alexametrics
26 C
Kudus
Friday, May 13, 2022

Bermanuver Menuju Kancah Internasional

KUDUS – UNIVERSITAS Muhammadiyah Kudus (UMKU) berdiri atas perjuangan intelektual dan warga Muhammadiyah Kabupaten Kudus. Spirit berkemajuan telah muncul sejak 1984 silam. Persyarikatan Muhammadiyah memelopori pendirian kampus sebagai bagian dari tanggung jawab organisasi keagamaan ini, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Prinsip continuos improvement dibuktikan dengan upaya civitas akademika kampus yang senantiasa melakukan upaya perbaikan yang terus-menerus dari semula sekolah perawat kesehatan (SPK), akademi keperawatan (Akper), akademi kesehatan (Akkes), sekolah tinggi kesehatan (Stikes), hingga berhasil menjawab tantangan zaman menjadi Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU).

Rektor UMKU Rusnoto, M.Kes (Epid) mengatakan, saat ini UMKU telah memiliki 21 program studi yang terus berinovasi meningkatkan mutu dan prestasi. UMKU terus melaju menjadi kampus yang bereputasi internasional serta mampu berdaya saing unggul dengan tetap memegang teguh nilai-nilai islami.


Pernyataan itu, dibuktikan dengan penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui kepemilikan ID Scopus untuk semua dosen dan program doktoral. Selain itu, juga membangun kampus unit II setinggi 13 lantai dan gedung convention hall.

”Rencana besar juga sedang dipersiapkan untuk pengembangan pembangunan Fakultas Kedokteran,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, tantangan besar perguruan tinggi Muhammadiyah dengan organisasinya adalah tuntutan konsisten dalam semangat ber-ta’awun. Namun, spirit itu termasuk ke dalam ajaran al-ma’un yang telah menjadi gerakan praktis sosial Islam yang bersifat membebaskan (emansipasi, liberasi), memberdayakan (empowerment), serta memajukan kehidupan umat dan bangsa.

Baca Juga :  Turun Drastis, Tersisa 2 Desa Zona Merah Covid-19 di Kudus, Mana Saja?

Spirit tersebut inheren dalam kolaborasi UMKU bersama Persyarikatan Muhammadiyah berupa sinergitas gerakan amal ma’ruf yang dapat dirasakan ditingakatan lokal hingga menasional.

Gerakan al-ma’un yang digawangi keduanya melahirka rumah sakit, klinik, pelayanan sosial, tanggap kebencanaan, pelayanan pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat lain. Hal itu kini lebih terasa, khususnya di daerah kawasan pantai utara Jawa (Kudus dan sekitarnya).

Rusnoto menuturkan, UMKU sebagai kampus yang juga syarat akan budaya adhi luhur. Gusjigang merupakan kearifan lokal yang luar biasa yang dimiliki kota kelahiran UMKU. Istilah ini bermakna bagus, mengaji, dan berdagang. Filosofi ini menjadi etos kerja yang melekat kuat di kalangan masyarakat Kudus.

Kunci keberhasilan untuk mewujudkannya ialah konsiten dalam pengembangan mutu. UMKU telah menjalin kerja sama internasional dengan 33 lembaga asing. Harapannya, dengan berbagai kerja sama, para mahasiswa mendapatkan hasil pembelajaran maksimal sebagaimana tujuan pendidikan dalam Muhammadiyah.

”Kami (UMKU, Red) senantiasa membentuk manusia muslim yang beriman, bertaqwa, berakhlaq mulia, cakap percaya diri, memajukan, memperkembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan, serta beramal menuju terwujudnya masyarakat utama, adil, dan makmur yang diridhoi Allah SWT,” imbuhnya.






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – UNIVERSITAS Muhammadiyah Kudus (UMKU) berdiri atas perjuangan intelektual dan warga Muhammadiyah Kabupaten Kudus. Spirit berkemajuan telah muncul sejak 1984 silam. Persyarikatan Muhammadiyah memelopori pendirian kampus sebagai bagian dari tanggung jawab organisasi keagamaan ini, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Prinsip continuos improvement dibuktikan dengan upaya civitas akademika kampus yang senantiasa melakukan upaya perbaikan yang terus-menerus dari semula sekolah perawat kesehatan (SPK), akademi keperawatan (Akper), akademi kesehatan (Akkes), sekolah tinggi kesehatan (Stikes), hingga berhasil menjawab tantangan zaman menjadi Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU).

Rektor UMKU Rusnoto, M.Kes (Epid) mengatakan, saat ini UMKU telah memiliki 21 program studi yang terus berinovasi meningkatkan mutu dan prestasi. UMKU terus melaju menjadi kampus yang bereputasi internasional serta mampu berdaya saing unggul dengan tetap memegang teguh nilai-nilai islami.

Pernyataan itu, dibuktikan dengan penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui kepemilikan ID Scopus untuk semua dosen dan program doktoral. Selain itu, juga membangun kampus unit II setinggi 13 lantai dan gedung convention hall.

”Rencana besar juga sedang dipersiapkan untuk pengembangan pembangunan Fakultas Kedokteran,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, tantangan besar perguruan tinggi Muhammadiyah dengan organisasinya adalah tuntutan konsisten dalam semangat ber-ta’awun. Namun, spirit itu termasuk ke dalam ajaran al-ma’un yang telah menjadi gerakan praktis sosial Islam yang bersifat membebaskan (emansipasi, liberasi), memberdayakan (empowerment), serta memajukan kehidupan umat dan bangsa.

Baca Juga :  Bea Cukai Kudus Berhasil Gagalkan Pengiriman 830 Ribu Rokok Ilegal

Spirit tersebut inheren dalam kolaborasi UMKU bersama Persyarikatan Muhammadiyah berupa sinergitas gerakan amal ma’ruf yang dapat dirasakan ditingakatan lokal hingga menasional.

Gerakan al-ma’un yang digawangi keduanya melahirka rumah sakit, klinik, pelayanan sosial, tanggap kebencanaan, pelayanan pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat lain. Hal itu kini lebih terasa, khususnya di daerah kawasan pantai utara Jawa (Kudus dan sekitarnya).

Rusnoto menuturkan, UMKU sebagai kampus yang juga syarat akan budaya adhi luhur. Gusjigang merupakan kearifan lokal yang luar biasa yang dimiliki kota kelahiran UMKU. Istilah ini bermakna bagus, mengaji, dan berdagang. Filosofi ini menjadi etos kerja yang melekat kuat di kalangan masyarakat Kudus.

Kunci keberhasilan untuk mewujudkannya ialah konsiten dalam pengembangan mutu. UMKU telah menjalin kerja sama internasional dengan 33 lembaga asing. Harapannya, dengan berbagai kerja sama, para mahasiswa mendapatkan hasil pembelajaran maksimal sebagaimana tujuan pendidikan dalam Muhammadiyah.

”Kami (UMKU, Red) senantiasa membentuk manusia muslim yang beriman, bertaqwa, berakhlaq mulia, cakap percaya diri, memajukan, memperkembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan, serta beramal menuju terwujudnya masyarakat utama, adil, dan makmur yang diridhoi Allah SWT,” imbuhnya.






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/