alexametrics
25.6 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Tingkatkan Peran Perpustakaan, Dinarpus Kudus Sosialisasikan Program

KUDUS – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Kudus mengadakan sosialisasi transformasi perpustakaan desa (Perpusdes) berbasis inklusi sosial kepada sembilan desa di Kudus pada (18/1). Tujuannya untuk meningkatkan peran perpustakaan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui literasi.

Kepala Dinarpus Wahyu Haryanti mengatakan sosialisasi tersebut dihadiri oleh perwakilan dari beberapa desa yakni Desa Margorejo, Undaan Tengah, Prambatan Lor, Rejosari, Gondang Manis, Wates, Janggalan, Loram Wetan, Panjang, dan Kedungdowo.

“Dari sembilan tersebut, pada 2022 ada tiga yang kami usulkan untuk menjadi perpustakaan desa berbasis inklusi sosial. Di antaranya desa Margorejo, Undaan Tengah, dan Kedungdowo,” katanya.


Dia mengatakan desa itu terpilih karena sudah memenuhi kriteria dan selanjutnya akan di proses secara administrasi sampai ke perpustakaan nasional.

Kegiatan sosialisasi itu, kata dia, merupakan salah satu program unggulan dalam menyikapi perkembangan zaman. Dari program itu dapat merubah mindset masyarakat, jika perpustakaan itu tidak hanya melulu tempat membaca buku dan membosankan. Tetapi perpustakaan dapat menjadi wadah kreasi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan mendorong menjadi desa yang mandiri.

“Perpus sekarang bisa memberikan fasilitas sesuai kebutuhan masyarakat. Yakni seperti memberi pelatihan memasak, merajut, mengolah sampah, terutama kelas komputer yang banyak peminatnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Rekening Rp 5,8 M Diduga Raib, Bank Mandiri Siap Jalani Proses Hukum

Untuk tahun 2021, ujar dia, Kudus sudah menggaet lima desa untuk menjalankan program perpustakaan desa berbasis inklusi sosial tersebut. Dan 2022 ini diusulkan tiga desa yang masih dalam masa proses. Tidak hanya itu saja, lima desa lain juga diundang untuk persiapan tahun 2023 kemudian.

Dalam sosialisasi tersebut juga ada pihak desa yang memberikan testimoni setelah berkomitmen menjalankan program tersebut. Yakni salah satunya yang sudah merasakan manfaatnya adalah perpustakaan Desa Janggalan.

Kepala Desa Janggalan Noor Azis mengatakan saat itu dia memberanikan diri untuk membangun perpustakaan desa di lantai dua Balai Desa Janggalan. Walaupun tak begitu besar, lambat laun, kini mereka sudah memanfaatkan ruangan Perpusdes itu dengan berbagai kegiatan pelatihan.  Seperti pelatihan membatik, yang menjadi ciri khas desa tersebut.

“Tergantung masing-masing desa, jika sudah komitmen untuk menjalankan program perpustakaan itu, walau dengan anggaran terbatas, pasti masih bisa dialokasikan. Sesuai dengan kesepakatan masing-masing desa,” katanya.

Pihaknya juga mengaku saat menjadi pemula pernah mengadakan sedekah buku atau semacam buka donasi buku. Baik itu buku macam ilmu pendidikan atau agama. Tentunya yang masih bisa digunakan dan layak pakai dan baca. Hal itu bertujuan untuk penambahan fasilitas buku di Perpusdes. (ark)

KUDUS – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Kudus mengadakan sosialisasi transformasi perpustakaan desa (Perpusdes) berbasis inklusi sosial kepada sembilan desa di Kudus pada (18/1). Tujuannya untuk meningkatkan peran perpustakaan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui literasi.

Kepala Dinarpus Wahyu Haryanti mengatakan sosialisasi tersebut dihadiri oleh perwakilan dari beberapa desa yakni Desa Margorejo, Undaan Tengah, Prambatan Lor, Rejosari, Gondang Manis, Wates, Janggalan, Loram Wetan, Panjang, dan Kedungdowo.

“Dari sembilan tersebut, pada 2022 ada tiga yang kami usulkan untuk menjadi perpustakaan desa berbasis inklusi sosial. Di antaranya desa Margorejo, Undaan Tengah, dan Kedungdowo,” katanya.

Dia mengatakan desa itu terpilih karena sudah memenuhi kriteria dan selanjutnya akan di proses secara administrasi sampai ke perpustakaan nasional.

Kegiatan sosialisasi itu, kata dia, merupakan salah satu program unggulan dalam menyikapi perkembangan zaman. Dari program itu dapat merubah mindset masyarakat, jika perpustakaan itu tidak hanya melulu tempat membaca buku dan membosankan. Tetapi perpustakaan dapat menjadi wadah kreasi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan mendorong menjadi desa yang mandiri.

“Perpus sekarang bisa memberikan fasilitas sesuai kebutuhan masyarakat. Yakni seperti memberi pelatihan memasak, merajut, mengolah sampah, terutama kelas komputer yang banyak peminatnya,” ujarnya.

Baca Juga :  SMP-SMA NU Al Ma’ruf Kudus Launching Laboratorium PAI Digital

Untuk tahun 2021, ujar dia, Kudus sudah menggaet lima desa untuk menjalankan program perpustakaan desa berbasis inklusi sosial tersebut. Dan 2022 ini diusulkan tiga desa yang masih dalam masa proses. Tidak hanya itu saja, lima desa lain juga diundang untuk persiapan tahun 2023 kemudian.

Dalam sosialisasi tersebut juga ada pihak desa yang memberikan testimoni setelah berkomitmen menjalankan program tersebut. Yakni salah satunya yang sudah merasakan manfaatnya adalah perpustakaan Desa Janggalan.

Kepala Desa Janggalan Noor Azis mengatakan saat itu dia memberanikan diri untuk membangun perpustakaan desa di lantai dua Balai Desa Janggalan. Walaupun tak begitu besar, lambat laun, kini mereka sudah memanfaatkan ruangan Perpusdes itu dengan berbagai kegiatan pelatihan.  Seperti pelatihan membatik, yang menjadi ciri khas desa tersebut.

“Tergantung masing-masing desa, jika sudah komitmen untuk menjalankan program perpustakaan itu, walau dengan anggaran terbatas, pasti masih bisa dialokasikan. Sesuai dengan kesepakatan masing-masing desa,” katanya.

Pihaknya juga mengaku saat menjadi pemula pernah mengadakan sedekah buku atau semacam buka donasi buku. Baik itu buku macam ilmu pendidikan atau agama. Tentunya yang masih bisa digunakan dan layak pakai dan baca. Hal itu bertujuan untuk penambahan fasilitas buku di Perpusdes. (ark)

Most Read

Artikel Terbaru

/