat sudah memiliki kantin.

“Setelah itu, kami dari BBPOM akan turun ke sekolah-sekolah yang mengajukan, kemudian menyurvei dan memverifikasi sudah layak atau belum mendapatkan sertifikat pangan jajan aman,” paparnya.

Sekdin Disdikpora Kudus Dian Vitayani mengatakan, sosialisasi keamanan pangan ini sangat bermanfaat bagi sekolah. Sebab makanan menentukan gizi anak dan berpengaru pada perkembangan anak.

“Mulai dari bahan baku makanan yang bergizi, cara pengolahan yang higienis atau tidak sampai dengan masa kedaluwarsa makanan itu sendiri penting untuk diketahui. Kami imbau kepada warga agar teliti saat membeli makanan. Cek kandungan gizinya dan masa kedaluwarsanya,” ujarnya. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/