alexametrics
26.2 C
Kudus
Monday, May 16, 2022

Dinas Sosial P3AP2KB Kudus Beri Alat Edukatif untuk Cegah Stunting

KUDUS – Dinas Sosial P3AP2KB Kudus terus berupaya mendukung program Indonesia Bebas Stunting. Salah satu yang dilakukan yakni memberi bantuan Bina Keluarga Balita (BKB) Kit. Bantuan BKB Kit dari TP PKK Kabupaten Kudus yang diserahkan langsung Ketua TP PKK Kudus Mawar Anggraeni kemarin (17/11) di Gedung Balai Desa Gulang, Mejobo.

Kepala Dinsos P3AP2KB Kudus Mundir menjelaskan BKB Kit merupakan sarana penyuluhan atau alat bantu penyuluhan, berupa seperangkat alat permainan edukatif dan seperangkat media yang berisi materi yang dipergunakan kader untuk memberi penyuluhan kepada keluarga.

“Seperangkat alat permainan edukatif dan seperangkat media berisi materi untuk meningkatkan pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang balita atau anak usia prasekolah. Ini sebagai stimulan balita,” jelasnya.


Dia mengatakan, BKB Kit berupa buku-buku penyuluhan dan media, seperti lembar balik, alat alat permainan edukatif (APE), dongeng, beberan, kantong wasiat yang dipergunakan kader dalam memberikan penyuluhan kepada keluarga atau orang tua balita dalam upaya meningkatkan pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak.

Baca Juga :  Cegah Stunting, Disketapang Pati Bantu Bahan Makanan di Sukolilo

Mundir menjelaskan, pencegahan stunting perlu dilaksanakan secara dini dengan mengedukasi calon pengantin, ibu hamil hingga ibu menyusui.

“Keberhasilan program tersebut tak lepas dari peran Bina Keluarga Balita dan Bina Keluarga Remaja yang tak henti-hentinya menyosialisasikan pencegahan stunting. Sosialisasi dan edukasi harus dimulai sejak dini dengan melibatkan calon penggantin, ibu hamil, dan menyusui,” jelasnya.

Ketua TP PKK Kudus Mawar Anggraeni, mengatakan cara yang paling efektif dalam mencegah stunting dengan pemenuhan nutrisi sejak pranikah, ketika hamil hingga menyusui. Sedangkan, untuk penanganan anak yang mengalami stunting membutuhkan waktu yang lebih lama dan kesabaran untuk mengembalikan kondisi tumbuh kembang anak sesuai usianya.

“Karena perlu waktu yang lama untuk memulihkan kondisi anak stunting sesuai kondisi normal. Maka saya berpesan kepada ibu hamil jangan sampai kekurangan nutrisi karena apa yang kita makan akan terserap oleh janin yang ada di kandungan maupun lewat ASI,” pesannya. (mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Dinas Sosial P3AP2KB Kudus terus berupaya mendukung program Indonesia Bebas Stunting. Salah satu yang dilakukan yakni memberi bantuan Bina Keluarga Balita (BKB) Kit. Bantuan BKB Kit dari TP PKK Kabupaten Kudus yang diserahkan langsung Ketua TP PKK Kudus Mawar Anggraeni kemarin (17/11) di Gedung Balai Desa Gulang, Mejobo.

Kepala Dinsos P3AP2KB Kudus Mundir menjelaskan BKB Kit merupakan sarana penyuluhan atau alat bantu penyuluhan, berupa seperangkat alat permainan edukatif dan seperangkat media yang berisi materi yang dipergunakan kader untuk memberi penyuluhan kepada keluarga.

“Seperangkat alat permainan edukatif dan seperangkat media berisi materi untuk meningkatkan pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang balita atau anak usia prasekolah. Ini sebagai stimulan balita,” jelasnya.

Dia mengatakan, BKB Kit berupa buku-buku penyuluhan dan media, seperti lembar balik, alat alat permainan edukatif (APE), dongeng, beberan, kantong wasiat yang dipergunakan kader dalam memberikan penyuluhan kepada keluarga atau orang tua balita dalam upaya meningkatkan pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak.

Baca Juga :  Modus Baru Sembunyikan Rokok Ilegal Senilai Rp 1 Miliar di Tumpukan Mie

Mundir menjelaskan, pencegahan stunting perlu dilaksanakan secara dini dengan mengedukasi calon pengantin, ibu hamil hingga ibu menyusui.

“Keberhasilan program tersebut tak lepas dari peran Bina Keluarga Balita dan Bina Keluarga Remaja yang tak henti-hentinya menyosialisasikan pencegahan stunting. Sosialisasi dan edukasi harus dimulai sejak dini dengan melibatkan calon penggantin, ibu hamil, dan menyusui,” jelasnya.

Ketua TP PKK Kudus Mawar Anggraeni, mengatakan cara yang paling efektif dalam mencegah stunting dengan pemenuhan nutrisi sejak pranikah, ketika hamil hingga menyusui. Sedangkan, untuk penanganan anak yang mengalami stunting membutuhkan waktu yang lebih lama dan kesabaran untuk mengembalikan kondisi tumbuh kembang anak sesuai usianya.

“Karena perlu waktu yang lama untuk memulihkan kondisi anak stunting sesuai kondisi normal. Maka saya berpesan kepada ibu hamil jangan sampai kekurangan nutrisi karena apa yang kita makan akan terserap oleh janin yang ada di kandungan maupun lewat ASI,” pesannya. (mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/